Table of Contents
Emisi karbon kini menjadi isu penting yang berdampak langsung pada lingkungan dan kehidupan sehari-hari. Dengan memahami cara menghitung emisi karbon, kamu bisa mengetahui seberapa besar kontribusi aktivitas harianmu terhadap perubahan iklim.
Artikel ini akan membahas cara menghitung emisi karbon secara sederhana, lengkap dengan contoh perhitungannya. Simak pembahasan selengkapnya sampai akhir.
Data Emisi Karbon di Indonesia

Berdasarkan data Worldometer, Indonesia menghasilkan emisi gas rumah kaca (GRK) yang cukup besar, dengan total emisi CO₂ fosil mencapai sekitar 692 juta ton pada 2022, atau meningkat kurang lebih 13,14% dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini menunjukkan kontribusi Indonesia terhadap emisi global mencapai sekitar 1,8% dari total emisi dunia.
Sementara itu, laporan inventarisasi emisi nasional dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menunjukkan bahwa sektor energi, transportasi, industri, serta perubahan penggunaan lahan dan kehutanan menjadi penyumbang utama emisi karbon di Indonesia. Hal ini menegaskan bahwa aktivitas harian, seperti pemakaian listrik dan bahan bakar, ikut berkontribusi terhadap peningkatan emisi.
Cara Menghitung Emisi Karbon

Sebelum membahas lebih jauh, penting untuk memahami bahwa cara menghitung emisi karbon membantu kamu mengetahui seberapa besar dampak aktivitas terhadap lingkungan. Dengan perhitungan yang tepat, emisi karbon dapat diukur secara lebih akurat dan menjadi dasar untuk menentukan langkah pengurangan yang efektif.
Lantas, bagaimana cara menghitung jejak karbon dan emisi untuk kebutuhan pribadi maupun bisnis? Berikut langkah-langkah dan rumus yang bisa kamu terapkan:
Cara dan Rumus Menghitung Emisi Karbon Pribadi
Untuk memahami dampak aktivitas harianmu terhadap lingkungan, ketahui cara dan rumus menghitung emisi karbon pribadi. Berikut penjelasannya:
Catat Aktivitas Harian
Mulai dengan mencatat aktivitas yang menghasilkan emisi karbon, seperti penggunaan listrik di rumah, konsumsi BBM kendaraan, pemakaian gas LPG, serta perjalanan harian menggunakan transportasi umum atau pribadi.
Baca juga: Net Zero Emission: Pahami Konsep dan Cara Mencapainya
Kumpulkan Data Konsumsi
Kumpulkan data pemakaian, misalnya jumlah kWh listrik per bulan, liter BBM yang digunakan, atau jarak tempuh kendaraan. Data ini menjadi dasar utama dalam proses perhitungan.
Tentukan Faktor Emisi
Gunakan faktor emisi sesuai sumber energi. Contohnya, listrik dan bahan bakar memiliki nilai faktor emisi berbeda. Faktor ini biasanya tersedia dari data resmi pemerintah atau lembaga lingkungan.
Gunakan Rumus Perhitungan
Rumus dasar menghitung emisi karbon pribadi adalah:
Emisi Karbon = Data Aktivitas × Faktor Emisi
Contoh: Jika konsumsi listrik rumah kamu 200 kWh per bulan dan faktor emisi listrik sebesar 0,85 kg CO₂/kWh, maka: 200 × 0,85 = 170 kg CO₂ per bulan.
Hitung Total Emisi
Jumlahkan seluruh hasil perhitungan dari setiap aktivitas untuk mendapatkan total emisi karbon pribadi dalam periode tertentu, seperti bulanan atau tahunan.
Selain menghitung dengan cara manual, kamu juga bisa gunakan kalkulator jejak karbon online atau aplikasi khusus yang mengintegrasikan parameter-parameter tersebut secara lebih akurat.
Cara dan Rumus Menghitung Emisi Karbon Perusahaan
Bagian ini menjabarkan cara dan rumus menghitung emisi karbon perusahaan sehingga bisa mengetahui total emisi dari operasional bisnis dan menyusun strategi pengurangannya. Berikut penjelasannya:
Identifikasi Sumber Emisi
Tentukan seluruh sumber emisi dari aktivitas operasional perusahaan, seperti penggunaan listrik, bahan bakar kendaraan operasional, mesin produksi, logistik, hingga perjalanan dinas karyawan.
Kelompokkan Berdasarkan Scope Emisi
Emisi perusahaan biasanya dibagi menjadi tiga kategori:
- Scope 1: Emisi langsung dari aktivitas perusahaan (BBM kendaraan, genset).
- Scope 2: Emisi tidak langsung dari konsumsi listrik.
- Scope 3: Emisi tidak langsung lainnya, seperti distribusi produk dan perjalanan bisnis.
Kumpulkan Data Aktivitas
Catat data konsumsi energi dan aktivitas operasional, misalnya jumlah kWh listrik, liter BBM, atau jarak pengiriman barang dalam periode tertentu.
