Table of Contents
Sungai yang rusak dan penuh pencemaran membawa dampak negatif bagi kehidupan. Air yang seharusnya menjadi sumber kebutuhan justru bisa memicu banjir, kekeringan, hingga rusaknya ekosistem di sekitarnya.
Kondisi sungai yang rusak bisa memengaruhi kesejahteraan masyarakat, mulai dari kesehatan hingga aktivitas ekonomi. Oleh karena itu, rehabilitasi sungai menjadi langkah penting untuk memulihkan aliran air agar kembali berfungsi dengan baik.
Untuk mengetahui apa itu rehabilitasi sungai dan cara menanggulangi pendangkalan sungai, simak artikel ini sampai selesai.
Apa Itu Rehabilitasi Sungai?

Rehabilitasi sungai adalah upaya untuk mengembalikan kondisi sungai agar lebih sehat dan berfungsi dengan baik. Proses ini meliputi berbagai tindakan, seperti memperbaiki aliran air yang tersumbat, menata kembali bentuk sungai yang rusak, meningkatkan kualitas air, serta melindungi dan memulihkan kehidupan tumbuhan dan hewan di sekitarnya.
Dengan langkah-langkah tersebut, sungai dapat kembali mendukung ekosistem dan kebutuhan manusia secara seimbang. Berdasarkan Laporan Resmi KLHK/KLH tahun 2024, kondisi kualitas air sungai di Indonesia masih perlu perhatian serius. Sekitar 63,7% sungai termasuk kategori cemar ringan, menunjukkan adanya gangguan pada kualitas air meskipun belum parah.
Sebanyak 25% sungai memiliki kualitas baik atau memenuhi standar mutu air kelas dua, sementara 10,6% tergolong cemar sedang yang membutuhkan intervensi lebih intensif. Hanya 0,7% sungai yang masuk kategori cemar berat, tetapi kondisi ini tetap menjadi peringatan bagi pengelolaan sungai ke depan.
Data tersebut menekankan bahwa rehabilitasi sungai bukan sekadar upaya memperbaiki kondisi fisik sungai, tetapi juga menjaga kelestarian ekosistem, meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekitar, dan memastikan sungai tetap menjadi sumber daya yang bermanfaat untuk masa depan.
Akibat Lalai dalam Rehabilitasi Sungai
Kondisi sungai yang terlantar dan kurang mendapatkan perhatian dalam proses rehabilitasi tidak hanya berdampak secara langsung pada kualitas air, tetapi juga menimbulkan rangkaian masalah lingkungan yang lebih luas. Berikut ini uraian lebih detail mengenai dampak-dampak tersebut:
Pencemaran Berkepanjangan
Apabila rehabilitasi sungai tidak dilakukan dengan benar, pencemaran sungai akan terus terjadi dan bahkan bisa makin parah. Akibatnya, banyak hewan air yang akan terancam dan ekosistem sungai menjadi rusak yang menyebabkan rantai makanan terganggu.
Kematian hewan air biasanya disebabkan polutan seperti logam berat, pestisida, atau bahan kimia berbahaya. Beberapa polutan bisa merusak insang ikan, membuat mereka kesulitan menyerap oksigen, dan akhirnya mati dalam jumlah besar.
Sedimentasi Meningkat
Sedimentasi adalah proses menumpuknya pasir, lumpur, dan bahan organik di dasar sungai. Proses ini bisa terjadi secara alami, misalnya karena aliran air membawa material dari hulu, atau karena aktivitas manusia seperti pembangunan dan penggundulan lahan.
Sungai yang tidak direhabilitasi dapat meningkatkan risiko terjadinya erosi dan sedimentasi. Secara umum, erosi merupakan proses terlepas atau terbawanya tanah yang membuatnya mengendap di beberapa tempat. Adapun endapan tanah yang berlebih dan tetap berada di sungai disebut sebagai sedimentasi.
Jika tidak ada upaya untuk mengendalikan erosi dan sedimentasi, tumpukan tanah dan lumpur akan terus menumpuk. Akibatnya, sungai menjadi dangkal, kapasitas tampung air berkurang, aliran air terhambat, dan risiko banjir pun meningkat, terutama saat hujan deras.
Baca juga: Inilah 5 Contoh Aksi Penghijauan Lingkungan dan Manfaatnya
Kerusakan Habitat
Apabila habitat alami di sungai tidak dipulihkan dengan baik, banyak tanaman dan hewan yang hidup di sana berisiko mengalami kepunahan lokal. Selain itu, pencemaran nutrisi seperti nitrogen dan fosfor bisa membuat alga berbahaya tumbuh terlalu banyak.
