Inti Pembahasan
- Sampah harus dipilah berdasarkan jenisnya, yaitu sampah organik, anorganik, B3, cair, dan padat.
- Cara pilah sampah sangatlah mudah, mulai dari menyiapkan tempat sampah khusus hingga mengedukasi anggota keluarga untuk ikut terlibat.
- Memilah sampah dapat mengurangi tumpukan sampah di tempat pembuangan akhir dan menurunkan risiko pencemaran lingkungan.
Salah satu tahapan penting dalam mengolah sampah adalah memilahnya. Aktivitas ini memisahkan sampah berdasarkan jenisnya sehingga tidak perlu berakhir di tempat pembuangan sampah karena bisa diolah menjadi produk bernilai guna.
Nah, bagaimana cara memilah sampah dengan efektif? Cari tahu tahapannya, jenis sampah, dan pentingnya memilah sampah di sini!
Jenis-Jenis Sampah
Sebelum mempelajari cara memilah sampah yang benar, kamu perlu memahami jenis-jenis sampah agar lebih mudah mengkategorikannya. Berdasarkan sifatnya, sampah terbagi menjadi sampah organik, anorganik, dan B3. Kemudian, berdasarkan bentuknya, sampah terbagi menjadi sampah cair dan padat. Berikut adalah penjelasannya:
Jenis sampah berdasarkan sifatnya:
- Sampah organik: Berasal dari bahan yang mudah diuraikan secara alami, seperti sisa sayur, kulit buah, ranting pohon, dan daun kering. Sampah jenis ini dapat diolah menjadi kompos atau eco enzyme.
- Sampah anorganik: Berasal dari bahan yang sulit diuraikan secara alami, seperti kardus, kaca, kaleng, dan kertas. Sampah anorganik dapat diolah menjadi kerajinan atau dihancurkan untuk menjadi bahan baku produksi.
- Sampah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3): Sampah yang mengandung zat yang berpotensi membahayakan makhluk hidup, ekosistem, dan lingkungan, seperti limbah medis dan elektronik. Sampah jenis ini harus diolah secara khusus di fasilitas pengolahan sampah B3.
Jenis sampah berdasarkan bentuknya:
- Sampah cair: Sampah berbentuk cairan yang berasal dari aktivitas manusia, seperti air bekas proses manufaktur, air bekas mencuci, limbah cair, dan lain-lain. Sampah jenis ini perlu diolah dengan metode khusus oleh sistem pengolahan air limbah.
- Sampah padat: Sampah yang memiliki bentuk fisik, seperti kain bekas, kardus, dan kaleng. Sampah jenis ini bisa didaur ulang oleh fasilitas daur ulang atau diolah sendiri di rumah.
Baca juga: 6 Cara Mengatasi Sampah di Lingkungan Masyarakat
Cara Memilah Sampah dengan Efektif

Untuk memilah sampah, kamu bisa menyiapkan tempat sampah sesuai jenisnya, menentukan jenisnya, memisahkan sampah B3, mengolah sampah sesuai jenisnya, serta menjadwalkan penyetoran sampah. Berikut adalah tata cara lengkapnya:
Menyiapkan Berbagai Jenis Tempat Sampah
Pertama, kamu perlu menyiapkan tempat sampah terpisah untuk masing-masing jenis di atas, misalnya tempat sampah organik, tempat sampah anorganik yang bisa didaur ulang, tempat sampah anorganik yang tidak bisa didaur ulang, dan tempat sampah B3.
Kemudian, berikan label sesuai dengan peruntukannya agar mudah mengidentifikasinya. Kamu bisa meletakkan tempat sampah ini di area yang mudah dijangkau, seperti di belakang rumah atau di dekat dapur.
Memilah Sampah Berdasarkan Jenisnya
Setelah menyiapkan tempat sampah, kamu bisa mulai menentukan sampah berdasarkan jenisnya. Kamu bisa mengumpulkan sampah yang dihasilkan seharian pada malam hari, kemudian memilahnya dan memasukkannya ke tempat sampah yang sesuai.
Jika sudah terbiasa memilah sampah, kamu bisa melakukannya sambil beraktivitas, misalnya membuang sampah organik ke tempat sampah organik ketika memasak dan membuang kemasan makanan ke tempat sampah anorganik yang mudah didaur ulang setelah mengonsumsinya. Sampah-sampah yang sudah dikumpulkan dapat dievaluasi kembali untuk pengolahan lanjutan.
Memisahkan Sampah B3 dengan Bijak
Tidak semua sampah B3 dapat dicampur karena berpotensi menimbulkan reaksi kimia yang berbahaya. Misalnya, hindari mencampur baterai dengan cairan asam karena cairan tersebut dapat mengorosi baterai dan menimbulkan kebocoran berbahaya.
Agar lebih aman, sebaiknya bungkus setiap sampah B3 dengan erat dan beri label pada setiap bungkusannya agar mudah diidentifikasi. Label-label ini akan memudahkan fasilitas pengolah sampah B3 untuk memisahkannya sebelum diolah.