Baca juga: Net Zero Emission: Pahami Konsep dan Cara Mencapainya
Gunakan Rumus Perhitungan
Rumus untuk menghitung emisi karbon perusahaan dapat berbeda tergantung sektor usaha dan jenis aktivitasnya karena setiap sektor memiliki sumber emisi dan faktor emisi yang tidak sama.
Secara umum, prinsip perhitungannya tetap mengacu pada hubungan antara aktivitas operasional dan faktor emisi, lalu disesuaikan dengan karakteristik sektor seperti kehutanan, energi fosil, atau energi terbarukan.
Rumus Perhitungan Emisi Karbon Sektor Kehutanan
Pada sektor kehutanan, emisi karbon biasanya berasal dari deforestasi, perubahan penggunaan lahan, dan degradasi hutan. Perhitungannya fokus pada jumlah biomassa yang hilang dan kandungan karbon di dalamnya. Berikut rumus yang umum digunakan untuk menghitungnya:
Emisi Karbon = Luas Area Terdampak × Emisi Per Hektare
Contoh simulasi perhitungan emisi akibat deforestasi:
Suatu perusahaan membuka lahan hutan seluas 10 hektare dengan rata-rata emisi karbon yang dihasilkan dari pembukaan lahan tersebut sekitar 150 ton CO₂/ha.
Maka, perhitungannya: 10 ha × 150 ton CO₂/ha = 1.500 ton CO₂.
Artinya, aktivitas tersebut menghasilkan emisi sekitar 1.500 ton CO₂ ke atmosfer.
Rumus Perhitungan Emisi Karbon Sektor Energi Fosil dan Terbarukan
Perhitungan emisi karbon pada sektor energi bergantung pada jenis sumber energi yang digunakan. Meskipun prinsip dasarnya sama, yaitu mengalikan data konsumsi dengan faktor emisi, nilai faktor emisi yang digunakan berbeda untuk setiap sumber energi.
Rumus Emisi Karbon Energi Fosil
Energi fosil seperti batu bara, solar, bensin, dan gas alam menghasilkan emisi karbon langsung dari proses pembakaran. Untuk menghitung emisinya, kamu bisa gunakan rumus berikut:
Rumus: Emisi Karbon = Konsumsi Energi × Faktor Emisi
Contoh simulasi: Sebuah perusahaan menggunakan 2.000 liter solar per bulan. Jika faktor emisi solar sebesar 2,68 kg CO₂/liter.
Maka, perhitungannya: 2.000 L × 2,68 kg CO₂/L = 5.360 kg CO₂ atau 5,36 ton CO₂ per bulan.
Rumus Emisi Karbon Energi Terbarukan
Energi terbarukan atau renewable energy, seperti tenaga surya dan angin, memiliki emisi operasional yang rendah. Namun, emisi tetap dapat muncul dari penggunaan listrik cadangan atau sistem pendukung. Dalam hal ini, perhitungan rumus emisi karbon yang dihasilkan, yakni:
Rumus: Emisi Karbon = Konsumsi Listrik Pendukung × Faktor Emisi Listrik
Contoh simulasi: Jika fasilitas energi terbarukan masih menggunakan listrik jaringan sebesar 800 kWh per bulan dengan faktor emisi listrik 0,85 kg CO₂/kWh.
Maka, perhitungannya: 800 kWh × 0,85 kg CO₂/kWh = 680 kg CO₂ per bulan.
Hitung Total dan Lakukan Evaluasi
Pada tahap akhir, kamu bisa menjumlahkan seluruh emisi dari setiap sumber untuk mendapatkan total emisi karbon perusahaan. Hasil perhitungan ini dapat digunakan sebagai dasar penyusunan strategi efisiensi energi dan program pengurangan emisi.
Itulah pembahasan mengenai cara menghitung emisi karbon, mulai dari pengertian, metode perhitungan untuk individu maupun perusahaan, hingga penerapannya di Indonesia.
Memahami dan mengukur emisi karbon penting untuk mengetahui dampak aktivitas sehari-hari terhadap lingkungan dan merencanakan langkah pengurangan yang efektif.
Untuk ikut berkontribusi dalam menurunkan emisi karbon, kamu bisa bergabung dalam upaya pelestarian lingkungan bersama Indonesia Asri.
Melalui program #AksiAsri, kamu berkesempatan terlibat dalam berbagai kegiatan nyata yang mendukung pengurangan jejak karbon dan penggunaan energi ramah lingkungan.
Dengan kampanye ini, kamu bisa ikut berpartisipasi dalam berbagai challenge bertema keberlanjutan dan berkesempatan mendapatkan hadiah dari setiap aktivitasnya.
Tunggu apa lagi? Yuk, segera daftarkan dirimu sekarang dan tunjukkan aksi nyatamu dalam menjaga kelestarian Bumi!
Baca juga: Carbon Capture and Storage (CCS): Pengertian dan Manfaatnya
