Inti Pembahasan
- Sebanyak 75% sampah di Indonesia belum terkelola dengan baik pada tahun 2026 dan 59% pada tahun 2025.
- Rumah tangga menyumbang sampah terbanyak di Indonesia pada 2025.
- Sisa makanan merupakan komposisi sampah terbesar, yaitu sekitar 40%.
Timbunan sampah adalah salah satu masalah lingkungan di Indonesia yang perlu terus dipantau agar tidak menimbulkan pencemaran dan membahayakan kesehatan. Untuk mencegahnya, diperlukan kolaborasi dari berbagai pihak, seperti masyarakat, pemangku kepentingan, dan pelaku pengolahan sampah.
Sebenarnya, dari mana timbunan sampah berasal dan sampah apa saja yang memiliki persentase terbesar di Indonesia? Simak ulasan data sampah di Indonesia berikut ini.
Data Sampah di Indonesia: Statistik Pengelolaan Sampah

Data statistik sampah di Indonesia yang dipaparkan oleh Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan bahwa pada tahun 2026, sebanyak 75% sampah, atau kurang lebih 100 ribu ton per hari, dari 514 kabupaten/kota belum terkelola. Sementara itu, baru 25%, atau sekitar 35 ribu ton per hari, sampah yang sudah terkelola.
Lalu, bagaimana dengan data sampah di Indonesia 2025? SIPSN mencatat bahwa terdapat sekitar 91 ribu ton timbulan sampah per hari yang dikumpulkan dari 304 kabupaten/kota. Timbulan sampah merupakan jumlah sampah yang dihasilkan dari aktivitas masyarakat di berbagai sektor dalam suatu wilayah.
Dari angka tersebut, 31% sampah, atau sekitar 28 ribu ton per hari, telah dikelola, sedangkan 59% sisanya belum terkelola dengan baik. Fakta mengejutkan lainnya adalah sebagian besar sampah diproses melalui open dumping, yaitu pengolahan sampah di tempat terbuka tanpa dilapisi tanah atau ditutupi. Padahal, open dumping kurang memenuhi syarat sebagai tempat pengolahan akhir sampah karena hanya menumpuk sampah di area cekungan tanpa diolah lebih lanjut.
Jika dibiarkan, sampah di lahan terbuka ini dapat memperburuk kualitas udara, mencemari lingkungan, dan mengancam kesehatan masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Open dumping juga masih menjadi metode pembuangan sampah yang banyak ditemukan di kota-kota di Indonesia hingga tahun 2026.
Baca juga: 6 Cara Mengatasi Sampah di Lingkungan Masyarakat
Dari Mana Timbulan Sampah Berasal?

SIPSN mencatat bahwa timbulan sampah di Indonesia berasal dari rumah tangga, perkantoran, perniagaan, pasar, fasilitas publik, kawasan, dan lainnya. Berikut adalah data sampah di Indonesia berdasarkan sumber tahun 2025:
- Rumah tangga: 52.153,44 ton per tahun (51,38%).
Sektor ini merupakan kontributor terbesar timbulan sampah nasional. Umumnya, sampah rumah tangga berasal dari sisa makanan, olahan dapur, dan kemasan.
- Pasar: 15.418,75 ton per tahun (15,19%).
Sektor ini umumnya didominasi oleh sampah organik, seperti sisa sayur dan buah, sisa protein hewani, serta beberapa jenis sampah anorganik.
- Kawasan: 12.751,5 ton per tahun (12,56%).
Kawasan khusus biasanya menyumbang sampah dari proses manufaktur dan logistik.
- Fasilitas publik: 6.867,75 ton per tahun (6,77%).
Sampah ini berasal dari alun-alun, jalan raya, dan area publik. Jenis sampahnya pun beragam, mulai dari sampah organik, seperti daun kering, hingga sampah anorganik dari aktivitas masyarakat.
- Perniagaan: 6.123,79 ton per tahun (6,03%).
Kawasan ini umumnya menyumbang sampah anorganik, seperti kaleng, kemasan, tali, dan lain-lain.
- Perkantoran: 4.847,84 ton per tahun (4,78%).
Sampah perkantoran biasanya meliputi kertas bekas, koran bekas, peralatan kantor yang sudah tidak dipakai, dan kardus.
- Lainnya: 3.347,01 ton per tahun (3,3%).
Data Timbulan Sampah per Kota/Kabupaten
Selain menyajikan data timbulan sampah secara keseluruhan, SIPSN juga menjabarkan data timbulan sampah per kota/kabupaten dalam peta sebaran. Berikut adalah rangkuman data timbulan sampah di beberapa kota/kabupaten di Indonesia tahun 2026:
- Kota Pekanbaru: 1.050,84 ton per hari.
- Kota Batam: 1.161 ton per hari.
- Kabupaten Lampung Selatan: 787,28 ton per hari.
- Kota Tangerang: 1.370,14 ton per hari.
- Kota Cilegon: 336,36 ton per hari.
- Kota Bogor: 755,36 ton per hari.
- Kota Bandung: 1.573,7 ton per hari.
- Kota Administrasi Jakarta Barat: 1.943,13 ton per hari.
- Kota Administrasi Jakarta Utara: 1.410,64 ton per hari.
- Kota Semarang: 544,36 ton per hari.
- Kabupaten Sleman: 585,3 ton per hari.
- Kabupaten Pati: 690,96 ton per hari.
- Kota Surabaya: 1.810,81 ton per hari.
- Kota Malang: 731,24 ton per hari.
- Kabupaten Jember: 1.046,35 ton per hari.
- Kota Denpasar: 1.033,08 ton per hari.
- Kabupaten Lombok Timur: 583,04 ton per hari.
- Kabupaten Sumbawa: 290,05 ton per hari.
- Kabupaten Manggarai: 136,06 ton per hari.
- Kabupaten Maluku Tengah: 216,18 ton per hari.
- Kota Makassar: 1.034,48 ton per hari.
- Kabupaten Ketapang: 296,26 ton per hari.
- Kota Samarinda: 607,95 ton per hari.
- Kabupaten Mimika: 197,16 ton per hari.
Baca juga: 10 Contoh Sampah B3 dan Karakteristiknya, Wajib Tahu!
Komposisi Sampah di Indonesia Berdasarkan Jenis

