Table of Contents
Seiring meningkatnya kebutuhan energi, berbagai inovasi terus dikembangkan untuk menghadirkan sumber energi yang lebih efisien sekaligus mendukung keberlanjutan.
Salah satu inovasi tersebut adalah bahan bakar ramah lingkungan yang kini mulai dimanfaatkan di berbagai sektor, mulai dari transportasi hingga industri. Kehadirannya menjadi bagian penting dalam upaya menciptakan sistem energi yang lebih modern.
Artikel kali ini akan mengulas berbagai informasi penting, mulai dari jenis hingga manfaat bahan bakar ramah lingkungan di berbagai sektor. Yuk, lanjutkan membaca sampai selesai untuk mendapatkan penjelasan yang lebih lengkap!
Jenis-Jenis Bahan Bakar Ramah Lingkungan
Pada dasarnya, bahan bakar ramah lingkungan dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan energi dengan memanfaatkan sumber daya tertentu serta melalui teknologi yang terus berkembang.
Setiap jenis bahan bakar eco-friendly memiliki karakteristik, bahan baku, dan penggunaan yang berbeda, sehingga penerapannya dapat disesuaikan dengan kebutuhan di berbagai sektor. Berikut beberapa contoh bahan bakar ramah lingkungan yang banyak digunakan:
Bioetanol

Bioetanol merupakan bahan bakar ramah lingkungan yang dihasilkan melalui proses fermentasi gula dari tanaman seperti jagung, tebu, dan gandum.
International Energy Agency (IEA) menyebutkan bahwa bioetanol termasuk biofuel yang berperan dalam mendukung transportasi rendah karbon. Karbon yang dilepaskan saat digunakan merupakan bagian dari siklus alami tanaman yang menyerap CO₂ selama masa pertumbuhan.
Sejumlah penelitian pun menunjukkan bahwa bioetanol mampu mengurangi emisi CO₂ sepanjang siklus hidupnya hingga sekitar 50–80% dibandingkan dengan bensin.
Menariknya lagi, bioetanol juga dapat diproduksi dari limbah pertanian. Pemanfaatan bahan baku tersebut membantu mengoptimalkan sumber daya yang tersedia sekaligus memperluas pilihan energi berbasis bahan terbarukan. Tak heran, pengembangan bioetanol terus dilakukan di berbagai negara sebagai bagian dari upaya diversifikasi sumber energi.
Baca juga: 6 Cara Menghemat Energi Agar Keuangan Lebih Hemat dan Bumi Lestari
Biodiesel
Berbeda dengan bioetanol, biodiesel adalah bahan bakar yang dihasilkan dari minyak nabati, lemak hewani, atau minyak jelantah yang telah melalui proses pengolahan. Bahan bakar ini umumnya digunakan sebagai campuran solar pada kendaraan bermesin diesel maupun berbagai alat berat sesuai dengan standar yang berlaku.
Di Indonesia, biodiesel banyak diproduksi menggunakan minyak kelapa sawit karena ketersediaan bahan bakunya yang melimpah. Saat ini, biodiesel telah dimanfaatkan di berbagai sektor, mulai dari transportasi, industri, pertambangan, hingga pembangkit listrik sebagai salah satu alternatif sumber energi.
Minyak Pirolisis dari Sampah Plastik

