7 Cara Menghemat BBM dengan Kebiasaan Sederhana, Cobain Yuk!

Oleh Tim Indonesia Asri

Pengaturan pengeluaran untuk bahan bakar tidak harus dilakukan dengan mengurangi frekuensi berkendara. Sebaliknya, kamu bisa mulai menerapkan kebiasaan mengemudi yang lebih efisien dan merawat kendaraan secara rutin agar konsumsi BBM tetap terkendali.

Nah, ada banyak cara menghemat BBM yang mudah bisa kamu terapkan, mulai dari menjaga kondisi mesin tetap optimal hingga menggunakan bahan bakar sesuai rekomendasi pabrikan. 

Yuk, simak penjelasan dalam artikel ini untuk mengetahui berbagai tips yang bisa kamu lakukan agar konsumsi bahan bakar lebih hemat!

Cara Menghemat BBM

Cara Menghemat BBM

Penggunaan BBM yang efisien tidak hanya membantu menghemat pengeluaran, tetapi juga berkontribusi dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dari sektor transportasi.

Berdasarkan Asian Transport Observatory, sektor transportasi di Indonesia menghasilkan sekitar 154,4 juta ton emisi gas rumah kaca pada 2024, atau sekitar 12% dari total emisi nasional, dengan transportasi darat menjadi penyumbang terbesar. 

Meski begitu, kamu tidak perlu melakukan perubahan besar untuk mulai menghemat penggunaan bahan bakar. Ada berbagai kebiasaan sederhana yang dapat diterapkan dalam penggunaan kendaraan sehari-hari.

Lalu, bagaimana cara menghemat BBM? Simak beberapa tips berikut yang bisa langsung kamu praktikkan!

Lakukan Servis Kendaraan secara Rutin

Servis rutin merupakan salah satu cara menghemat energi BBM yang sering kali diabaikan. Padahal, kondisi mesin yang terawat membuat proses pembakaran bahan bakar berlangsung lebih optimal sehingga konsumsi BBM menjadi lebih efisien.

Selain itu, servis berkala juga membantu memastikan komponen penting, seperti oli mesin, filter udara, dan busi, tetap berfungsi dengan baik. Dengan begitu, performa kendaraan tetap terjaga dan penggunaan bahan bakar menjadi lebih hemat.

Gunakan Bahan Bakar dengan Oktan yang Sesuai

Setiap kendaraan memiliki rekomendasi nilai oktan bahan bakar yang telah ditentukan oleh pabrikan. Hal ini karena setiap mesin memiliki rasio kompresi yang berbeda sehingga membutuhkan nilai oktan yang sesuai agar proses pembakaran berlangsung optimal.

Secara sederhana, oktan atau Research Octane Number (RON) adalah angka yang menunjukkan kemampuan bahan bakar untuk menahan pembakaran dini (knocking) akibat tekanan tinggi di dalam ruang bakar.

Semakin tinggi angka oktan, semakin besar pula kemampuan bahan bakar untuk tetap stabil hingga busi memercikkan api pada waktu yang telah ditentukan.

Ketika oktan yang digunakan sesuai dengan kebutuhan mesin, campuran udara dan bahan bakar akan terbakar pada waktu yang tepat. Proses pembakaran yang optimal membuat tenaga mesin tersalurkan secara maksimal, akselerasi terasa lebih responsif, dan penggunaan BBM menjadi lebih efisien.

Di Indonesia, beberapa jenis BBM yang umum digunakan antara lain RON 90, RON 92, RON 95, dan RON 98, yang masing-masing diperuntukkan untuk kebutuhan mesin yang berbeda.

Baca juga: 6 Contoh Energi Alternatif dan Proyek Nyatanya di Indonesia

Gunakan AC secara Bijak

AC memang membuat perjalanan terasa lebih nyaman, terutama saat cuaca panas. Namun, penggunaan AC dengan pengaturan yang kurang tepat dapat menambah beban kerja mesin sehingga konsumsi BBM meningkat.

