Table of Contents
Berjalan kaki di kota terasa lebih menyenangkan ketika trotoar yang tersedia cukup luas dan terhubung dengan berbagai fasilitas publik. Selain trotoar yang memadai, akses transportasi umum yang terintegrasi juga membuat aktivitas berjalan kaki semakin mudah dan nyaman.
Beberapa kota bahkan dikenal sebagai kota paling ramah pejalan kaki karena memiliki infrastruktur yang mendukung mobilitas warganya.
Daftar di bawah ini didasarkan pada skor walkability tertinggi dari survei Time Out 2026 dan mencakup beberapa contoh kota yang menarik untuk diketahui. Yuk, simak lebih lanjut!
Kota Paling Ramah Pejalan Kaki di Dunia
Berbagai kota di dunia mulai mengembangkan fasilitas yang mendukung aktivitas berjalan kaki bagi masyarakat dan wisatawan. Mulai dari trotoar yang nyaman hingga akses transportasi publik yang terintegrasi, semuanya dirancang untuk menciptakan mobilitas yang lebih aman dan nyaman.
Setiap kota memiliki cara tersendiri untuk menciptakan lingkungan yang nyaman bagi pejalan kaki. Dilansir Time Out, berikut adalah beberapa kota yang dikenal sebagai kota paling ramah pejalan kaki di dunia:
Seoul, Korea Selatan

Seoul, Korea Selatan, merupakan salah satu kota paling ramah pejalan kaki di dunia dengan skor walkability sebesar 93 persen. Meski dikenal sebagai kota metropolitan yang padat, Seoul berhasil menyediakan lingkungan yang aman dan mudah diakses bagi pejalan kaki.
Seoul juga terus mengembangkan kawasan yang mudah dijangkau dengan berjalan kaki. Melalui konsep Walking Daily Zone, pemerintah kota menargetkan agar berbagai fasilitas penting dapat diakses dalam waktu sekitar 30 menit dengan berjalan kaki.
Dengan konsep tersebut, warga maupun wisatawan dapat menjangkau berbagai tempat dengan lebih mudah tanpa harus selalu mengandalkan kendaraan pribadi.
Edinburgh, Skotlandia

Tidak hanya Seoul, Edinburgh juga memiliki skor 93 persen sebagai kota yang mendukung aktivitas berjalan kaki. Kota ini dikenal memiliki kawasan pusat yang dipenuhi berbagai destinasi wisata, sehingga banyak tempat menarik dapat dijangkau dengan berjalan kaki.
Beberapa destinasi ikonik, seperti Edinburgh Castle dan Calton Hill, berada di kawasan yang saling terhubung dan nyaman bagi pejalan kaki. Suasana berjalan kaki juga semakin terasa ketika berbagai festival besar, termasuk Edinburgh Fringe, berlangsung di kota ini.
Baca juga: Peran Ekowisata Mangrove dan 7 Rekomendasi Wisata yang Bisa Dikunjungi
New York City, Amerika Serikat

Kota berikutnya yang menarik untuk dibahas adalah New York City, Amerika Serikat. Kota ini memiliki skor walkability sebesar 91 persen dan menawarkan banyak kawasan yang dapat dijelajahi dengan berjalan kaki.
Sebagai contoh, di Manhattan, pola jalan berbentuk grid membuat pejalan kaki lebih mudah menentukan arah saat menyusuri kawasan kota yang padat.
Selain itu, beberapa area di Brooklyn, seperti Williamsburg dan DUMBO, juga menarik untuk dijelajahi dengan berjalan kaki karena memiliki banyak tempat menarik yang saling berdekatan.
Oslo, Norwegia

Selama beberapa tahun terakhir, Pemerintah Kota Oslo terus mengembangkan kebijakan yang mengutamakan kepentingan masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan pada kendaraan bermotor. Upaya ini membuat Oslo meraih skor walkability 89 persen dan menempati peringkat kelima dalam daftar kota paling ramah pejalan kaki versi Time Out 2026.
Salah satu fokusnya adalah menjadikan kawasan pusat bersejarah Oslo lebih ramah bagi pejalan kaki. Upaya tersebut dilakukan secara bertahap melalui pembangunan jalur sepeda dan pengurangan ruang parkir untuk membantu mengurangi kepadatan lalu lintas.
Pembatasan kendaraan yang diterapkan sejak 2017 hingga 2019 juga membawa perubahan signifikan. Kini, sebagian besar kawasan pusat Oslo minim kendaraan sehingga ruang kota dapat dimanfaatkan dengan lebih leluasa oleh pejalan kaki.
Munich, Jerman

