Inti Pembahasan
- Eco enzyme adalah cairan serbaguna yang berasal dari proses fermentasi bahan organik, air, dan molase.
- Eco enzyme memiliki banyak manfaat bagi lingkungan, seperti mengendalikan hama dan menghilangkan bau tidak sedap.
- Cara membuat eco enzyme sangatlah mudah, yaitu mencampur sampah organik dengan air dan gula, lalu membiarkannya terfermentasi.
Eco enzyme adalah cairan kecokelatan yang dihasilkan dari proses fermentasi campuran bahan organik, air, dan gula. Selama proses fermentasi, campuran tersebut menghasilkan berbagai senyawa, seperti enzim, asam asetat, alkohol, dan senyawa lainnya yang membuat eco enzyme dapat dimanfaatkan untuk berbagai keperluan.
Manfaat eco enzyme pun cukup beragam, mulai dari membantu mengurangi timbunan sampah organik hingga menjadi alternatif cairan pembersih untuk kebutuhan sehari-hari. Cairan ini juga memiliki sejumlah kegunaan lain yang menarik untuk diketahui.
Lantas, apa saja manfaat eco enzyme dan bagaimana cara membuatnya? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini
Manfaat Eco Enzyme

Eco enzyme memiliki banyak manfaat bagi lingkungan dan tanaman, seperti menjadi pupuk tanaman, cairan pembersih, dan masih banyak lagi. Cermati penjelasannya berikut ini:
Sebagai Pupuk Organik
Enzim dan bahan organik dalam cairan ini dapat mendorong penyerapan nutrisi sehingga tanaman dapat berkembang dengan baik. Namun, meski bermanfaat bagi tanaman, bukan berarti kamu bisa menuangkan eco enzyme langsung ke atas tanaman karena cairan ini bersifat asam sehingga dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Agar lebih aman, kamu bisa melarutkan sekitar 50 ml eco enzyme dengan air, baru menyiramnya pada tanaman.
Sebagai Cairan Pembersih
Eco enzyme juga dapat menjadi cairan pembersih, mulai dari mencuci buah dan sayur, hingga mengepel lantai. Meski begitu, daya bersihnya mungkin tidak sekuat cairan pembersih yang sudah teruji klinis.
Perlu diingat bahwa larutan eco enzyme hanya perlu disiapkan ketika hendak mencuci atau mengepel lantai. Hindari mendiamkan larutan eco enzyme terlalu lama karena bakteri akan terus tumbuh dan dapat merusak cairan pembersih.
Mengurangi Limbah Organik
Manfaat eco enzyme untuk lingkungan adalah mengurangi limbah organik, khususnya yang diproduksi oleh rumah tangga. Tak jarang sampah organik seperti kulit buah, bonggol sayur, dan sisa-sisanya hanya berakhir tak terkelola di tempat pembuangan akhir. Namun, kini kamu bisa mengolah limbah organik tersebut menjadi eco enzyme dan memperpanjang masa gunanya.
Sebagai Pengusir Hama dan Serangga
Kemudian, manfaat eco enzyme untuk tanaman, selain menjadi pupuk organik, adalah sebagai pengendali hama. Cairan eco enzyme memiliki aroma yang kuat sehingga serangga enggan mendekati tanaman. Alhasil, kamu bisa mengendalikan hama tanpa membunuhnya maupun meninggalkan residu berbahaya.
Untuk memanfaatkan eco enzyme sebagai pengendali hama, kamu bisa mencampurkan cairan 15 ml eco enzyme dengan sekitar 500 ml air ke dalam botol semprot. Setelah itu, kocok hingga merata dan semprotkan ke sekitar tanaman atau area yang sering didatangi serangga.
Mengurangi Bau Tidak Sedap
Aroma eco enzyme mungkin tidak disukai oleh serangga, tetapi aromanya cukup menyegarkan untuk mengurangi bau tidak sedap dari saluran air, tempat sampah, maupun toilet. Meski begitu, efektivitas dalam menghilangkan bau secara keseluruhan masih perlu dikaji lebih lanjut.
Baca juga: Pengelolaan Sampah Organik: Pahami Manfaat hingga Contohnya
Alat dan Bahan untuk Membuat Eco Enzyme
Kini kamu sudah mengetahui manfaat eco enzyme bagi lingkungan dan tanaman. Jika kamu tertarik membuatnya, kamu bisa menyiapkan alat dan bahannya tergantung pada seberapa banyak eco enzyme yang ingin dibuat. Umumnya, eco enzyme memiliki rasio 10 (air) : 1 (gula) : 3 (sampah organik). Berikut adalah resepnya:
Alat yang perlu disiapkan:
- Wadah yang memiliki tutup, seperti botol plastik atau galon. Sesuaikan ukurannya dengan jumlah eco enzyme yang akan dibuat.
- Timbangan.
- Spidol, penggaris, dan selotip.
Bahan baku eco enzyme:
- 10 liter air.
- 1 kg gula merah atau gula aren.
- 3 kg sampah organik yang sudah dipotong kecil, seperti kulit buah atau sisa sayuran. Kamu bisa menggunakan kulit buah pepaya, semangka, apel, jeruk, dan lain-lain.
