Table of Contents
Air bersih sangat dibutuhkan untuk menjaga kesehatan dan mendukung aktivitas sehari-hari. Namun, pencemaran air masih sering terjadi akibat berbagai kegiatan manusia, seperti sampah rumah tangga, limbah industri, hingga limbah cair yang dibuang tanpa pengolahan.
Jika pencemaran air terus dibiarkan, risiko penyakit dapat meningkat dan lingkungan sekitar ikut terdampak. Untuk mengetahui cara mengatasi pencemaran air agar kualitas air tetap terjaga, simak penjelasan lengkapnya di artikel ini.
Cara Mengatasi Pencemaran Air
Berdasarkan laporan yang dilansir dari GoodStats, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat bahwa Indeks Kualitas Air (IKA) di Indonesia pada 2022 berada di angka 53,88 poin. Angka ini masih berada di bawah target yang ditetapkan pada tahun yang sama, yaitu 55,03 poin.
Data tersebut menunjukkan bahwa kondisi kualitas air di Indonesia masih perlu mendapat perhatian serius. Oleh karena itu, menjaga kualitas air tidak cukup hanya dengan memahami dampak pencemarannya, tetapi juga harus disertai langkah nyata dalam kehidupan sehari-hari. Pencemaran air dapat ditekan melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.
Berikut beberapa cara mengatasi pencemaran air yang bisa kamu terapkan agar lingkungan tetap bersih dan sumber air tetap terjaga:
Mengelola Limbah Rumah Tangga

Pencegahan pencemaran air bisa dimulai dari menjaga kebiasaan sehari-hari di rumah. Aktivitas seperti membuang sisa makanan, sabun, atau cairan kimia rumah tangga sering kali berdampak langsung pada kualitas air.
Jika tidak dikelola dengan baik, sampah rumah tangga tersebut dapat mencemari sumber air. Untuk itu, gunakan produk rumah tangga seperlunya dan pilih alternatif yang lebih ramah lingkungan agar air tetap bersih dan aman digunakan.
Tidak Membuang Sampah Sembarangan
Cara mencegah pencemaran air bisa dimulai dari kebiasaan mengelola limbah rumah tangga dengan baik. Sebagai contoh, sisa makanan, deterjen, hingga bahan kimia rumah tangga berpotensi mencemari air jika dibuang sembarangan.
Oleh karena itu, gunakan produk rumah tangga secukupnya dan usahakan memilih produk yang lebih ramah lingkungan agar air tetap bersih dan aman.
Baca juga: Net Zero Emission: Pahami Konsep dan Cara Mencapainya
Menggunakan Pupuk Pestisida Secukupnya
Pemakaian pupuk dan pestisida yang terlalu banyak dapat terseret air hujan lalu mengalir ke sungai maupun meresap ke sumur. Akibatnya, zat kimia tersebut berpotensi mencemari air di sekitarnya. Mengatur dosis penggunaan dengan lebih bijak dapat membantu menekan risiko pencemaran air.
Bila ada pilihan, gunakan bahan pertanian yang lebih aman bagi lingkungan atau terapkan teknik bercocok tanam alami yang mengurangi ketergantungan pada pestisida kimia.
Menanam Pohon dan Menjaga Vegetasi

Menjaga keberadaan pohon dan tanaman menjadi salah satu langkah efektif untuk melindungi kualitas air. Pohon mampu menahan dan menyerap air hujan, sekaligus mengurangi zat pencemar sebelum mencapai sumber air. Akarnya yang kuat juga membantu menjaga tanah tetap stabil sehingga endapan lumpur tidak mudah masuk ke sungai atau danau.
Melalui kebiasaan menanam pohon di lingkungan sekitar atau berpartisipasi dalam kegiatan penanaman, kamu turut berkontribusi dalam menjaga air tetap jernih dan aman digunakan.
Membersihkan Selokan dan Lingkungan Secara Berkala
Saluran air yang rutin dibersihkan akan membuat air mengalir dengan baik tanpa hambatan. Kondisi ini mencegah penumpukan kotoran yang bisa mencemari air di sekitarnya.
Melakukan kerja bakti secara berkala bersama keluarga atau warga sekitar dapat menjaga lingkungan tetap rapi, sehat, dan bebas dari genangan air.
Tidak Membuang Limbah Kendaraan ke Tanah atau Saluran Air

Sisa cairan dan bahan dari kendaraan bermotor dapat membawa zat berbahaya yang merusak lingkungan serta mencemari air. Jika tidak ditangani dengan benar, dampaknya bisa mengganggu keseimbangan ekosistem.
Agar hal tersebut tidak terjadi, limbah kendaraan sebaiknya diserahkan ke bengkel atau fasilitas khusus yang memiliki pengelolaan limbah sesuai aturan, sehingga tidak mencemari tanah maupun sumber air.
Penyebab Pencemaran Air
Pencemaran air dipicu oleh berbagai aktivitas manusia, baik dalam skala kecil maupun besar. Berikut beberapa penyebab pencemaran air yang perlu kamu ketahui:
Limbah yang Dihasilkan dari Aktivitas Rumah Tangga
Salah satu penyebab utama terjadinya pencemaran air adalah limbah yang berasal dari aktivitas rumah tangga. Limbah ini tidak hanya dihasilkan dari kegiatan di rumah, tetapi juga dari pasar, perkantoran, rumah sakit, sekolah, rumah makan, dan berbagai tempat lain yang berkaitan dengan aktivitas sehari-hari.
Sering kali sampah dan limbah dari kegiatan tersebut dianggap sepele. Padahal, jika tidak dikelola dengan baik, limbah rumah tangga dapat memberikan dampak besar terhadap kualitas air dan menjadi penyebab pencemaran di suatu wilayah.
Limbah yang Dihasilkan dari Aktivitas Industri Pabrik

