Table of Contents
Tanpa disadari, kebiasaan sederhana seperti berkendara, menyalakan AC, atau belanja online setiap hari ikut meninggalkan jejak emisi karbon. Aktivitas yang terlihat sepele ini ternyata turut berkontribusi terhadap perubahan iklim, lho. Dampak tersebut dapat diantisipasi dengan memahami konsep carbon offset atau tebus karbon.
Carbon offset adalah salah satu cara efektif untuk mengimbangi emisi yang kita hasilkan. Lantas, seperti apa manfaat dari penerapan metode ini? Yuk, simak pembahasan selengkapnya dalam artikel ini!
Apa yang Dimaksud Karbon Offset?

Carbon offset adalah upaya untuk mengimbangi emisi karbon yang dihasilkan dari aktivitas manusia dengan mendukung proyek yang mampu mengurangi atau menyerap gas rumah kaca. Melalui carbon offset, emisi yang tidak dapat dihindari dapat dikompensasi dengan aksi ramah lingkungan, seperti program reboisasi dan pengembangan renewable energy.
Menurut World Resources Institute (WRI), praktik carbon offset banyak diterapkan oleh perusahaan dengan mendanai proyek yang berfokus pada pengurangan, pencegahan, atau penyerapan emisi gas rumah kaca sebagai bagian dari strategi keberlanjutan.
Baca juga: Net Zero Emission: Pahami Konsep dan Cara Mencapainya
Manfaat Carbon Offset

Carbon offset tidak hanya berperan dalam menekan emisi karbon, tetapi juga memberikan berbagai manfaat bagi lingkungan, masyarakat, dan bisnis. Untuk memahami dampaknya secara lebih menyeluruh, berikut beberapa manfaat carbon offset yang perlu kamu ketahui:
Mengurangi Dampak Perubahan Iklim
Carbon offset membantu menekan laju perubahan iklim dengan mengimbangi emisi karbon yang dihasilkan dari aktivitas manusia dan industri. Melalui dukungan terhadap proyek penyerapan karbon, dampak pemanasan global dapat dikurangi secara bertahap.
Dengan cara ini, emisi yang sulit dihindari tetap dapat dikompensasi melalui aksi nyata. Hasilnya, keseimbangan antara aktivitas ekonomi dan perlindungan lingkungan bisa tetap terjaga.
Meningkatkan Citra Positif bagi Bisnis
Bagi bisnis, carbon offset membantu membangun reputasi sebagai perusahaan yang peduli terhadap lingkungan. Dengan menerapkan carbon offset, perusahaan menunjukkan komitmen nyata terhadap tanggung jawab sosial dan lingkungan.
Dampaknya, tingkat kepercayaan publik dan konsumen meningkat, sekaligus membuka peluang kerja sama strategis dengan mitra yang memiliki visi keberlanjutan yang sejalan.
Meningkatkan Inovasi Teknologi Hijau
Penerapan carbon offset mendorong lahirnya inovasi teknologi ramah lingkungan, seperti energi terbarukan, efisiensi energi, dan pengelolaan limbah modern. Inovasi ini membantu menciptakan solusi jangka panjang untuk pengurangan emisi.
Selain itu, investasi pada teknologi hijau juga mempercepat transisi menuju ekonomi rendah karbon. Hal ini memberikan keuntungan kompetitif bagi perusahaan yang lebih adaptif terhadap tren keberlanjutan.
Memberi Manfaat Sosial dan Ekonomi
Carbon offset tidak hanya berdampak positif pada lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat. Banyak proyek carbon offset yang menciptakan lapangan kerja lokal dan meningkatkan kesejahteraan komunitas sekitar.
Di sisi lain, pembangunan proyek hijau turut mendorong pertumbuhan ekonomi sirkular. Masyarakat mendapat akses terhadap energi bersih dan lingkungan yang lebih sehat.
Meningkatkan Kesadaran Lingkungan dan Kepatuhan Regulasi
Carbon offset membantu meningkatkan kesadaran individu dan perusahaan terhadap pentingnya pengelolaan emisi karbon. Kesadaran ini mendorong perubahan perilaku menuju pola konsumsi dan produksi yang lebih ramah lingkungan.
Selain itu, penerapan carbon offset juga membantu bisnis memenuhi regulasi lingkungan yang semakin ketat. Dengan begitu, perusahaan dapat meminimalkan risiko hukum sekaligus menjaga keberlanjutan operasional jangka panjang.
Baca juga: Apa Itu Jejak Karbon? Ini Pengertian dan Cara Menguranginya
Jenis Skema Carbon Offset