Agar lebih hemat, atur suhu AC secukupnya dan hindari memilih tingkat pendinginan paling rendah secara langsung jika tidak diperlukan. Kamu juga bisa memanfaatkan mode sirkulasi udara di dalam kabin agar proses pendinginan berlangsung lebih cepat dan efisien.

Selain itu, jangan lupa membersihkan filter AC secara berkala. Filter yang bersih membantu sistem pendingin bekerja lebih optimal tanpa membebani mesin secara berlebihan.

Kurangi Waktu Mesin Menyala saat Berhenti Lama

Membiarkan mesin tetap menyala saat kendaraan berhenti dalam waktu yang cukup lama dapat menyebabkan bahan bakar terus terpakai meskipun mobil tidak bergerak.

Jika diperkirakan akan berhenti dalam beberapa menit dan kondisinya memungkinkan, sebaiknya matikan mesin terlebih dahulu. Kebiasaan sederhana ini dapat membantu mengurangi konsumsi BBM sekaligus menghindari penggunaan bahan bakar yang tidak diperlukan.

Jaga Tekanan Angin Ban Sesuai Standar

Tekanan angin ban yang sesuai standar merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga efisiensi penggunaan BBM. Ban dengan tekanan yang ideal memiliki hambatan gulir (rolling resistance) yang lebih rendah sehingga kendaraan dapat melaju lebih ringan dan mesin tidak perlu bekerja terlalu keras untuk mempertahankan kecepatan.

Agar kendaraan tetap irit bahan bakar, kamu perlu memeriksa tekanan angin ban setidaknya satu kali dalam sebulan atau sebelum melakukan perjalanan jauh. Lakukan pengecekan saat ban masih dalam kondisi dingin agar hasil pengukurannya lebih akurat.

Hindari Akselerasi dan Pengereman Mendadak

Cara mengemudi juga berpengaruh terhadap seberapa banyak BBM yang digunakan oleh kendaraan. Kebiasaan menginjak pedal gas secara tiba-tiba membuat mesin membutuhkan lebih banyak bahan bakar untuk menghasilkan tenaga dalam waktu singkat.

Begitu pula saat sering mengerem mendadak, energi yang sudah digunakan untuk berakselerasi menjadi terbuang sehingga kendaraan harus kembali mengeluarkan tenaga untuk melaju.

Maka dari itu, sebisa mungkin, berkendaralah dengan kecepatan yang stabil dan jaga jarak aman dengan kendaraan di depan. Dengan begitu, kamu memiliki waktu yang cukup untuk mengurangi kecepatan secara bertahap tanpa harus sering melakukan pengereman mendadak.

Kurangi Beban Kendaraan yang Tidak Diperlukan

Semakin berat beban yang dibawa kendaraan, semakin besar pula tenaga yang dibutuhkan mesin untuk bergerak. Kondisi ini membuat konsumsi BBM meningkat karena mesin harus bekerja lebih keras.

Oleh karena itu, sebaiknya periksa kembali barang-barang yang tersimpan di bagasi atau kabin. Jika ada perlengkapan yang sudah tidak diperlukan untuk perjalanan sehari-hari, keluarkan agar bobot kendaraan lebih ringan. Langkah sederhana ini sering kali luput dari perhatian, padahal cukup berpengaruh terhadap efisiensi bahan bakar.

