Table of Contents
Perubahan iklim terus menjadi perhatian dunia karena berdampak pada kondisi Bumi seiring berjalannya waktu. Setiap tahun, suhu Bumi terus meningkat akibat berbagai aktivitas manusia. Lalu, apa saja penyebab perubahan iklim dan bagaimana cara memitigasinya? Temukan jawabannya berikut ini.
Penyebab Perubahan Iklim

Perubahan iklim adalah perubahan suhu dan cuaca di Bumi dalam jangka panjang akibat faktor alami dan aktivitas manusia. Namun, sejak revolusi industri, sebagian besar perubahan iklim disebabkan oleh aktivitas manusia. Berikut adalah penyebab perubahan iklim yang harus diperhatikan:
Emisi Gas Rumah Kaca
Tahukah kamu? Our World in Data menekankan bahwa penyebab utama perubahan iklim saat ini adalah emisi gas rumah kaca. Hal ini disebabkan oleh aktivitas manusia yang menghasilkan emisi, seperti pembakaran bahan bakar fosil untuk pembangkit listrik, proses manufaktur, dan transportasi.
Gas-gas yang dihasilkan oleh aktivitas-aktivitas tersebut, seperti nitrogen oksida, metana, dan karbon dioksida, memerangkap panas di atmosfer Bumi sehingga meningkatkan suhu rata-rata di seluruh dunia. Jika dibiarkan, kondisi ini akan berujung pada pemanasan global.
Lantas, dari mana peningkatan emisi gas rumah kaca berasal? Selain aktivitas-aktivitas yang telah disebutkan di atas, peningkatan emisi juga dapat disebabkan oleh deforestasi, penggunaan pupuk yang mengandung nitrogen, peningkatan jumlah hewan ternak, serta penggunaan gas terfluorinasi untuk pendingin ruangan, lemari pendingin, insulasi, dan kaleng semprot.
Pemanasan Global
Tahun 2015 sampai 2024 merupakan tahun-tahun terhangat yang pernah tercatat dalam sejarah. Menurut Copernicus, suhu rata-rata global pada tahun 2024 setara dengan 1,60 derajat Celsius di atas perkiraan suhu tahun 1850–1900 (tingkat praindustri). Bahkan, tahun 2024 menjadi tahun pertama dengan suhu lebih dari 1,5 derajat Celsius di atas tingkat praindustri.
Padahal, peningkatan suhu 2 derajat Celsius dibandingkan dengan masa praindustri dapat menyebabkan dampak negatif pada kesehatan manusia dan alam, termasuk perubahan ekstrem pada lingkungan.
Tahun 2024 juga tercatat sebagai tahun terpanas untuk masing-masing Belahan Bumi Utara dan Selatan, tahun terpanas untuk wilayah darat dan laut, serta kandungan panas laut bagian atas tertinggi dalam catatan, menurut National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA).
Pemanasan global adalah hal serius yang harus diperhatikan. Suhu rata-rata permukaan Bumi berfungsi sebagai indikator keseimbangan energi, lebih tepatnya, seberapa banyak sinar matahari yang diserap Bumi dikurangi dengan seberapa banyak panas yang dilepaskan kembali ke luar angkasa.
Pada dasarnya, suhu rata-rata permukaan Bumi cenderung berada dalam kondisi seimbang. Walau begitu, ketika terjadi ketidakseimbangan, Bumi akan mendingin atau memanas. Saat ini, Bumi cenderung memanas sehingga menyerap lebih banyak energi dibandingkan dengan yang dilepaskan ke luar angkasa. Alhasil, proses ekologi, kondisi lingkungan, dan keberlangsungan hidup makhluk di atas Bumi mulai terancam.
Baca juga: Penyebab Gas Rumah Kaca: Dampak, Efek, dan Cara Mencegahnya
Deforestasi
Sebagaimana diuraikan sebelumnya, deforestasi berkontribusi pada peningkatan jumlah emisi gas rumah kaca di atmosfer. Perlu diketahui bahwa pohon-pohon di hutan memiliki peran penting dalam menjaga iklim, yaitu menyerap karbon dioksida di atmosfer untuk kebutuhan fotosintesis.
Dengan menebangnya, jumlah pohon yang dapat menyerap karbon dioksida akan berkurang sehingga konsentrasi emisi gas rumah kaca di atmosfer akan meningkat. Karbon yang sudah diserap oleh pohon juga akan terlepas ke atmosfer ketika pohon ditebang.
