Table of Contents
Hutan mangrove memiliki banyak peran dalam ekosistem, seperti menjaga keseimbangan lingkungan dan melindungi habitat hewan pesisir. Di Indonesia, terdapat banyak spot ekowisata mangrove yang bisa disambangi.
Ingin tahu fungsi ekowisata mangrove dan rekomendasinya di Indonesia? Simak artikel ini hingga akhir!
Apa Itu Ekowisata Mangrove?
Ekowisata mangrove adalah destinasi pariwisata yang menggabungkan aksi pelestarian lingkungan dengan kegiatan jelajah alam. Menariknya, Indonesia memiliki bentang hutan mangrove yang sangat luas. Bahkan, sekitar 20% hutan mangrove dunia berada di Indonesia. Hutan bakau di negara kita juga memiliki spesies mangrove yang paling beragam.
Ekowisata mangrove dibangun berdasarkan sejumlah prinsip, seperti pemberdayaan masyarakat lokal, edukasi lingkungan, dan konservasi lingkungan.
Harapannya, wisata alam ini dapat menjaga fungsi ekologis, memberikan wawasan kepada wisatawan terkait pentingnya eksistensi hutan mangrove terhadap ekosistem, serta memberdayakan komunitas pesisir.
Baca juga: Fungsi Hutan Mangrove: Ragam Manfaat dan Cara Melestarikannya
Mengapa Hutan Mangrove Penting?

Hutan mangrove memiliki akar yang dapat memperlambat erosi, menstabilkan tanah, serta melindungi pesisir dari tsunami dan badai. Tidak hanya itu, pohon bakau di kawasan hutan juga dapat menyerap emisi karbon.
Menurut The World Bank, hutan mangrove dapat menyimpan 3,1 miliar ton metrik karbon atau setara dengan emisi yang dikeluarkan oleh 2,5 miliar mobil pribadi (dikemudikan selama setahun) dibandingkan dengan hutan tropis biasa.
Selain itu, hutan ini menjadi tempat berkembang biaknya beberapa biota laut, habitat hewan dan tumbuhan, serta melindungi garis pantai.
Kemudian, dari sisi ekonomi, ekowisata mangrove dapat memberikan peluang bisnis bagi masyarakat dan komunitas sekitar. The World Bank melaporkan bahwa ekosistem bakau berkontribusi sekitar 1,5 miliar dolar per tahun terhadap perekonomian nasional.
Perekonomian di wilayah pesisir juga dapat berkembang, di mana masyarakat dapat menciptakan peluang kerja, seperti warung makan, toko suvenir, hingga keterlibatan dalam mengurus ekowisata mangrove.
Destinasi Ekowisata Mangrove di Indonesia
Indonesia memiliki 3 juta hektare lahan mangrove dengan 92 spesies mangrove asli. Nah, jika kamu ingin mempelajari ekosistem hutan bakau, rekomendasi ekowisata mangrove berikut ini harus ada dalam daftar liburanmu:
Kawasan Edu-Ekowisata Mangrove Patikang

Kawasan ekowisata ini berlokasi di Desa Citeureup, Kabupaten Pandeglang, Banten. Kawasan seluas 9.500 m2 ini diresmikan pada 30 Agustus 2022 sebagai bentuk komitmen Chandra Asri Group terhadap prinsip ESG dan dalam mewujudkan net-zero emissions di Indonesia.
Chandra Asri Group, yang berkolaborasi dengan pemangku kepentingan dan yayasan lainnya, tidak hanya mengembangkan kawasan ekowisata, tetapi juga meneliti kondisi vegetasi dan keanekaragaman hayati di dalamnya.
Jakarta Mangrove

