Si Paling Food Rescue
Leli Nurul Ikhsani
Dari Sisa Tepung Jadi Takoyaki KW Versi ku
Kalau menyiapkan makan malam, aku sering dihadapkan pada dilema klasik kayak masak banyak takut sisa, masak sedikit takut kurang. Contohnya tadi malam, aku masak tahu goreng krispi pakai dua jenis tepung, tepung kering dan tepung basah, tapi waktu lagi masak dua adikku mendadak kasih kabar nggak jadi makan di rumah. Akhirnya, aku cuma menggoreng tahu secukupnya, dan masih ada sisa tepung kering yang sayang banget kalau dibuang, yang akhirnya aku taruh di kulkas. Masalahnya, tepung bekas nggak bisa disimpan lama. Kalau dibiarkan di kulkas, tepung bisa ditumbuhi jamur atau bakteri seperti Aspergillus dan Salmonella, apalagi kalau sudah terkontaminasi udara atau lembap. Kalau disimpan lebih dari 24 jam, bisa bikin makanan lain di kulkas jadi bau atau malah memicu keracunan kalau dipakai lagi. Di sisi lain, kalau dibuang tepung bisa menarik hama, menyumbat saluran air, bahkan menghasilkan gas metana di TPA.
Makanya, pagi tadi aku mencoba berkreasi bikin takoyaki KW dari sisa tepung itu, cuma pakai bahan seadanya di kulkas. Untuk hasil takoyakinya bagian luar kering, dalam lembut, dan rasanya gurih banget! Mirip kayak buatan mamang-mamang penjual kaki lima 😄
Dari pengalaman ini aku belajar menyelamatkan sisa bahan makanan ternyata nggak ribet. Dengan sedikit kreativitas, kita bisa mencegah limbah dapur sekaligus menciptakan hidangan baru yang lezat.
Referensi:
“Important Food Safety Information for Flour.” University of New Hampshire Extension, 2024.