Proses Produksi Makanan, Pertanian, dan Peternakan
Proses produksi makanan dari hewan ternak ternyata melepaskan gas metana ke atmosfer. Lebih lanjut, tanah yang diberi pupuk nitrogen akan menghasilkan nitrogen oksida. Dengan kata lain, makin besar produksi makanan, makin tinggi emisi yang dihasilkan karena kebutuhan pupuk, hewan ternak, dan lahan yang bertambah.
Penggunaan Klorofluorokarbon (CFC)
CFC adalah senyawa kimia sintetis yang sering ditemukan pada pendingin ruangan (AC) dan kaleng semprot aerosol. Meski begitu, ternyata CFC dapat merusak lapisan ozon dan meningkatkan emisi gas rumah kaca. Saat ini, penggunaan CFC telah dilarang.
Faktor Alami
Perubahan iklim juga dapat disebabkan oleh faktor alami, seperti aktivitas gunung berapi dan perubahan radiasi matahari. Namun, dampaknya relatif lebih kecil dibandingkan dengan aktivitas manusia.
Dampak Perubahan Iklim

Perubahan iklim merupakan masalah serius karena dapat memberikan dampak yang signifikan terhadap kelangsungan hidup manusia dan makhluk hidup lainnya. Adapun dampak perubahan iklim adalah sebagai berikut:
- Melelehnya lapisan es di Antarktika, Arktik, dan Greenland.
- Berubahnya pola cuaca.
- Meningkatnya suhu Bumi secara global.
- Naiknya suhu dan permukaan air laut.
- Frekuensi cuaca ekstrem makin sering.
- Meningkatnya risiko penyakit menular.
- Meningkatnya potensi ancaman ketahanan pangan.
- Gelombang panas.
- Mengubah ketersediaan air yang dapat mengakibatkan kekeringan panjang.
- Punahnya beberapa spesies laut dan darat akibat kegagalan beradaptasi dengan perubahan iklim.
- Ancaman sosial dan ekonomi, seperti pengangguran dan kemiskinan.
Baca juga: Kenali Dampak Perubahan Lingkungan dan Cara Mengatasinya
Cara Memitigasi Perubahan Iklim
Selain mengetahui dampak dan faktor penyebab perubahan iklim, kamu juga harus memahami cara mengatasinya. Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi perubahan iklim, seperti:
- Membatasi emisi gas rumah kaca dengan beralih ke energi terbarukan yang rendah emisi, mengurangi deforestasi, dan lebih hemat energi.
- Meningkatkan efisiensi energi di berbagai sektor.
- Mendukung reforestasi.
- Membangun infrastruktur yang memadai untuk beradaptasi dengan kondisi perubahan iklim.
- Mengembangkan teknologi yang mendukung penghematan energi, seperti sistem baterai dan energy management system (EMS).
- Memilih transportasi umum dibandingkan dengan kendaraan pribadi.
- Menghemat sumber daya dan energi, seperti mematikan alat elektronik saat tidak dipakai dan menggunakan air secukupnya.
- Hindari membuang-buang makanan dan bahan pangan.
- Kurangi produksi sampah dan limbah.
- Sesuaikan suhu pendingin ruangan agar tidak mengonsumsi banyak energi.
Mari Kurangi Dampak Pemanasan Global dengan Aksi Berkelanjutan bersama #AksiAsri
Pemanasan global dan perubahan iklim harus menjadi perhatian semua orang karena dapat memengaruhi keberlangsungan hidup dan kelestarian lingkungan. Bersama Indonesia Asri, kamu bisa melakukan berbagai upaya untuk menjaga lingkungan, seperti memilah sampah bersama Operasi Semut dan menerapkan prinsip ekonomi sirkular dalam kehidupan sehari-hari melalui program #AksiAsri lainnya.
Jangan sampai kita dan anak-anak kita nanti kehilangan tempat bernaung yang paling indah, yaitu Bumi, serta mengalami ancaman kesehatan akibat pemanasan global dan perubahan iklim! Jadilah orang pertama di sekitarmu yang peduli terhadap lingkungan dan ajak lebih banyak orang untuk turut menjaga kelestariannya.
Jika kamu tertarik untuk memberikan kontribusi terbaik pada alam, daftarkan dirimu menjadi Warga Asri sekarang serta raih wawasan baru soal semangat keberlanjutan!