Jika memungkinkan, kamu bisa menyiapkan tempat sampah B3 khusus baterai, obat-obatan, masker medis, alat elektronik bekas, dan sampah B3 lainnya yang sering ditemukan di rumah.
Mengolah Sampah Sesuai Sifatnya
Sampah-sampah yang sudah dipilah dapat dikelola sesuai dengan sifatnya. Misalnya, sampah organik yang sudah terkumpul dapat dijadikan kompos atau eco enzyme untuk menyuburkan tanaman. Kemudian, sampah anorganik yang mudah didaur ulang di rumah dapat dijadikan kerajinan, seperti pot bunga dari kaleng cat, akuarium dari galon plastik, dan lain-lain.
Perlu diketahui bahwa sampah organik, seperti sisa sayuran dan kulit buah, harus diolah atau dibuang dalam kurun waktu 24–48 jam agar tidak mengundang serangga dan hama pembawa penyakit. Lalu, sampah anorganik yang akan didaur ulang harus ditempatkan di area yang kering dan tidak bercampur dengan sampah organik untuk mencegah kontaminasi.
Menjadwalkan Penyetoran Sampah
Jika kamu kesulitan mengolah sampah karena keterbatasan waktu dan alat, kamu bisa memberikannya kepada bank sampah atau fasilitas daur ulang sampah terdekat di kotamu. Beberapa program bank sampah dapat memberikan insentif untuk setiap kilogram sampah yang disetorkan.
Mengedukasi Keluarga Terkait Cara Memilah Sampah
Aktivitas memilah sampah tidak akan terwujud dengan efektif jika semua pihak tidak berkoordinasi dengan baik. Oleh karena itu, ajak dan ajari anggota keluarga cara memilah sampah organik dan anorganik dengan benar serta bentuk kebiasaan memilah sampah di rumah.
Baca juga: Sistem Pengelolaan Sampah: Tahapan & Metodenya
Mengapa Harus Memilah Sampah?
Terdapat sejumlah alasan mengapa memilah sampah penting untuk lingkungan, di antaranya:
- Memisahkan sampah yang mudah didaur ulang dengan sampah yang sulit didaur ulang.
- Memisahkan sampah organik, anorganik, dan B3 agar tidak saling mengontaminasi.
- Mengurangi sampah di tempat pembuangan akhir (TPA).
- Menggunakan kembali sampah yang masih memiliki nilai dan berfungsi dengan baik.
- Memperpanjang masa guna dan nilai sebuah produk.
- Menghemat energi karena tidak perlu menggunakan bahan baku baru untuk membuat produk baru.
- Mengurangi polusi akibat tumpukan sampah yang tidak terkelola dengan baik.
- Mengajak lebih banyak orang untuk menerapkan gaya hidup sustainable living dan menerapkan kebiasaan memilah sampah di rumah.
Yuk, Pilah Sampah Bersama #AksiAsri dan Indonesia Asri!
Memilah sampah adalah suatu kebiasaan yang harus ditanamkan pada diri untuk mengurangi timbulan sampah dari aktivitas sehari-hari serta berupaya memperpanjang nilai guna sebuah produk.
Nah, bagi kamu yang ingin memulai kebiasaan berkelanjutan ini, kamu bisa bergabung dengan salah satu program #AksiAsri dari Indonesia Asri, yaitu Operasi Semut.
Operasi Semut merupakan kegiatan berbasis lingkungan berkelanjutan yang mengedukasi masyarakat terkait pentingnya memilah sampah sebelum dibuang dan diolah kembali melalui tagar #pilahsampah. Kegiatan ini dilaksanakan di berbagai acara di Jakarta, seperti Car Free Day (CFD) dan ajang olahraga bergengsi, seperti Jakarta Running Festival.
Yuk, jadi bagian dari Warga Asri sekarang dan sebarkan kebiasaan memilah sampah kepada orang-orang terdekatmu!
Baca juga: TPST Adalah: Fungsi, Cara Kerja & Beda TPA
Frequently Asked Questions (FAQ)
Berikut adalah beberapa pertanyaan seputar cara memilah sampah yang benar:
1. Apa Itu Reduce, Reuse, Recycle, Replace, dan Repair?
Reduce adalah upaya mengurangi produk agar tidak menghasilkan lebih banyak sampah; reuse adalah menggunakan kembali produk yang masih layak tanpa diolah menjadi barang baru; recycle adalah mendaur ulang sampah menjadi produk baru; replace adalah mengganti produk sekali pakai dengan produk yang lebih berkelanjutan; dan repair berarti memperbaiki barang yang rusak agar masa gunanya lebih panjang.
2. Apa Saja Contoh Program Pengurangan Sampah?
Program 3R, bank sampah, dan program mengubah sampah plastik menjadi minyak pirolisis, dan program mengubah sampah plastik menjadi aspal plastik.
