Table of Contents
Sudah menjadi rahasia umum bahwa energi fosil akan berkurang seiring berjalannya waktu. Kondisi ini mendorong munculnya energi alternatif sebagai solusi yang lebih bijak, dengan tujuan untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan menekan dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh penggunaannya.
Energi alternatif berasal dari sumber daya alam yang bisa diperbarui sehingga diyakini tidak akan mengalami kelangkaan seperti yang terjadi pada energi fosil. Sebenarnya, apa saja contoh energi alternatif yang bisa dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari?
Artikel ini akan mengajak Warga Asri untuk memahami contoh energi alternatif, gambaran cara kerjanya, serta pengaplikasiannya. Mari simak penjelasan berikut sampai tuntas.
Contoh Energi Alternatif dalam Keseharian

Beberapa contoh energi alternatif yang umum dimanfaatkan untuk kebutuhan manusia adalah sebagai berikut:
Energi Surya (Solar Energy)
Energi surya adalah energi alternatif yang berasal dari sinar matahari. Energi ini umumnya disalurkan melalui teknologi panel surya, di mana sinar matahari diubah menjadi energi listrik melalui sel fotovoltaik (PV).
Saat sinar matahari mengenai permukaan sel PV, foton dari sinar matahari akan bergesekan dengan elektron dalam sel. Elektron pun bergerak dan menciptakan arus listrik yang dapat langsung digunakan ataupun disimpan dalam baterai.
Panel surya dapat dipasang di atap bangunan, di lahan khusus yang luas, atau di atas permukaan waduk menggunakan teknologi solar floater.
Di Indonesia, salah satu perusahaan yang berkontribusi dalam pengembangan teknologi panel surya adalah Krakatau Chandra Energi. Sebagai anak perusahaan Chandra Asri Group, Krakatau Chandra Energi menyediakan jasa pemasangan panel surya.
Krakatau Chandra Energi menawarkan tiga metode pemasangan panel surya yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan, yakni Solar Panel On-Grid, Solar Panel Off-Grid, dan Solar Panel Hybrid.

Energi Air (Hydropower)
Air bukan sekadar sumber daya yang bisa dinikmati kesegarannya, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai energi alternatif. Pemanfaatan energi alternatif ini diperoleh melalui proses konversi energi kinetik air menjadi energi listrik melalui Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).
Proses konversi energi air umumnya terjadi di bendungan, sungai, atau waduk. Aliran air akan memutar turbin dan menghasilkan energi mekanik yang selanjutnya diubah menjadi energi listrik oleh generator. Energi listrik dihasilkan dari proses jatuhnya air ke turbin dan besarnya debit aliran air.
Indonesia memiliki banyak bendungan, waduk, dan sungai, sehingga tak heran jika energi air banyak diimplementasikan sebagai sumber energi alternatif. Salah satu sungai yang dimanfaatkan untuk PLTA adalah Sungai Citarum di Jawa Barat.
Menurut Balai Besar Wilayah Sungai Citarum, Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum menjadi sumber air baku, penopang irigasi pertanian, pembangkit listrik, dan pengendali banjir.
Dari aspek pertanian, DAS Citarum dilaporkan telah mengairi sekitar 522.861 hektar lahan sawah. Adapun dari aspek kelistrikan, DAS Citarum berkontribusi signifikan terhadap penyediaan energi listrik dengan total kapasitas hingga 2.631 MW.
Baca juga: Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro. Ini Cara Kerja dan Manfaatnya!
Energi Angin (Wind Energy)
Contoh energi alternatif berikutnya adalah energi angin yang diperoleh dengan memasang turbin angin, baik di darat (onshore) maupun di laut (offshore). Area yang dipilih biasanya memiliki aliran angin kencang dan konsisten, seperti dataran tinggi atau lepas pantai.
Angin kencang diperlukan untuk menggerakkan kincir turbin. Perputaran kincir turbin menghasilkan energi mekanik yang kemudian digunakan untuk memutar generator. Selanjutnya, generator akan mengonversi energi mekanik menjadi energi listrik.
Energi angin sudah menjadi salah satu sumber energi listrik utama di beberapa negara, seperti Denmark dan Belanda. Adapun di Indonesia, wilayah yang berpotensi besar dimanfaatkan sebagai ladang angin adalah daerah pesisir Pantai Selatan Jawa.
Energi Panas Bumi (Geothermal Energy)
Energi panas bumi diekstraksi dari panas yang tersimpan di dalam inti bumi. Proses ekstraksi umumnya dilakukan melalui sumur yang menembus lapisan batuan panas di bawah permukaan bumi.
Cara kerjanya dimulai dengan memanfaatkan panas bumi untuk memanaskan air hingga menghasilkan uap yang kemudian digunakan untuk memutar turbin dan generator. Perputaran turbin menghasilkan energi mekanik yang selanjutnya dikonversi menjadi energi listrik.
Sebagai negara yang terletak di atas Cincin Api Pasifik, Indonesia mempunyai potensi energi panas bumi yang besar. Maka, pembangkit listrik tenaga panas bumi telah dibangun di beberapa wilayah, seperti Patuha dan Dieng.
Energi Samudra (Ocean Energy)
Sekilas, energi samudra mungkin mirip dengan hydropower karena sama-sama memanfaatkan air. Namun, energi ini secara spesifik memanfaatkan energi kinetik dan panas pada air laut.
Energi samudra bisa diperoleh dari berbagai sumber, mulai dari ombak, arus laut, pasang surut air laut, perbedaan salinitas air tawar dan laut, hingga perbedaan suhu permukaan yang hangat dengan suhu air yang dingin.
Secara teoritis, potensi energi samudra sangatlah besar. Namun, teknologi untuk memanfaatkannya belum sepenuhnya matang. Sistemnya masih dalam tahap pengembangan awal, di mana sejumlah prototipe perangkat gelombang dan arus pasang surut sedang dieksplorasi.
Baca juga: Cara Mengatasi Pencemaran Air untuk Menjaga Kualitas Air
Bioenergi (Bioenergy)