Kamu mungkin bertanya-tanya, apa saja jenis sampah pada timbulan sampah di Indonesia? SIPSN dalam datanya menunjukkan bahwa komposisi sampah terdiri dari sisa makanan, kayu/ranting, kertas/karton, logam, kain, karet/kulit, kaca, dan lainnya.
Pada tahun 2025, sisa makanan menyumbang kontribusi terbesar pada timbulan sampah, yaitu sekitar 40,16%, disusul oleh lainnya 27,13%, kayu/ranting 13,12%, kertas/karton 10,71%, logam 2,91%, kain 2,58%, kaca 2,29%, dan karet/kulit 2,03%.
Bagaimana Cara Memanfaatkan Sampah?
Tidak semua sampah dapat berakhir langsung di tempat pembuangan sampah. Kamu masih bisa mengolah beberapa sampah menjadi produk baru yang bernilai. Misalnya, kamu bisa mengolah sisa makanan organik menjadi kompos, kerajinan tangan dari karton, tas jinjing dari kain perca, perhiasan dari kaleng, dan pernak-pernik dari kaca.
Sebelum mengolahnya, kamu perlu memilahnya dan mengelompokkannya sesuai jenis. Kemudian, cuci sampah hingga bersih dan keringkan. Setelah itu, kamu bisa menuangkan kreativitas yang menyulap sampah menjadi kerajinan tangan.
Tidak hanya itu, kamu juga bisa menyetorkan sampah ke bank sampah atau komunitas daur ulang agar bisa diolah lebih lanjut. Alhasil, sampah yang tadinya berakhir di tempat pembuangan sampah, bisa memiliki masa guna dan nilai ekonomi.
Jaga Kebersihan Lingkungan dari Sampah Bersama Indonesia Asri!
Sampah merupakan salah satu keluaran dari berbagai aktivitas sehari-hari masyarakat, baik yang dilakukan di rumah, tempat usaha, sekolah, maupun fasilitas lainnya. Jumlahnya terus bertambah setiap hari, sehingga perlu dikelola dengan baik untuk mencegah pencemaran lingkungan serta mengurangi risiko yang dapat membahayakan kesehatan.
Bersama Indonesia Asri, kamu bisa mulai mengelola sampah dari aksi yang paling sederhana, yaitu memilah sampah. Dalam hal ini, kamu bisa berpartisipasi dalam salah satu program #AksiAsri, yaitu Operasi Semut. Kegiatan ini mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya memilah sampah sebelum dibuang (#pilahsampah) untuk menciptakan lingkungan yang berkelanjutan.
Yuk, jaga lingkungan sekitar agar tetap hijau dan minim pencemaran! Pilahlah sampah sebelum dibuang untuk mempermudah pengolahan dan buanglah sampah pada tempatnya. Lalu, jangan sampai ketinggalan Operasi Semut selanjutnya! Mari menjadi Warga Asri agar stay updated dengan kegiatan seru Indonesia Asri!
Baca juga: Masalah Sampah di Indonesia: Tantangan dan Solusinya
Frequently Asked Questions (FAQ)
Masih memiliki pertanyaan seputar data sampah di Indonesia? Temukan jawabannya dalam pertanyaan-pertanyaan yang sering ditanyakan berikut ini:
1. Berapa Persen Tingkat Sampah di Indonesia?
Menurut SIPSN, 25% sampah telah terkelola, sedangkan 75% sisanya belum terkelola dengan baik pada tahun 2026.
2. Sampah Terbanyak di Indonesia, Sampah Apa?
Menurut data 2025, sisa makanan menjadi sampah terbanyak di Indonesia, yaitu sekitar 40% dari keseluruhan komposisi sampah. Kemudian, sampah rumah tangga mendominasi sumber sampah di Indonesia, yaitu sekitar 51%.
3. Berapa Standar Sampah per Orang per Hari di Indonesia?
Berdasarkan dokumen SNI 3242:2008, besaran timbulan sampah di kota kecil sekitar 2,5 liter per orang per hari, sedangkan di kota besar sekitar 3 liter per orang per hari.