Jenis carbon offset dapat diterapkan melalui berbagai skema. Setiap skema memiliki pendekatan berbeda, tetapi tujuannya sama, yaitu mengurangi dampak emisi terhadap lingkungan. Adapun beberapa skema carbon offset yang umum digunakan, sebagai berikut:
Pengembangan Energi Terbarukan
Skema ini berfokus pada pemanfaatan sumber energi bersih, seperti tenaga surya, angin, air, dan biomassa. Dengan menggantikan energi fosil, emisi karbon dapat ditekan secara signifikan sekaligus mendukung transisi menuju sistem energi yang lebih berkelanjutan.
Pengelolaan Limbah dan Pengurangan Metana
Dalam skema ini, limbah organik diolah agar tidak melepaskan gas metana ke atmosfer. Gas metana memiliki dampak pemanasan global yang jauh lebih besar dibanding karbon dioksida sehingga pengurangannya memberi efek signifikan terhadap iklim.
Program Efisiensi Energi
Program efisiensi energi berfokus pada penggunaan teknologi dan sistem yang lebih hemat energi untuk menekan konsumsi listrik dan bahan bakar fosil. Cara ini dapat membantu mengurangi emisi karbon sekaligus menurunkan biaya operasional.
Reboisasi dan Konservasi Hutan
Skema ini memanfaatkan peran alami hutan sebagai penyerap karbon dengan menanam kembali pohon dan melindungi kawasan hutan atau reforestasi. Selain menyerap emisi, reboisasi juga menjaga keseimbangan ekosistem dan mendukung keanekaragaman hayati.
Penerapan Carbon Offset di Indonesia

Penerapan carbon offset di Indonesia semakin konkret seiring implementasi Perpres No.98 Tahun 2021 tentang Nilai Ekonomi Karbon yang memberi dasar hukum bagi bisnis dan lembaga untuk membeli kredit karbon sebagai bagian dari mitigasi emisi setiap aktivitas operasional mereka.
Berdasarkan data dari Bursa Karbon Indonesia (IDXCarbon), volume perdagangan karbon mencapai 1.599.516 ton setara karbon (CO2e) per 8 Agustus 2025 yang naik sekitar 247,8% dibanding volume awal di waktu peluncuran pada September 2023 yang hanya berkisar 459.953 ton setara karbon (CO2e).
Sejalan dengan itu, nilai transaksinya mencapai 166,9% yang menandakan adanya peningkatan minat dan partisipasi pelaku pasar karbon domestik. Jumlah peserta terdaftar pun tumbuh signifikan, naik lebih dari 630% dari 16 entitas menjadi 113 entitas pada pertengahan 2025.
Itulah pembahasan mengenai carbon offset, mulai dari pengertian, manfaat, hingga berbagai skema penerapannya dalam mengurangi dampak emisi karbon. Penerapan carbon offset adalah salah satu langkah penting untuk mendukung upaya pengendalian perubahan iklim dan menciptakan lingkungan yang lebih sustainable.
Untuk ikut berkontribusi dalam mengurangi jejak karbon dan menjaga kelestarian alam, kamu bisa mengambil peran bersama Indonesia Asri. Melalui program #AksiAsri, kamu dapat terlibat dalam berbagai aksi nyata yang mendukung upaya keberlanjutan, termasuk program penanaman pohon dan inisiatif lingkungan lainnya.
Setiap kontribusimu memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan alam dan masa depan bumi. Yuk, daftarkan dirimu sekarang untuk berkontribusi sebagai Warga Asri demi menjaga kelestarian lingkungan Indonesia!