Jika menilik kelima contoh energi alternatif sebelumnya, terlihat jelas bahwa kelima contoh tersebut berasal dari fenomena alam fisik, seperti matahari, angin, air, dan panas bumi. Namun, bioenergi bekerja secara berbeda.
Bioenergi berasal dari bahan organik (biomassa), seperti sisa tanaman, limbah pertanian, kayu, dan kotoran ternak. Bahan-bahan tersebut bisa diolah dengan cara dibakar langsung, gasifikasi, ataupun fermentasi, hingga menghasilkan panas, listrik, serta bahan bakar.
Meskipun melibatkan pembakaran, emisi gas rumah kaca yang dihasilkan cenderung lebih rendah dibandingkan dengan pembakaran bahan bakar fosil seperti minyak dan batu bara.
Setidaknya ada sepuluh sumber bioenergi di Indonesia yang berpotensi besar untuk dikembangkan, seperti tebu, sekam padi, kayu, karet, dan sampah.
Itulah penjelasan mengenai contoh energi alternatif serta potensi pemanfaatannya di Indonesia. Secara keseluruhan, dapat dipahami bahwa energi alternatif berkaitan dengan keterbatasan energi fosil dan meningkatnya kebutuhan manusia akan energi yang berkelanjutan sekaligus ramah lingkungan.
Oleh karena itu, energi alternatif mulai banyak dimanfaatkan karena ketersediaannya yang melimpah dan dampaknya yang lebih minim terhadap lingkungan.
Beralih ke energi alternatif adalah salah satu langkah nyata untuk menunjukkan kepedulian terhadap masa depan Bumi. Apabila kamu ingin menunjukkan kepedulian dengan cara lain, Indonesia Asri adalah wadah yang tepat.
Indonesia Asri merupakan kampanye peduli lingkungan inisiasi Chandra Asri Group. Dengan bergabung di Indonesia Asri, kamu bisa berpartisipasi dalam berbagai program pelestarian lingkungan yang dikemas dengan format yang seru, salah satunya #AksiAsri.
Yuk, daftarkan dirimu menjadi Warga Asri agar secara aktif turut ambil bagian sebagai agen pelestari Bumi!
Baca juga: Pembangkit Listrik Tenaga Sampah: Cara Kerja & Tantangannya
