Table of Contents
Kerusakan hutan adalah salah satu masalah lingkungan yang semakin terlihat dalam kehidupan. Fenomena ini bisa dilihat dari maraknya berita tentang kondisi hutan yang kurang baik dari tahun ke tahun. Ini bisa jadi tanda bahwa alam sedang kehilangan kemampuannya menjaga keseimbangan.
Masalah kerusakan hutan tidak terjadi begitu saja. Ada banyak faktor yang mendorong kondisi tersebut hingga menjadi semakin kompleks. Untuk memahami gambaran besarnya dan melihat bagaimana dampaknya, simak lebih lanjut di artikel ini.
Penyebab Kerusakan Hutan
Kerusakan hutan tidak muncul secara tiba-tiba. Berikut adalah beberapa hal yang menyebabkan hutan mengalami penurunan fungsi:
Penebangan Hutan Ilegal (Illegal Logging)
Penebangan hutan ilegal terjadi ketika pohon ditebang tanpa izin resmi dan tanpa memperhatikan aturan pengelolaan hutan. Illegal logging juga dapat merusak struktur hutan karena pohon-pohon besar yang menjadi penopang ekosistem hilang.
Kebakaran Hutan
Kebakaran dapat dipicu oleh faktor alam maupun ulah manusia, seperti pembukaan lahan untuk dengan cara membakar untuk menghancurkan ribuan hektar hutan dalam waktu singkat.
Selain merusak keanekaragaman hayati, asap yang timbul dari pembakaran hutan juga menyebabkan polusi udara dan gangguan kesehatan masyarakat.
Perambahan Hutan
Perambahan hutan umumnya dilakukan untuk membuka lahan pertanian maupun pemukiman. Namun praktik ini dapat menjadi ancaman baik untuk habitat satwa maupun ekosistem hutan. Dalam jangka panjang, perambahan dapat menurunkan fungsi ekologis hutan.
Salah satu contoh kerusakan hutan akibat perambahan adalah deforestasi yang secara masif dilakukan di Kalimantan Barat. Upaya ini dilakukan demi membuka lahan untuk perkebunan pulp dan sawit.
Perubahan Iklim
Perubahan iklim membuat suhu bumi meningkat dan pola cuaca menjadi tidak menentu sehingga membuat hutan lebih rentan terhadap kekeringan. Kondisi ini mempercepat kerusakan hutan karena vegetasi kehilangan kemampuan beradaptasi.
Serangan Hama dan Penyakit
Hama dan penyakit dapat menyerang pohon serta tanaman hutan, terutama ketika kondisi lingkungan melemah akibat kerusakan sebelumnya. Penyebarannya bisa sangat cepat dan mengakibatkan kematian pohon dalam jumlah besar.
Baca juga: Apa Itu Biodiversitas? Kenali Contoh dan Manfaatnya
Dampak Kerusakan Hutan
Kerusakan hutan menjadi persoalan yang terjadi di berbagai belahan dunia dan sebagian besar dipicu oleh aktivitas manusia. Berdasarkan laporan Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), sekitar 7,8 juta hektar hutan hilang setiap tahun dalam periode 2010-2018.
Selain itu, Global Forest Watch melalui data pencitraan satelit mencatat bahwa pada tahun 2020 saja, kawasan hutan tropis mengalami kehilangan tutupan pohon seluas 12,2 juta hektar.
Dampak kerusakan hutan tidak hanya terlihat pada berkurangnya pepohonan, tetapi juga pada berbagai aspek kehidupan mulai dari keseimbangan ekosistem, kualitas lingkungan, hingga kondisi sosial dan ekonomi masyarakat yang bergantung pada hutan.
Untuk memahami seberapa besar pengaruhnya, berikut beberapa dampak kerusakan hutan yang penting untuk kamu ketahui:
Hilangnya Keanekaragaman Hayati
Kerusakan hutan berpotensi mengganggu keanekaragaman hayati dengan menghilangkan habitat alami bagi berbagai jenis flora dan fauna. Ketidakseimbangan ini juga dapat mengganggu siklus rantai makanan dan stabilitas ekosistem.
Menurunnya Kualitas Sumber Air
Hutan yang sehat berperan sebagai penyaring alami bagi sumber air. Ketika hutan rusak, sedimen dan polutan mudah terbawa ke sungai dan danau. Hal ini mengurangi kualitas air yang digunakan untuk kebutuhan rumah tangga dan pertanian.