Tahukah kamu? Ternyata, sampah plastik dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar. Salah satu caranya adalah mengolah plastik menjadi minyak pirolisis. Sebagai informasi, pirolisis adalah proses memanaskan bahan pada suhu tinggi tanpa menggunakan oksigen. Pembakaran ini menghasilkan minyak, arang, dan gas.
Upaya pengolahan sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif salah satunya diwujudkan oleh Chandra Asri Group.
Melalui IPST ASARI, Chandra Asri Group menghadirkan inovasi “PLUSRI”, sebuah inisiatif pemanfaatan teknologi pirolisis untuk mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar alternatif, yaitu minyak pirolisis. Inovasi ini tidak hanya membantu mengurangi timbulan sampah, tetapi juga menunjang kebutuhan UMKM di sekitar wilayah operasional.
Bahkan, sejak tahun 2023, PLUSRI telah dijadikan bahan bakar campuran untuk armada PT SCG Barito Logistics (SBL)—anak usaha Chandra Asri Group.
Hingga saat ini, puluhan ribu kilogram sampah plastik telah diolah menjadi puluhan ribu liter minyak PLUSRI. Kolaborasi ini turut berkontribusi memperkuat ekonomi hijau di Kota Cilegon serta mendukung perwujudan ekonomi sirkular di tengah masyarakat.
Hidrogen Hijau
Hidrogen hijau (green hydrogen) adalah bahan bakar yang dihasilkan melalui proses elektrolisis, yaitu pemisahan molekul air menjadi hidrogen dan oksigen menggunakan listrik yang berasal dari sumber energi terbarukan, seperti tenaga surya, angin, atau air.
Tidak hanya dimanfaatkan sebagai bahan bakar kendaraan berbasis fuel cell, hidrogen hijau juga berpotensi digunakan sebagai sumber energi di sektor industri, pembangkit listrik, hingga media penyimpanan energi di masa depan.
Listrik

Listrik menjadi salah satu sumber energi yang banyak dimanfaatkan sebagai penggerak kendaraan listrik (electric vehicle atau EV). Seiring berkembangnya teknologi, kendaraan listrik kini hadir dalam berbagai jenis, mulai dari mobil pribadi, bus, truk, hingga sepeda motor.
Pemanfaatan listrik sebagai sumber energi juga semakin banyak diterapkan di berbagai sektor untuk mendukung operasional bisnis perusahaan agar lebih efisien.
Salah satu contohnya dilakukan oleh Chandra Asri Group melalui pengoperasian dua bus listrik besutan Mobil Anak Bangsa (MAB) sebagai armada antar-jemput karyawan. Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung operasional yang lebih berkelanjutan sekaligus mendorong pemanfaatan kendaraan listrik di lingkungan industri.
Baca juga: 6 Contoh Energi Alternatif dan Proyek Nyatanya di Indonesia
Gas Alam Terbarukan
Gas alam terbarukan atau renewable natural gas (RNG) adalah bahan bakar yang dihasilkan dari pemurnian biogas yang berasal dari penguraian bahan organik, seperti sisa hasil pertanian, limbah peternakan, dan sampah organik.
Setelah melalui proses pemurnian, kandungan metana dalam RNG ditingkatkan sehingga kualitasnya serupa dengan gas alam konvensional dan siap digunakan sebagai sumber energi.
Mengingat karakteristiknya yang hampir sama dengan gas alam, RNG dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar kendaraan berbahan bakar gas, untuk memenuhi kebutuhan energi di sektor industri, hingga untuk pembangkit listrik.
Selain menyediakan alternatif sumber energi, gas alam terbarukan juga mendukung pemanfaatan bahan organik yang masih memiliki nilai guna sebagai bagian dari konsep ekonomi sirkular.
Itulah pembahasan mengenai berbagai jenis bahan bakar ramah lingkungan yang terus dikembangkan untuk mendukung kebutuhan energi di berbagai sektor.
Nah, sebagai individu yang peduli dengan lingkungan, kamu juga bisa ikut berkontribusi dengan mulai mempertimbangkan penggunaan kendaraan yang memanfaatkan sumber energi terbarukan sebagai bagian dari sustainable living.
Kalau kamu punya pengalaman atau aksi inspiratif lainnya dalam menjaga lingkungan, yuk, bagikan ceritamu pada Indonesia Asri melalui Jejak Asri. Di sini, kamu bisa membagikan cerita, pengalaman, maupun aksi inspiratif yang telah kamu lakukan untuk melestarikan lingkungan sekaligus menginspirasi Warga Asri lainnya.
Menariknya lagi, peserta yang beruntung berkesempatan mendapatkan hadiah jutaan rupiah. Jangan lewatkan kesempatan ini, ya! Pastikan kamu mengirimkan cerita sebelum 16 Oktober 2026.
Segera daftarkan diri, kirimkan ceritamu, dan mari bersama-sama mewujudkan Indonesia yang lebih asri!
Baca juga: 9 Contoh Energi Tak Terbarukan yang Perlu Diketahui