Baca juga: Cara Menghemat Energi Agar Keuangan Lebih Hemat, Bumi Lebih Lestari

Penyebab Bensin Boros

Penyebab Bensin Boros

Dalam banyak kasus, konsumsi BBM yang boros dipengaruhi oleh kebiasaan berkendara, kondisi kendaraan, hingga pilihan bahan bakar. Berikut beberapa penyebab umum bensin boros yang perlu kamu ketahui:

  • Tekanan angin ban kurang: Ban yang kurang angin meningkatkan hambatan saat kendaraan melaju sehingga mesin membutuhkan lebih banyak bahan bakar.
  • Filter udara kotor: Aliran udara yang terhambat membuat proses pembakaran tidak berlangsung secara optimal sehingga konsumsi BBM meningkat.
  • Gaya berkendara yang agresif: Akselerasi dan pengereman mendadak membuat mesin membutuhkan lebih banyak bahan bakar.
  • Oli mesin kotor atau telat diganti: Oli yang sudah menurun kualitasnya kurang optimal dalam melumasi komponen mesin. Akibatnya, gesekan antarkomponen meningkat sehingga mesin bekerja lebih berat dan konsumsi bensin menjadi lebih boros.
  • Penggunaan bahan bakar dengan oktan yang tidak sesuai: Menggunakan BBM yang tidak sesuai dengan rekomendasi pabrikan dapat membuat proses pembakaran di dalam mesin menjadi kurang efisien. Akibatnya, tenaga yang dihasilkan berkurang sehingga konsumsi bensin berpotensi menjadi lebih boros.

Itulah beberapa cara menghemat BBM yang bisa kamu terapkan mulai sekarang. Selain melakukan cara-cara di atas untuk menghemat energi, kamu juga bisa mempertimbangkan penggunaan transportasi umum atau beralih ke bahan bakar alternatif sesuai kebutuhan untuk mengurangi emisi karbon.

Bila dilakukan secara konsisten, langkah-langkah sederhana di atas turut mendukung kualitas lingkungan karena dapat membantu menekan emisi dari sektor transportasi.

Setiap langkah sederhana akan terasa lebih berarti ketika dilakukan bersama. Maka dari itu, kamu bisa bergabung dengan Indonesia Asri untuk berpartisipasi langsung dalam berbagai program pelestarian lingkungan yang dikemas dalam format yang seru, seperti #AksiAsri.

Dalam #AksiAsri, kamu dapat ikut terlibat dalam aksi nyata untuk melestarikan lingkungan. Tidak hanya itu, kamu juga bisa membagikan cerita inspiratif dalam menjaga Bumi pada Jejak Asri. Kumpulkan cerita terbaikmu maksimal 16 Oktober 2026, ya. Dapatkan kesempatan untuk memenangkan hadiah hingga jutaan rupiah jika ceritamu terpilih sebagai pemenang.

Yuk, mulai langkah baikmu bersama Indonesia Asri! Daftarkan dirimu sekarang juga dan jadilah bagian dari gerakan yang membawa dampak positif bagi lingkungan!

Baca juga: 9 Contoh Energi Tak Terbarukan yang Perlu Diketahui

Artikel Indonesia Asri Lainnya
Edukasi
Carbon Management
Tim Indonesia Asri
Juni 30, 2026

Mengenal Carbon Offset dan Manfaatnya bagi Lingkungan

Tanpa disadari, kebiasaan sederhana seperti berkendara, menyalakan AC, atau belanja online setiap hari ikut meninggalkan jejak […]

Edukasi
Carbon Management
Tim Indonesia Asri
Juni 30, 2026

Rekomendasi Kegiatan Akhir Pekan Seru yang Ramah Lingkungan

Akhir pekan menjadi momen yang tepat untuk mengumpulkan tenaga dan menyegarkan pikiran. Berbagai kegiatan dapat dilakukan, […]

Edukasi
Carbon Management
Tim Indonesia Asri
Juni 30, 2026

6 Penyebab Polusi Udara dan Cara Mengurangi Paparannya

Polusi udara kini menjadi masalah serius yang semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari. Tanpa disadari, ada banyak […]

Oleh Tim Indonesia Asri
Indonesia Asri adalah kampanye yang digagas oleh Chandra Asri untuk bersama mewujudkan Indonesia yang lebih asri; Indonesia yang berwawasan lingkungan berkelanjutan untuk kelak dapat menjadi warisan bagi generasi mendatang.
Indonesia Asri
© 2026 - Indonesia Asri
Kampanye oleh