Salah satu sumber pencemaran air yang cukup besar berasal dari kegiatan industri dan pabrik. Limbah industri yang dihasilkan dari proses produksi sering kali mengandung berbagai zat berbahaya yang dapat merusak kualitas air.
Sayangnya, masih ada industri yang membuang sisa produksinya langsung ke perairan tanpa pengolahan yang memadai. Akibatnya, zat kimia, bakteri, hingga material padat ikut menyebar dan mencemari lingkungan.
Kondisi ini tidak hanya menimbulkan bau tidak sedap, tetapi juga membahayakan ekosistem serta kesehatan manusia yang bergantung pada sumber air tersebut.
Baca juga: Open Dumping: Definisi, Karakteristik, dan Dampaknya bagi Lingkungan
Limbah yang Dihasilkan dari Aktivitas Peternakan dan Perikanan
Salah satu penyebab pencemaran air berasal dari limbah yang dihasilkan oleh kegiatan peternakan dan perikanan. Limbah ini bisa berupa kotoran ternak maupun sisa pakan yang tidak habis dimakan.
Jika pakan tersebut mengandung zat kimia dan terbawa ke perairan, kualitas air dapat menurun. Di bidang perikanan, penggunaan jaring saat menangkap ikan juga dapat menimbulkan masalah.
Jaring yang rusak dan tertinggal di laut sering tersangkut di terumbu karang, merusaknya, serta menjadi sampah laut yang mencemari perairan dalam jangka panjang.
Limbah yang Dihasilkan dari Aktivitas Pertanian

Aktivitas pertanian memiliki peran cukup besar dalam memengaruhi kualitas air di sekitarnya. Penggunaan pupuk kimia dan pestisida memang bertujuan untuk meningkatkan hasil panen dan melindungi tanaman dari hama, tetapi sisa bahan tersebut sering tertinggal di tanah.
Ketika hujan turun atau air irigasi mengalir, sisa pupuk dan pestisida dapat ikut terbawa menuju sungai, danau, atau saluran air. Lama-kelamaan, zat kimia ini menumpuk dan menyebabkan pencemaran perairan.
Dampak pencemaran air tidak hanya merusak ekosistem air, tetapi juga dapat membahayakan kesehatan manusia yang menggunakan air tersebut untuk kebutuhan sehari-hari.
Sampah yang Dibuang Sembarangan
Salah satu penyebab pencemaran air adalah kebiasaan membuang sampah sembarangan. Kurangnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan membuat sampah sering kali dibuang begitu saja, termasuk ke sungai dan perairan lain.
Banyak orang belum memahami bahwa sampah yang dibuang ke sungai dapat mencemari air dan merusak ekosistem.
Jika kebiasaan ini terus terjadi, pencemaran air di suatu wilayah akan semakin parah. Dampaknya sudah sering terlihat, seperti ditemukannya sampah di dalam tubuh hewan air yang mati, mulai dari ikan kecil hingga hewan laut besar seperti paus, kura-kura, dan penyu.
Pertambangan dan Pertumpahan Minyak
Kegiatan pertambangan dan insiden tumpahan minyak memiliki dampak besar terhadap kualitas air.
Selama proses penambangan, zat dan material dari hasil tambang dapat bercampur dengan air di sekitarnya, baik secara langsung maupun melalui debu yang akhirnya terbawa ke perairan. Hal ini sering terjadi di wilayah pertambangan batu bara dan dapat membuat air menjadi tercemar.
Di sisi lain, kebocoran minyak di laut menjadi ancaman serius bagi lingkungan. Minyak yang tumpah akan menyebar di permukaan air, merusak habitat laut, dan membahayakan kehidupan biota.
Jika tidak segera ditangani, tumpahan minyak dapat menghancurkan ekosistem laut dan menyebabkan kerusakan lingkungan dalam jangka panjang.
Itulah penjelasan mengenai cara mengatasi pencemaran air hingga penyebabnya. Dengan memahami berbagai faktor yang memicu pencemaran serta langkah pencegahannya, kamu dapat lebih waspada dalam menjaga kebersihan lingkungan dan penggunaan air sehari-hari.
Jika kamu ingin berkontribusi lebih dalam menjaga lingkungan, kamu bisa bergabung dengan Indonesia Asri dan ikut serta dalam kampanye #AksiAsri.
Melalui berbagai challenge yang tersedia, kamu dapat terlibat dalam aksi nyata yang mendukung pelestarian alam, termasuk upaya menjaga kualitas air, sekaligus berkesempatan mendapatkan hadiah menarik.
Yuk, daftarkan dirimu menjadi Warga Asri dan ambil peran dalam gerakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan.
Baca juga: Greenwashing: Pengertian, Dampak, dan Cara Mengatasinya