Sebagai informasi, alga yang dimaksud berbahaya mencakup alga biru-hijau (sianobakteri) yang dapat melepaskan racun dan berdampak pada makhluk hidup di lingkungan sekitar. Alga ini juga bisa menutupi permukaan air, menghalangi cahaya matahari, dan mengurangi oksigen di air. Akibatnya, hewan dan organisme lain di sungai kesulitan bernapas dan bisa mati.
Peningkatan Risiko Bencana Alam
Sungai yang kotor dengan banyak endapan akan lebih mudah terkena banjir, kekeringan, dan longsor. Banjir terjadi karena dasar sungai yang dangkal membuat sungai tidak bisa menampung air saat hujan deras, sehingga air meluap.
Penyempitan aliran sungai dan tanggul yang rusak juga bisa memperparah banjir, menimbulkan kerugian harta dan korban jiwa. Air yang tersisa di sungai dangkal lebih cepat menguap sehingga persediaan air berkurang. Selain itu, aliran air yang deras bisa merusak tepi sungai, membuat tanah tidak stabil dan mudah longsor.
Memicu Perubahan Iklim
Kerusakan sungai tidak hanya merusak ekosistemnya, tetapi juga bisa mengubah iklim kecil di sekitarnya. Saat sungai rusak, siklus air alami terganggu karena proses penguapan, terbentuknya awan, dan hujan menjadi tidak seimbang.
Akibatnya, hujan di sekitar sungai bisa menjadi lebih sering atau lebih jarang, dan suhu udara bisa naik atau turun secara drastis. Perubahan ini memengaruhi kelembapan udara dan arah angin, sehingga meningkatkan risiko kekeringan atau banjir, serta mengubah jenis tanaman dan hewan yang dapat hidup di daerah tersebut.
Baca juga: Deforestasi: Pengertian, Dampak, dan Cara Mengatasinya
Cara Menanggulangi Pendangkalan Sungai

Untuk memperbaiki kondisi sungai, dibutuhkan kerja sama dari berbagai pihak dengan pendekatan yang menyeluruh. Berikut panduan tentang bagaimana melakukan rehabilitasi sungai yang bisa diterapkan secara efektif:
- Mengendalikan pencemaran, misalnya dengan mengawasi pembuangan limbah dan memberi sanksi bagi yang melanggar. Langkah ini menjadi dasar agar sungai tidak terus rusak karena polusi.
- Melakukan konservasi tanah dan air, karena kegiatan seperti menanam pohon, membuat terasering, serta sumur resapan membantu mengurangi erosi dan meningkatkan penyerapan air ke tanah. Dengan begitu, aliran sungai tetap lancar dan risiko banjir bisa dikurangi.
- Memulihkan ekosistem sungai, sebab menanam kembali tumbuhan di tepi sungai tidak hanya memperbaiki kualitas air tetapi juga menyediakan habitat bagi berbagai hewan. Ekosistem yang sehat mendukung kehidupan flora dan fauna di sekitarnya.
- Meningkatkan kesadaran masyarakat sehingga melalui edukasi dan sosialisasi, masyarakat bisa terlibat langsung, misalnya ikut bersih-bersih sungai atau membentuk kelompok peduli sungai. Partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci keberhasilan semua upaya rehabilitasi.
Itulah penjelasan mengenai rehabilitasi sungai hingga cara menanggulangi pendangkalan sungai. Memahami penyebab dan dampaknya dapat membantu memberikan pemahaman dan menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga sungai tetap bersih dan sehat.
Upaya bersama, mulai dari pengendalian pencemaran, konservasi tanah dan air, pemulihan ekosistem, hingga partisipasi aktif masyarakat, menjadi kunci agar sungai dapat berfungsi dengan baik sebagai sumber kehidupan dan mencegah bencana lingkungan.
Kamu juga bisa ikut ambil bagian dalam upaya untuk menjaga kelestarian lingkungan bersama Indonesia Asri. Melalui program #AksiAsri, banyak kegiatan seru dan bermanfaat yang bisa kamu lakukan, seperti menanam pohon di sepanjang sungai, belajar tentang lingkungan, dan terlibat langsung dalam pelestarian ekosistem air.
Yuk, segera bergabung sebagai Warga Asri, dan bersama-sama kita bisa menjaga sungai tetap bersih, airnya sehat, dan lingkungannya lestari untuk masa depan!
Baca juga: Alasan Mengapa Kita Harus Menghemat Air. Ini Manfaatnya!
