Table of Contents
Tahukah kamu apa yang dimaksud dengan fast fashion? Fast fashion adalah konsep produksi pakaian yang dibuat secara cepat untuk mengikuti tren yang terus berubah dalam waktu singkat. Karena harus mengejar pergantian tren tersebut, bahan yang digunakan biasanya lebih murah dan kurang berkualitas dibandingkan dengan slow fashion.
Akibatnya, dampak fast fashion semakin terasa, mulai dari menumpuknya limbah tekstil hingga meningkatnya emisi karbon dari industri mode. Untuk memahami lebih jauh, simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Apa Itu Fast Fashion?

Fast fashion adalah pakaian yang diproduksi secara cepat sesuai dengan tren yang terus berganti. Karena harus mengejar tren fashion yang hanya bertahan dalam waktu singkat, bahan yang digunakan pun biasanya berkualitas buruk sehingga tidak tahan lama.
Contoh umum fast fashion adalah industri pakaian yang terus mengeluarkan mode sesuai dengan musim. Ketika musim dingin datang, pabrik akan membuat banyak baju musim dingin. Kemudian, ketika musim panas datang, baju musim dingin akan ditinggalkan dan berganti dengan pakaian musim panas.
Secara umum, Karakter utama fast fashion adalah:
- Tren yang berganti dengan cepat: Perubahan tren yang cepat dan didukung dengan masifnya persebaran informasi di internet membuat pabrik pakaian berlomba-lomba membuat baju yang sedang diminati audiens.
- Produksi yang cepat: Karena harus mengejar tren, pabrik akan membuat baju dengan cepat agar dapat segera dipasarkan sebelum tren usang.
- Penggunaan yang cepat: Tren yang terus berubah membuat baju-baju lebih cepat ketinggalan zaman.
- Penjualan dan pengiriman yang cepat: Dengan semakin berkembangnya internet, banyak baju terjual dan terkirim dengan lebih cepat melalui lokapasar. Terlebih lagi, saat ini, banyak orang yang membeli pakaian karena menginginkannya, bukan karena membutuhkannya.
Baca juga: Limbah Tekstil di Indonesia: Fakta yang Perlu Kamu Tahu
Dampak Fast Fashion bagi Lingkungan dan Sosial
Dengan semakin banyaknya model pakaian saat ini, kamu memang bisa lebih kreatif dalam memadupadankannya. Namun, konsep tren yang cepat ini dapat menimbulkan beberapa dampak, seperti:
Meningkatkan Jumlah Sampah
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, baju hasil fast fashion dibuat dengan kualitas yang kurang baik sehingga lebih cepat rusak. Alhasil, baju akan lebih cepat berakhir di tempat pembuangan sampah.
Selain itu, tren yang terus berganti membuat orang-orang terus membeli baju dan lebih cepat mengabaikan pakaian yang sudah ketinggalan zaman. Ujungnya, baju-baju tersebut akan dibuang dan menjadi sampah.
Merusak Lingkungan
Tahukah kamu? Industri pakaian adalah salah satu industri yang paling banyak menghasilkan polusi dan emisi gas rumah kaca. Menurut Statista, di tahun 2022, industri ini melepaskan 879 juta metrik ton karbon dioksida ke atmosfer.
Bahkan, angka emisi karbon dari industri ini diprediksi akan terus meningkat di tahun 2030, yaitu sekitar 1,2 juta metrik ton lebih banyak, jika tidak segera ditangani.
Kemudian, sebuah penelitian yang dipublikasikan di Science of the Total Environment menunjukkan bahwa jejak karbon dari konsumsi fast fashion 11 kali lebih tinggi dari konsumsi fashion konvensional.
Dengan melanggengkan fast fashion, industri ini mungkin dapat terus menyumbangkan emisi karbon. Lebih parah lagi, banyak pakaian hasil fast fashion yang terbuat dari bahan yang sulit terurai sehingga akan mencemari tanah jika dibiarkan menumpuk di pembuangan akhir.