Munich juga menjadi salah satu kota yang menarik untuk dijelajahi dengan berjalan kaki. Dalam daftar kota paling ramah pejalan kaki versi Time Out 2026, Munich memperoleh skor walkability sebesar 75 persen.
Area pedestrian utamanya menghubungkan Karlsplatz (Stachus) dan Marienplatz, dengan berbagai toko, restoran, serta destinasi wisata di sepanjang jalurnya. Kawasan pedestrian tersebut bahkan telah ada sejak 1972 dan menjadi salah satu area belanja bebas kendaraan pertama di Jerman.
Kota Paling Ramah Pejalan Kaki di Indonesia
Indonesia juga memiliki sejumlah kota dan kawasan yang mulai mengembangkan fasilitas pejalan kaki untuk mendukung mobilitas berjalan kaki. Nah, berikut beberapa contohnya:
Yogyakarta

Yogyakarta dikenal sebagai salah satu kota yang ramah pejalan kaki, terutama karena kawasan pusat kotanya memiliki banyak ruang pejalan kaki. Salah satu contohnya adalah Malioboro yang terus ditata sebagai kawasan wisata yang lebih nyaman bagi pejalan kaki.
Berdasarkan studi Global Walkability Index pada tiga segmen Jalan Malioboro, kawasan ini memperoleh skor 52,75 dari peneliti dan 50,51 dari responden.
Skor tersebut masuk kategori “Waiting to Walk” berdasarkan standar Walkability Surveys in Asian Cities, yang menunjukkan bahwa fasilitas pejalan kaki di kawasan ini tergolong cukup mendukung aktivitas berjalan kaki.
Bandung

Bandung memiliki sejumlah kawasan yang menarik untuk dijelajahi dengan berjalan kaki, salah satunya adalah Jalan Braga. Kawasan ini ramai oleh pejalan kaki karena berbagai destinasi dan fasilitas berada di area yang berdekatan.
Berdasarkan studi Walkability Index dalam Jurnal Teknik Sipil ITB (2024) pada enam rute di kawasan Jalan Braga, nilai indeks yang diperoleh berkisar antara 46,11 dan 72,78. Studi lain yang dipublikasikan dalam Jurnal Pengembangan Kota (2025) juga menunjukkan bahwa jalur pejalan kaki di Braga cukup mendukung aktivitas berjalan kaki pada hari biasa, meski kepadatan pengunjung pada hari libur dapat memengaruhi kenyamanan.
Untuk meningkatkan kenyamanan pejalan kaki, Pemerintah Kota Bandung terus melakukan penataan fasilitas pejalan kaki di sejumlah ruas jalan di Kota Bandung. Penataan trotoar di Jalan Braga sendiri telah mencapai 53,71 persen pada 2026.
Baca juga: 10 Desa Terbersih di Dunia yang Masuk Daftar Destinasi Dunia
Dukung Mobilitas Berkelanjutan dengan Menjadi Warga Asri
Kota yang ramah pejalan kaki menunjukkan bahwa mobilitas dapat berjalan beriringan dengan upaya menciptakan lingkungan yang lebih asri. Kamu juga bisa mendukung gaya hidup berkelanjutan dengan memilih berjalan kaki untuk jarak dekat dan mengendarai kendaraan berbahan bakar ramah lingkungan untuk perjalanan jarak jauh.
Langkah sederhana tersebut dapat menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari untuk menjaga lingkungan tetap asri. Menariknya, jalan kaki juga memberikan sejumlah manfaat, seperti menjaga daya tahan tubuh, membuat tubuh lebih bugar, mengurangi polusi, mengurangi jejak karbon, dan masih banyak lagi. Nah, kamu bisa mengambil langkah lebih jauh dengan ikut serta dalam berbagai kampanye dan program keberlanjutan dari Indonesia Asri.
Di Indonesia Asri, ada berbagai program yang bisa kamu ikuti untuk berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih berkelanjutan. Dengan menjadi Warga Asri, kamu mendapatkan akses eksklusif terhadap berbagai kegiatan Indonesia Asri sekaligus berkesempatan memperoleh merchandise menarik dengan menukarkan Indonesia Asri Poin.
Tertarik untuk bergabung? Yuk, jadi bagian dari Warga Asri dan ikut berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih asri. Daftarkan dirimu sekarang dan temukan berbagai program menarik yang bisa kamu ikuti di Indonesia Asri!
Baca juga: 5 Kota Paling Boros Listrik di Asia, Ini Data Terbarunya!