Table of Contents
Tak bisa dimungkiri, banyak aktivitas dalam kehidupan manusia masih bergantung pada energi fosil, salah satunya penggunaan transportasi berbahan bakar minyak. Padahal, penggunaan energi fosil berlebihan berisiko memicu berbagai dampak serius, baik terhadap kesehatan manusia maupun keberlangsungan lingkungan.
Melihat fenomena ini, memahami konsep renewable energy adalah sebuah titik balik penting. Untuk memahami peran renewable energy dalam memastikan keberlangsungan kehidupan sehari-hari, simak pembahasan di bawah ini!
Apa Itu Renewable Energy?
Renewable energy atau energi terbarukan adalah energi yang bersumber dari alam dan dapat pulih secara alami. Alhasil, sumber energi ini tidak akan habis dan semua makhluk hidup bisa memanfaatkannya terus menerus. Di Indonesia, potensi renewable energy tergolong besar dan beragam, mulai dari energi surya hingga tenaga air.
Potensi tersebut menjadi modal penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil seperti batu bara, minyak bumi, dan gas alam. Sebab, energi fosil bersifat terbatas, membutuhkan waktu pembentukan hingga jutaan tahun, serta berisiko menimbulkan dampak ekologis yang serius.
Jenis-Jenis Renewable Energy

Jenis renewable energy bisa dibedakan dari berbagai sumbernya. Berikut ini jenis-jenis energi terbarukan yang perlu Warga Asri ketahui:
Energi Angin (Wind Energy)
Energi angin memanfaatkan energi kinetik dari udara yang bergerak menggunakan turbin angin besar. Umumnya, turbin dipasang di darat (onshore) maupun di laut (offshore). Turbin angin mampu menghasilkan listrik yang kemudian dialirkan ke jaringan listrik (grid) untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, industri, dan komersial.
Lokasi terbaik untuk menghasilkan energi angin adalah tempat-tempat terpencil seperti di lepas pantai. Pasalnya, angin di tempat ini umumnya lebih kencang dan konsisten.
Energi Air (Hydropower)
Jenis energi terbarukan kedua adalah energi air yang bisa didapatkan dari danau, sungai, atau waduk. Energi air bekerja dengan memanfaatkan kincir air dan generator.
Pertama, kincir air dipasang di area dengan aliran air yang deras. Kondisi ini membuat kincir berputar, lalu menghasilkan energi kinetik. Selanjutnya, energi kinetik akan memutar generator dan menghasilkan listrik. Namun, perlu dicatat bahwa operasional pembangkit listrik tenaga air sangat bergantung pada pola curah hujan yang stabil.
Energi Panas Bumi (Geothermal Energy)
Energi panas bumi memanfaatkan panas yang berasal dari inti bumi, biasanya bersuhu sekitar 5500 ℃ . Panas ini diambil dari reservoir panas bumi melalui pengeboran sumur atau metode lainnya.
Setelah panas dan fluida (air atau uap) dipompa ke permukaan, energi panas tersebut dapat menggerakkan turbin. Selanjutnya, turbin akan bergerak, lalu memutar generator dan menghasilkan listrik.
Baca juga: Piramida Ekologi: Jenisnya dan Cara Menjaga Ekosistem
Energi Surya (Solar Energy)
Di antara jenis-jenis energi terbarukan, energi surya merupakan sumber energi paling melimpah di Bumi. Bahkan, jumlah energi matahari yang diterima Bumi jauh lebih besar, yaitu sekitar 10.000 kali dibandingkan total energi yang dikonsumsi manusia saat ini.
Maka, tak heran jika Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (KESDM) menempatkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di urutan pertama untuk memenuhi permintaan energi listrik yang terus meningkat. KESDM memproyeksikan kapasitas PLTS hingga 108,7 GW pada tahun 2060, jauh di atas PLTB, PLTAL, PLTA, dan jenis pembangkit lainnya.