Mencemari Air
Dampak fast fashion yang selanjutnya adalah mencemari sumber air. Biasanya, industri fast fashion menggunakan zat-zat kimia berbahaya, salah satunya pewarna pakaian, yang dapat mencemari sumber air jika limbahnya tidak diolah dengan baik.
Mengurangi Hak Pekerja
Salah satu hal yang disoroti dari fast fashion adalah hak pekerja. Karena harus terus memproduksi pakaian dalam waktu cepat, pekerja dituntut bekerja lebih keras sehingga berdampak pada kesejahteraan pekerja.
Mendukung Impulsivitas
Industri fast fashion akan terus mengeluarkan pakaian sesuai tren yang ada. Bahkan, mereka mungkin bisa menciptakan desain unik sendiri agar bisa menjadi trendsetter. Hal ini akan mendorong banyak orang untuk berbelanja secara impulsif.
Mengeruk Sumber Daya Alam
Semakin cepat tren fashion berganti, semakin cepat pula laju produksi mode di dunia. Alhasil, semakin banyak pula sumber daya alam yang dikeruk untuk memproduksi pakaian tersebut. Proses produksi mungkin akan membutuhkan lebih banyak air dan serat alami, tetapi tidak dibarengi dengan pemulihan lingkungan, seperti reboisasi.
Baca juga: Cara dan Manfaat Menghemat Listrik untuk Lingkungan dan Finansial
Ciri-Ciri Fast Fashion

Dari sekian banyak tren mode dan jenis fashion, fast fashion memiliki ciri tersendiri yang membedakannya sebagai berikut:
- Kualitas yang kurang baik.
- Harga cenderung lebih murah dari jenis fashion lainnya.
- Memiliki banyak persediaan dan model.
- Selalu mengikuti tren fashion.
- Menggunakan bahan baku yang kurang berkualitas.
- Desainnya selalu berganti dan selalu mengikuti tren saat ini.
- Permintaan pasarnya cukup kuat.
- Periode penjualannya cukup singkat.
- Banyak diproduksi di negara berkembang yang pekerjanya digaji sangat rendah, tetapi harus bekerja sangat keras.
- Audiens akan membelinya, meskipun tidak terlalu membutuhkannya, karena FOMO.
Cara Menghindari Fast Fashion
Agar tidak terus berkeinginan untuk membeli pakaian model terbaru, kamu harus bijak dalam mengelola keinginan dan keuangan. Jika kamu sedang membutuhkan pakaian, kamu bisa melakukan beberapa tips berikut ini:
- Membeli baju slow fashion, seperti pakaian dengan kualitas tinggi yang tidak mudah rusak serta timeless.
- Menerapkan capsule wardrobe atau koleksi pakaian yang mudah dipadupadankan.
- Berbelanja di thrift shop atau toko baju bekas layak pakai.
- Melakukan decluttering baju.
- Menerapkan sustainable fashion.
- Menyewa baju.
- Berbelanja dengan mindful dan tidak impulsif.
Dengan semakin berkembangnya tren mode, kamu harus lebih bijak dalam membeli baju dan mengikuti trennya. Jangan sampai kamu bertindak boros dengan terus membeli baju dan menumpuk baju yang tak terpakai.
Kini kamu sudah memahami bahwa fast fashion adalah tren yang bukan hanya merugikan lingkungan, tetapi juga berdampak pada sosial dan kesejahteraan pekerja. Sebagai konsumen, kamu bisa berkontribusi melalui kebiasaan belanja yang lebih bijak.
Jika ingin berperan aktif menjaga lingkungan, bergabung bersama Indonesia Asri sebagai Warga Asri dapat menjadi langkah nyata. Lewat program seperti #SiPalingSustainable, kamu bisa ikut menerapkan gaya hidup ramah lingkungan untuk masa depan yang lebih hijau.
Segera daftarkan dirimu sekarang dan lakukan yang terbaik untuk masa depan yang lebih hijau!
Baca juga: Memahami Cara Kerja Deinfluencer & Dampaknya bagi Lingkungan