Peningkatan Risiko Bencana Alam
Hutan yang rusak tidak mampu menyerap air hujan dengan baik. Akibatnya, risiko terjadinya bencana alam seperti banjir, tanah longsor, dan erosi pun meningkat tajam. Kondisi ini tentu dapat merugikan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan.
Perubahan Iklim yang Semakin Parah
Hutan berperan penting dalam penyerapan karbon dioksida dari atmosfer. Apabila hutan rusak, emisi karbon atau carbon footprint dapat meningkat dan mempercepat pemanasan global. Dampaknya terasa pada kenaikan suhu ekstrem dan ketidakstabilan pola cuaca.
Baca juga: Manfaat Hutan Lindung Bagi Manusia dan Kelestarian Alam
Kerusakan Fungsi Hidrologi
Hutan menjaga keseimbangan siklus air di alam. Ketika hutan rusak, kemampuan tanah menyimpan air menurun dan menyebabkan kekeringan di musim kemarau. Di sisi lain, air mudah melimpah dan menyebabkan banjir saat musim hujan.
Penurunan Kesuburan Tanah
Akar pohon membantu menjaga struktur tanah agar tetap kokoh. Tanpa tutupan hutan, tanah mudah tererosi dan kehilangan nutrisi penting bagi tumbuhan. Pada akhirnya, hal ini akan berdampak pada menurunnya produktivitas lahan yang digunakan untuk pertanian.
Menurunnya Kualitas Udara
Kerusakan hutan menyebabkan berkurangnya jumlah pohon yang berfungsi menyaring polutan dan menghasilkan oksigen. Tanpa tutupan vegetasi yang cukup, kadar karbon di udara meningkat dan kualitas udara menurun.
Terganggunya Ekosistem Satwa Liar
Kerusakan hutan membuat satwa liar kehilangan habitat alami tempat mereka mencari makan dan berkembang biak. Akhirnya, banyak hewan pun terpaksa berpindah ke area pemukiman untuk mencari sumber makanan atau tempat berlindung.
Hilangnya Sumber Penghidupan Masyarakat Lokal
Banyak masyarakat adat dan komunitas lokal bergantung pada hutan untuk pangan, obat, dan ekonomi. Kerusakan hutan mengurangi akses terhadap sumber daya alam. Apabila hal ini terjadi, kondisi sosial dan ekonomi mereka pun semakin rentan.
Cara Menangani Kerusakan Hutan
Untuk memulihkan fungsi hutan yang telah rusak, diperlukan berbagai upaya yang terencana dan berkelanjutan. Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menangani kerusakan hutan:
Rehabilitasi Hutan
Rehabilitasi hutan dilakukan dengan menanam kembali pohon di area yang telah mengalami kerusakan agar tutupan lahannya pulih. Proses ini biasanya melibatkan penanaman spesies pohon lokal yang cocok dengan kondisi ekologis wilayah tersebut.
Reklamasi Hutan
Reklamasi hutan berfokus pada pemulihan kawasan hutan yang rusak akibat kegiatan pertambangan, pembangunan, atau penggunaan lahan lainnya. Upaya ini mencakup perbaikan struktur tanah, penanaman vegetasi, dan pengendalian erosi.
Restorasi Hutan
Restorasi hutan bertujuan untuk mengembalikan kondisi hutan sedekat mungkin dengan keadaan aslinya sebelum mengalami kerusakan. Upaya ini biasanya melibatkan penanaman spesies asli, pengendalian hama, dan perlindungan terhadap satwa liar secara bertahap.
Pada dasarnya, kerusakan hutan adalah masalah yang tidak bisa dianggap sepele karena berdampak langsung pada keseimbangan lingkungan dan kehidupan manusia.
Memahami penyebab, dampak, serta upaya penanganannya menjadi langkah penting untuk mendorong kontribusi lebih dalam menjaga kelestarian hutan.
Jika kamu ingin berkontribusi lebih jauh dalam menjaga kelestarian hutan Indonesia, kamu bisa bergabung dengan Indonesia Asri dan mengambil bagian dalam kampanye #AksiAsri.
Melalui program ini, kamu bisa mengikuti banyak challenge yang mendukung upaya pelestarian hutan dan berkesempatan mendapatkan hadiah saat berpartisipasi dalam setiap challenge.
Yuk, daftarkan dirimu sekarang dan jadilah Warga Asri yang berperan aktif dalam menjaga kelestarian hutan Indonesia demi bumi yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan!
Baca juga: Ragam Manfaat Hutan Mangrove bagi Manusia dan Lingkungan