Jakarta Mangrove berlokasi di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Angke Kapuk, Jakarta Utara. Kawasan ekowisata mangrove PIK ini memiliki luas sekitar 99 hektare. Di dalamnya, terdapat ekosistem pesisir serta flora dan fauna khas.
Jakarta Mangrove dapat menjadi sweet escape di tengah Kota Metropolitan dan segala hingar-bingarnya. Bagaimana tidak, ekowisata bakau ini juga menawarkan aktivitas menarik lainnya, seperti menyusuri hutan bakau dengan sampan, kayak, speedboat, atau sekoci, penanaman bibit bakau, singgah di vila-vila estetik, dan masih banyak lagi. Ekowisata ini buka setiap hari, termasuk hari libur nasional, mulai pukul 7 pagi.
Pantai Mangrove Muara Gembong, Bekasi
Bagi kamu yang tinggal di area Jabodetabek, masih ada opsi ekowisata mangrove yang bisa kamu tambahkan ke daftar wisata liburan yang harus dikunjungi, yaitu Pantai Mangrove Muara Gembong di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Di sini, kamu bisa menikmati suasana pantai yang menyejukkan dan keindahan hutan mangrove.
Tidak hanya pemandangan yang rindang, kamu juga bisa menikmati kuliner pantai, seperti ikan bakar, serta menyaksikan burung-burung yang berhabitat di hutan mangrove.
Baca juga: Ragam Manfaat Hutan Mangrove dan Cara Melestarikannya
Hutan Mangrove Pekalongan, Jawa Tengah

Hutan Mangrove Pekalongan berlokasi di Desa Wonokerto, Kecamatan Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Hutan mangrove ini memiliki luas sekitar 1.500 hektare dengan dua jenis hutan, yaitu Avicennia dan Rhizophora. Hutan ini tidak hanya menyimpan satwa darat, tetapi juga satwa laut seperti ikan dan kepiting.
Hutan Mangrove Kulon Progo, Yogyakarta
Hutan Mangrove Kulon Progo terletak berdampingan dengan Sungai Bogowonto di Pantai Congot. Di sini, kamu bisa trekking sembari mengamati suasana asri di hutan. Kamu juga bisa berfoto di jembatan bambu di atas perairan.
Tiketnya pun sangat terjangkau, yaitu sekitar Rp5 ribu per orang. Kawasan hutan bakau ini beroperasi mulai pukul 6 pagi hingga 6 sore WIB.
Ekowisata Mangrove Wonorejo, Jawa Timur

Jika kamu sedang bertamasya ke Surabaya, jangan lupa mampir ke Taman Hutan Raya Mangrove Wonorejo. Di tengah hutan, terdapat jembatan kayu yang bisa disusuri sambil menikmati pemandangan laut dan pantai.
Ekowisata Bale Mangrove, Nusa Tenggara Barat (NTB)

Ekowisata Bale Mangrove berlokasi di Desa Poton Bako, Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur, NTB. Kawasan ini memiliki sekitar enam gazebo untuk bersantai. Tidak hanya itu, kamu juga bisa memancing di area depan. Tiket masuk kawasan ekowisata mangrove ini cukup terjangkau, yaitu mulai Rp5 ribu.
Demikian informasi tentang ekowisata mangrove, termasuk definisi, perannya, dan beberapa rekomendasi tempat yang bisa kamu kunjungi bersama keluarga atau orang terkasih.
Hutan mangrove memiliki peran yang penting dalam pelestarian lingkungan, khususnya dalam menjaga habitat flora dan fauna serta menangkap emisi karbon. Oleh karena itu, mari tunjukkan kontribusi terbaik untuk menjaga ekosistem hutan mangrove!
Selain melestarikan ekosistem hutan mangrove, kita juga perlu menjaga lingkungan sekitar agar tetap asri, bersih, dan nyaman. Kabar baiknya, kamu bisa melindungi Bumi ini melalui kontribusi sederhana yang mudah dilakukan sehari-hari.
Bagi kamu yang ingin berperan dalam pelestarian lingkungan, bergabung dengan komunitas adalah pilihan yang bijak. Salah satu kampanye komunitas yang bisa kamu ikuti adalah Indonesia Asri
Indonesia Asri menyediakan banyak program yang bisa kamu ikuti untuk menjaga lingkungan sekaligus mendukung gerakan menuju Indonesia yang lebih hijau, misalnya program Warga Asri.
Dengan bergabung sebagai Warga Asri, kamu akan mendapatkan akses lebih luas ke berbagai kegiatan, informasi khusus seputar lingkungan, kesempatan membangun relasi dengan komunitas, serta poin keanggotaan yang bisa ditukar dengan merchandise menarik.
Jangan ragu lagi! Segera daftarkan diri sekarang dan tunjukkan kontribusi terbaikmu dalam menciptakan lingkungan yang lebih asri!
Baca juga: Reforestasi: Kenali Manfaat dan Bedanya dengan Reboisasi