Proses pengubahan energi matahari menjadi energi listrik melibatkan dua metode utama, yaitu panel fotovoltaik (PV) dan sistem cermin (concentrated solar power). Metode PV mengonversi cahaya matahari langsung menjadi listrik, sedangkan sistem cermin memusatkan radiasi matahari untuk menghasilkan energi.
Biomassa
Biomassa merupakan jenis energi terbarukan yang berasal dari organisme, seperti rumput, arang, kayu, dan kotoran hewan. Biomassa terbagi menjadi biomassa tradisional dan modern.
Biomassa tradisional biasanya digunakan di pedesaan untuk keperluan memasak, penerangan, dan pemanasan ruangan. Adapun biomassa modern melibatkan tanaman khusus yang ditanam untuk energi ataupun limbah dari pertanian dan kehutanan.
Sebenarnya, cara pengolahan biomassa yang paling umum adalah dengan dibakar langsung. Proses ini menghasilkan emisi gas yang lebih kecil dibandingkan pembakaran bahan bakar fosil.
Energi Laut (Ocean Energy)
Ocean energy berasal dari energi kinetik dan energi panas yang terkandung dalam air laut. Energi laut diperoleh dari beberapa sumber, di antaranya pasang surut air laut, ombak, arus laut, perbedaan salinitas air tawar dan laut, serta perbedaan suhu permukaan laut yang hangat dengan air laut yang dingin.
Energi laut menjadi sumber energi terbarukan yang melimpah karena luas lautan menutupi lebih dari 70% permukaan bumi. Namun, saat ini teknologi energi laut masih dalam tahap awal pengembangan agar bisa diandalkan dan berkontribusi signifikan pada transisi global.
Baca juga: Pembangkit Listrik Tenaga Sampah: Cara Kerja & Tantangannya
Contoh Renewable Energy

Setelah memahami jenis-jenis renewable energy, kenali juga contoh energi terbarukan yang sudah diterapkan di beberapa belahan dunia berikut ini:
Pembangkit Listrik Tenaga Surya di California
PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) di California, Amerika Serikat merupakan salah satu proyek instalasi panel surya terbesar di dunia. Listrik yang dihasilkan dari PLTS ini mampu memasok kebutuhan jutaan rumah tangga.
Panel surya juga telah dimanfaatkan oleh banyak perusahaan untuk memasok kebutuhan listriknya. Jika perusahaanmu membutuhkannya, Krakatau Chandra Energi, anak perusahaan Chandra Asri Group menyediakan jasa pemasangan panel surya. Pemasangannya melibatkan tiga metode, yaitu Solar Panel On-Grid, Solar Panel Off-Grid, dan Solar Panel Hybrid.
Pembangkit Listrik Tenaga Air di Tiga Ngarai
Bendungan Tiga Ngarai di China merupakan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) terbesar di dunia yang memiliki kapasitas sekitar 22.500 megawatt. Dengan lokasinya di Sungai Yangtze yang merupakan sungai terpanjang di Asia dan dunia, PLTA ini mampu memasok aliran air yang stabil sepanjang tahun.
Produksi Biogas di India
Contoh energi terbarukan berikutnya adalah produksi biogas di India yang dihasilkan dari limbah pertanian dan kotoran ternak. Biogas ini mampu menunjang kebutuhan rumah tangga, terutama di pedesaan. Bahkan, terdapat program SATAT (Sustainable Alternative Towards Affordable Transportation) yang mendorong produksi CBG (Compressed Biogas) untuk sektor otomotif dan industri.
Manfaat Renewable Energy
Jika kamu masih ragu beralih ke energi terbarukan, pahami dulu manfaatnya. Berikut beberapa manfaat energi terbarukan:
- Mengurangi pemanasan global: Penggunaan energi terbarukan dapat mengurangi emisi gas rumah kaca di atmosfer sehingga menahan laju pemanasan global.
- Mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil: Energi terbarukan dengan jumlah yang melimpah membuat pasokan energi tak lagi bergantung pada cadangan fosil yang semakin menipis.
- Menunjang keamanan energi: Renewable energy membantu sebuah negara memenuhi kebutuhan energinya secara stabil sehingga tak perlu mengimpor energi dari negara lain dan meminimalkan risiko geopolitik.
- Meningkatkan kesehatan manusia dan lingkungan: Dengan renewable energy, polusi dan pencemaran lingkungan bisa diminimalkan. Hasilnya, kesehatan manusia dan keasrian lingkungan lebih terjaga.
- Mendorong pertumbuhan ekonomi: Kemandirian energi membuka peluang untuk membuka usaha, memperluas lapangan kerja, serta meningkatkan permintaan barang dan jasa.
Dari penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan renewable energy adalah solusi strategis untuk menjaga Bumi dan seluruh penghuninya. Upaya pelestarian Bumi yang lain juga konsisten dijalankan oleh Indonesia Asri, sebuah gerakan peduli lingkungan inisiasi Chandra Asri Group.
Jika kamu ingin berkontribusi positif untuk Bumi yang lebih sehat, jangan ragu untuk bergabung dengan Indonesia Asri. Beragam program pelestarian lingkungan yang sederhana dikemas dengan format yang fun, seperti #AksiAsri. Saatnya tunjukkan rasa cintamu pada Bumi dengan mendaftarkan diri jadi Warga Asri!
Baca juga: Cara Menghemat Energi Agar Keuangan Lebih Hemat dan Bumi Lebih Lestari