Challenge: DAY 23 – Belajar tentang Kompos | User: Abdul Kharis

Sisa makanan jadi sumber kesuburan, mari belajar bikin kompos untuk selamatkan lingkungan dan bikin bumi makin hijau.
Tren berkebun kini berbanding lurus dengan kegiatan meminimalisir sampah. Oleh sebab itu, mengompos juga jadi salah satu kegiatan yang mulai dijadikan kebiasaan oleh masyarakat urban. Namun, banyak yang belum tahu betapa mudahnya membuat kompos sendiri di rumah. Dengan alat sederhana dan proses yang jauh dari kata sulit, siapa pun pasti bisa mengubah sampah-sampah organiknya menjadi pupuk yang akan menyuburkan tanaman di teras atau pekarangan rumah.
Tak perlu bingung-bingung saat akan mulai mengompos karena kegiatan ini sangat mudah untuk dilakukan. Prosesnya jauh dari kata sulit dan alat yang diperlukan pun tidak mahal dan tidak juga susah didapat. Pertama-tama, sediakan ember khusus kompos atau ember apapun yang bagian bawahnya telah dilubangi kecil-kecil untuk memastikan kompos selalu dalam keadaan kering.
Lalu, ember juga harus memiliki tutup, ya. Setelah itu, tinggal ubah kebiasaan kita dalam membuang sampah yang pada awalnya ke tempat sampah jadi ke ember kompos yang tersedia. Ingat, harus sampah organik seperti sampah sayuran, buah-buahan, dan lain sebagainya yang telah dipotong kecil-kecil agar lebih cepat terurai.
Bagaimana dengan sampah basah seperti nasi, tulang ayam atau ikan, daging, sayur sisa, dan sampah lauk-pauk yang sifatnya basah? Sebenarnya boleh saja dibuang di ember kompos. TAPI, belatung atau mikroorganisme yang muncul nanti akan lebih banyak di sampah-sampah jenis ini. Banyak sekali bahkan. Kalau kamu kuat melihatnya sih tidak jadi soal. Tapi kalau kamu orangya geli-an, lebih baik jangan buang di sini melainkan di biopori.
Banyak sekali manfaat yang ditimbulkan dari kebiasaan ini. Pertama adalah rumah jadi lebih bersih dan bebas dari bau sampah yang biasanya hanya terbengkalai berhari-hari di dalam tong. Kedua, dengan mengompos artinya kita turut membantu alam untuk bekerja sebagaimana mestinya. Sesuatu yang berasal dari tanah harus kembali ke tanah dan sesuatu yang diambil dari alam ada baiknya harus kembali ke alam untuk jadi kebaikan bagi makhluk hidup lainnya.

 

Ikutan #AksiAsri365, Bangun Kebiasaan Hidup Ramah Lingkungan Berlimpah Hadiah!

    Kontribusi untuk menjaga lingkungan bisa dimulai dari langkah terkecil. Salah satunya dengan mengubah gaya […]

oleh Indonesia Asri
April 4, 2024
 

Para Ibu Bisa Ikut Selamatkan Bumi dari Krisis Iklim, Ini Caranya

Masyarakat tengah dihadapkan dengan perubahan dan krisis iklim yang semakin nyata. Greenpeace Indonesia mencatat, kondisi tersebut […]

oleh Indonesia Asri
July 2, 2024
 

Cara Mengajarkan Anak Sustainable Living untuk Kebaikan Lingkungan

PT Chandra Asri Pacific Tbk (Chandra Asri Group), perusahaan kimia terdepan dan solusi infrastruktur di Indonesia, […]

oleh Indonesia Asri
June 25, 2024
 

Generasi Muda Harus Peduli Akan Lingkungan Hidup

Generasi Muda harus memiliki komitmen untuk mengurangi dampak lingkungan dengan melakukan kegiatan pelestarian lingkungan dan keanekaragaman […]

oleh Indonesia Asri
June 18, 2024
 

Minyak Jelantah Jangan Langsung Dibuang! Bisa Diolah lagi dengan Manfaat Berlimpah!

Siapa sih yang nggak doyan gorengan? Di balik kenikmatannya, ada minyak goreng yang dipakai untuk mengolah […]

oleh Indonesia Asri
June 11, 2024
 

Bergerak dari Akar Rumput, Tercipta 150 Bank Sampah di Solo

Cita-cita Denok Marty Astuti sederhana saja, dia ingin agar Kota Solo, tempat tinggalnya, menjadi kota yang […]

oleh Indonesia Asri
May 27, 2024
 

Bersih-Bersih Sampah Digital dengan Digital Decluttering Itu Penting, Yuk Sering Lakukan!

  Masyarakat tengah dihadapkan dengan perubahan dan krisis iklim yang semakin nyata. Greenpeace Indonesia mencatat, kondisi […]

oleh Indonesia Asri
May 24, 2024