Biopori: Solusi Hijau untuk Pengelolaan Air dan Sampah

Oleh Tim Indonesia Asri

Lubang infiltrasi biopori adalah lubang vertikal kecil yang dirancang untuk meningkatkan penyerapan air di dalam tanah.Namun, sebenarnya apa itu biopori? Biopori adalah lubang resapan air yang dibuat di dalam tanah agar air hujan bisa lebih cepat meresap.

Cara ini biasanya digunakan di area dengan tanah yang sulit menyerap air dengan baik. Air yang dapat masuk ke tanah lebih mudah dapat mengurangi risiko genangan air dan banjir.

Selain membantu mencegah banjir, biopori juga memiliki manfaat lain, seperti menjaga kelembapan tanah dan membantu mengurangi sampah organik (jika diisi dengan daun atau sisa makanan).

Nah, supaya lebih paham tentang pengertian dan manfaat biopori, simak penjelasan lengkapnya pada artikel ini.

Apa Itu Biopori?

Lubang biopori adalah lubang kecil berbentuk bulat yang dibuat secara vertikal ke dalam tanah untuk membantu air hujan meresap lebih cepat. Dengan cara ini, air tidak mudah menggenang di permukaan tanah sehingga risiko banjir dapat berkurang.

Setelah dibuat, lubang biopori biasanya diisi dengan sampah organik seperti daun kering, rumput, atau sisa makanan. Sampah tersebut akan terurai secara alami dan berubah menjadi kompos yang bermanfaat untuk menyuburkan tanah.

Selama proses penguraian, organisme kecil di dalam tanah seperti cacing akan bergerak dan membentuk rongga-rongga kecil di sekitar lubang. Rongga ini membuat struktur tanah menjadi lebih gembur, sehingga kemampuan tanah dalam menyerap air juga semakin meningkat.

Biopori juga membantu mengurangi volume sampah organik. Hal ini dibuktikan dalam penelitian tahun 2025 yang dimuat di Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknik (JPMT)

Dalam waktu sekitar 4 minggu, sampah yang dimasukkan ke dalam lubang biopori dapat menyusut hingga 71,17% (untuk sampah organik). 

Dari proses tersebut terlihat bahwa biopori tidak hanya berfungsi untuk membantu penyerapan air, tetapi juga efektif dalam mengolah sampah menjadi kompos yang bermanfaat bagi tanah.

Manfaat Biopori

Manfaat Biopori

Biopori tidak hanya membantu air lebih cepat meresap ke dalam tanah, tetapi juga memberikan banyak manfaat lain bagi lingkungan. Berikut beberapa manfaat biopori yang penting untuk diketahui:

1. Sebagai Penyerapan Air

Salah satu fungsi biopori adalah membantu tanah menyerap air lebih cepat dibandingkan dengan tanah biasa.

Saat lubang biopori dibuat, tanah di sekitarnya membentuk rongga kecil yang memperluas penyerapan air. Hal ini membuat air hujan tidak mudah mengalir dan menumpuk di permukaan.

Biopori sering digunakan di daerah yang rawan genangan karena dapat membantu mengurangi penumpukan air. Selain itu, biopori juga bermanfaat untuk menjaga cadangan air tanah dan membantu tanah tetap terjaga dengan baik.

Baca juga: 5 Manfaat Kompos untuk Tanaman yang Wajib Diketahui! 

2. Penanganan Limbah Organik

Sampah masih menjadi masalah yang sering ditemui di banyak tempat. Itulah mengapa dibuat biopori untuk membantu mengolah sampah organik menjadi kompos.

Sampah organik seperti daun kering, ranting, sisa sayur, kardus, hingga kertas bisa dimasukkan ke dalam lubang biopori. Setelah terurai, sampah tersebut akan berubah menjadi kompos yang bisa dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman.

Dengan cara ini, jumlah sampah organik dapat berkurang sekaligus memberi manfaat bagi tanah dan tanaman.

3. Meningkatkan Kesehatan tanah

Salah satu manfaat biopori adalah membantu menjaga tanah tetap subur karena membuat organisme kecil dan mikroorganisme di dalam tanah berkembang lebih baik. 

Organisme tersebut membantu mengurai sisa-sisa organik yang ada di tanah sehingga kondisi tanah menjadi lebih subur.

Selain itu, beberapa mikroorganisme juga membantu menambah kandungan nitrogen di dalam tanah. Nitrogen merupakan nutrisi penting yang dibutuhkan tanaman untuk tumbuh dengan baik. Keberadaan nitrogen ini membuat tanah menjadi lebih subur dan mengurangi kebutuhan pupuk kimia.

4. Mencegah Terjadinya Banjir

Salah satu penyebab banjir adalah saluran air yang tidak berjalan dengan baik dan tanah yang sulit menyerap air, terutama di daerah padat penduduk. Akibatnya, air hujan mudah menggenang di permukaan.

Biopori yang dirancang untuk mendukung drainase memiliki diameter lebih lebar dan kedalaman lebih besar sehingga membantu mengurangi risiko banjir dengan memungkinkan air meresap ke dalam tanah lebih cepat.

5. Memengaruhi Jumlah Air Tanah

Terowongan kecil yang dibuat oleh cacing dan organisme tanah di sekitar lubang biopori membantu membuat struktur tanah menjadi lebih terbuka. Tanah yang awalnya padat menjadi lebih gembur dan memiliki banyak ruang kosong.

Ruang-ruang kecil ini berfungsi sebagai jalur masuk air yang membuat air hujan bisa lebih cepat meresap ke dalam tanah. Semakin banyak rongga yang terbentuk, semakin besar pula kemampuan tanah dalam menyerap dan menyimpan air.