Cara Membuat Eco Enzyme

Setelah mengumpulkan alat dan bahan, kamu bisa mulai membuat eco enzyme. Simak caranya berikut ini:
- Siapkan wadah eco enzyme, misalnya galon plastik.
- Masukkan 1 kg gula dan 10 liter air ke dalam galon, lalu aduk hingga tercampur sempurna.
- Masukkan 3 kg sampah organik yang sudah dipotong kecil ke dalam galon berisi campuran air gula. Jika kamu menyukai aroma yang menyegarkan, tambahkan kulit jeruk atau serai ke dalamnya. Hindari memenuhi wadah agar gas fermentasi dapat terbentuk dan mengembang.
- Tutup galon, tetapi jangan sampai rapat untuk memberikan ruang bagi gas untuk keluar.
- Beri label tanggal pembuatan serta tandai ketinggian air pertama dengan spidol atau selotip kertas.
- Simpan di tempat yang teduh, sejuk, dan tidak terpapar sinar matahari.
- Pada sebulan pertama, buka penutup galon setiap 2 hari sekali dan aduk campuran eco enzyme untuk melepaskan gas serta memasukkan lebih banyak oksigen yang dapat mendukung proses fermentasi.
- Biarkan selama dua bulan untuk melanjutkan proses fermentasi, tetapi aduk campuran bahan setiap 2 minggu sekali. Jangan lupa untuk sesekali membuka tutup galon untuk mencegah penumpukan gas.
- Setelah 3 bulan, eco enzyme seharusnya sudah berwarna cokelat pekat dan siap dimanfaatkan.
- Keluarkan semua limbah organik dan simpan cairan eco enzyme ke dalam botol plastik yang lebih kecil agar mudah disimpan dan digunakan. Sampah organik sisa fermentasi dapat digunakan sebagai kompos tanaman.
Baca juga: Cara Pengolahan Sampah Anorganik dan Jenis-Jenisnya!
Hal yang Perlu Diperhatikan Saat Membuat dan Memanen Eco Enzyme
Dalam membuat dan memanen eco enzyme, kamu perlu memerhatikan berbagai hal, di antaranya;
- Hindari menggunakan wadah kaca karena tekanan gas hasil fermentasi berisiko membuat wadah retak atau pecah. Wadah logam juga sebaiknya dihindari karena rentan bereaksi dengan cairan asam hasil fermentasi.
- Sampah yang digunakan hanyalah sampah organik, seperti sisa buah dan sayur, sehingga tidak termasuk sampah anorganik (kertas, kaleng, atau kaca). Namun, jangan menggunakan sampah organik yang sudah membusuk atau berjamur.
- Idealnya, eco enzyme yang sudah matang akan berwarna cokelat tua. Jika berwarna hitam, kamu bisa menambahkan gula sebanyak yang digunakan pada awal fermentasi untuk memulai ulang prosesnya.
- Kamu bisa mengisi sampah secara berkala jika belum memiliki 3 kg (atau rasio lainnya) sampah organik. Perhitungan 3 bulan fermentasi dimulai sejak sampah terakhir dimasukkan ke dalam wadah.
- Munculnya lapisan putih, cokelat, atau hitam bukanlah hal buruk, begitu pula dengan kemunculan lalat atau cacing. Biarkan proses fermentasi berjalan karena reaksi kimianya akan melarutkan serangga. Namun, jika muncul jamur berwarna hitam, kemungkinan proses fermentasi gagal dan perlu diulang.
Ceritakan Eco Enzyme Buatanmu di Jejak Asri!
Membuat eco enzyme adalah salah satu upaya mengolah sampah organik agar terus memiliki nilai guna dan tidak berakhir di tempat pembuangan sampah. Jika kamu pernah membuat eco enzyme, bagikan pengalamanmu di Jejak Asri untuk mengajak lebih banyak orang mengolah sampah organik!
Jejak Asri adalah ruang inspiratif untuk semua orang yang ingin menginspirasi gaya hidup yang lebih berkelanjutan. Kamu bisa mengirimkan cerita terbaikmu sebelum 16 Oktober 2026 dan berkesempatan memenangkan hadiah jutaan rupiah (syarat dan ketentuan berlaku).
Daftarkan dirimu dan bagikan ceritamu dengan Indonesia Asri sekarang! Jangan sampai ketinggalan, ya!
Baca juga: 8 Cara Pengelolaan Sampah Rumah Tangga yang Tepat
Frequently Asked Questions (FAQ)
Berikut adalah beberapa pertanyaan yang kerap ditanyakan seputar eco enzyme:
1. Berapa Lama Eco Enzyme Bisa Digunakan?
Selama disimpan dengan benar, eco enzyme dapat digunakan kapan saja dan bertahan untuk waktu yang lama tanpa dimasukkan ke dalam lemari pendingin.
2. Apa Ciri-Ciri Eco Enzyme Berhasil?
Proses fermentasi yang berhasil akan menghasilkan lapisan putih di permukaan eco enzyme, sementara eco enzyme yang sukses akan berwarna cokelat gelap.
3. Apakah Eco Enzyme Bisa Membunuh Bakteri?
Belum ada klaim medis atau penelitian yang menyatakan bahwa eco enzyme dapat membunuh bakteri atau virus penyebab penyakit secara menyeluruh, sehingga tidak dapat menjadi pengganti absolut disinfektan yang telah teruji secara klinis.