Dengan demikian, kapasitas tanah untuk menampung air meningkat jauh lebih besar dibandingkan dengan tanah tanpa biopori. Kondisi ini juga membantu menjaga ketersediaan air di dalam tanah agar tidak cepat hilang saat musim kemarau.

Baca juga: Apakah Buang pada Tempatnya, Cukup Atasi Permasalahan Sampah? 

Cara Membuat Biopori

Cara Membuat Biopori

Terdapat beberapa alat dan bahan yang perlu disiapkan dalam membuat biopori. Setelah semuanya tersedia, proses pembuatan biopori bisa dilakukan dengan langkah-langkah yang cukup sederhana. 

1. Alat dan Bahan

Sebelum mulai membuat biopori, penting untuk menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan agar proses pengerjaan menjadi lebih mudah dan praktis. Berikut alat dan bahan yang diperlukan:

  • Pipa PVC yang bagian sampingnya telah diberi lubang serta dilengkapi dengan penutup.
  • Bor tanah untuk membuat lubang resapan di tanah.
  • Air secukupnya untuk membantu proses pembuatan biopori.
  • Sampah organik, seperti rumput, daun kering, kulit buah, atau sisa tanaman lainnya.

2. Langkah-Langkah

Setelah alat dan bahan disiapkan, mulailah membuat biopori dengan mengikuti beberapa langkah berikut:

  1. Tentukan lokasi yang cocok untuk membuat biopori, misalnya area yang sering muncul genangan air atau tanah yang ingin dibuat lebih subur.
  2. Basahi permukaan tanah menggunakan air agar tanah menjadi lebih lunak dan proses pelubangan lebih mudah dilakukan.
  3. Buat lubang secara vertikal menggunakan bor tanah dengan kedalaman sekitar 1 meter dan diameter kurang lebih 10–15 cm supaya penyerapan air dapat berjalan lebih optimal.
  4. Masukkan pipa PVC ke dalam lubang yang sudah dibuat. Pipa ini berfungsi untuk menjaga stabilitas dinding lubang dan sebagai tempat menampung sampah organik.
  5. Isi lubang biopori dengan sampah organik, seperti daun kering, rumput, kulit buah, atau sisa tanaman lainnya.
  6. Tutup bagian atas lubang menggunakan penutup pipa atau kawat berlubang agar biopori tetap aman digunakan.

Prinsip Kerja Lubang Biopori

Dibandingkan dengan cara membuat kompos lainnya, biopori dianggap lebih sederhana karena tidak membutuhkan banyak perawatan. Adapun perawatan bisa dilakukan secara berkala, yaitu setiap 3–6 bulan.

Pada metode pengomposan biasa, sampah biasanya perlu diaduk secara rutin, dicek secara berkala, bahkan kadang memerlukan cairan tambahan agar proses penguraian lebih cepat.

Sementara itu, biopori hanya membutuhkan pipa dan penutup saat awal pembuatan. Setelah lubang selesai dibuat, sampah organik bisa langsung dimasukkan dan dibiarkan terurai secara alami di dalam tanah.

Sampah yang digunakan pun cukup beragam, seperti daun kering, ranting kecil, kulit buah, sisa sayur, hingga sisa makanan. Agar bau tidak terlalu menyengat, sampah basah bisa ditutup kembali menggunakan daun kering.

Menariknya, proses penguraian pada biopori tidak perlu sering diaduk. Setelah beberapa waktu, sampah organik akan hancur sendiri dan berubah menjadi nutrisi yang bermanfaat bagi tanah serta organisme di dalamnya.

Itulah penjelasan mengenai biopori, mulai dari pengertian hingga prinsip kerjanya. Biopori adalah lubang resapan yang dibuat di tanah untuk membantu penyerapan air sekaligus mengurangi sampah organik. 

Dengan penerapan biopori yang tepat, lingkungan bisa menjadi lebih bersih, risiko genangan air dapat berkurang, dan kesuburan tanah juga lebih terjaga.

Pembuatan biopori pun bisa dilakukan melalui kebiasaan sederhana. Sisa makanan, daun kering, atau sampah organik lainnya dapat dimanfaatkan sebagai isi biopori agar terurai menjadi kompos alami. 

Selain membantu mengurangi sampah, cara ini juga membuat lingkungan terlihat lebih rapi dan terawat.

Jika ingin aktif terlibat dalam kegiatan peduli lingkungan lainnya, kamu dapat bergabung bersama Indonesia Asri melalui berbagai program yang mengajak masyarakat untuk menerapkan kebiasaan ramah lingkungan.

Kamu juga bisa membagikan pengalaman atau cerita inspiratif mengenai aksi menjaga lingkungan lewat kampanye Jejak Asri.

Setiap cerita yang dikirim memiliki kesempatan memperoleh hadiah hingga jutaan rupiah apabila terpilih. Jadi, jangan lewatkan kesempatan untuk ikut berpartisipasi dan daftarkan dirimu sebelum 16 Oktober 2026.

Baca juga: Apa Itu Pengomposan? Ini Manfaat dan Cara Membuatnya

Oleh Tim Indonesia Asri
Indonesia Asri adalah kampanye yang digagas oleh Chandra Asri untuk bersama mewujudkan Indonesia yang lebih asri; Indonesia yang berwawasan lingkungan berkelanjutan untuk kelak dapat menjadi warisan bagi generasi mendatang.
Indonesia Asri
© 2026 - Indonesia Asri
Kampanye oleh