Food Loss: Bedanya dengan Food Waste dan Upaya Mengatasinya

Oleh Tim Indonesia Asri

Isu pangan yang terbuang tentu sudah tidak asing lagi. Selama ini, istilah yang lebih sering terdengar adalah food waste, padahal ada istilah lain yang juga berkaitan dengan pangan yang terbuang, yaitu food loss.

Nah, kamu harus memahami pentingnya food loss agar mengetahui mengapa sebagian makanan tidak sampai dikonsumsi. Yuk, telusuri lebih dalam tentang apa itu food loss dan perbedaannya dengan food waste, serta cara efektif untuk mengurangi keduanya, selengkapnya dalam artikel ini!

Apa Itu Food Loss?

Orang membuang sampah makanan ke tempat sampah

Berdasarkan Food and Agriculture Organization of the United Nations (FAO) dalam The State of Food and Agriculture 2019, food loss merujuk pada penurunan kualitas atau kuantitas pangan yang terjadi sebelum pangan sampai ke tahap ritel, jasa makanan, dan konsumen.

Dengan kata lain, food loss adalah kondisi ketika pangan mengalami kehilangan pada tahap sebelum sampai ke konsumen. Hal ini dapat terjadi pada berbagai tahapan dalam rantai pasok, seperti produksi, penanganan pascapanen, penyimpanan, hingga distribusi.

Penyebab food loss pun cukup beragam, mulai dari hasil panen yang tidak sesuai standar pasar, penyimpanan yang kurang tepat, hingga permintaan pasar yang rendah. Kondisi tersebut dapat membuat pangan tidak tersalurkan dan akhirnya kehilangan kesempatan untuk dimanfaatkan.

Nah, persoalan ini ternyata masih cukup besar di kawasan Asia Tenggara. Berdasarkan data Food and Agriculture Organization (FAO) yang diolah oleh Our World in Data, Asia Tenggara menyumbang 14,8% food loss pada 2023. Angka tersebut menunjukkan bahwa kehilangan pangan masih menjadi persoalan yang perlu diperhatikan di kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Di Indonesia, food loss juga masih menjadi persoalan yang terjadi di berbagai daerah. Salah satu contoh food loss adalah ketika petani buah naga membuang hasil panen yang masih segar karena tidak terserap oleh pasar di Banyuwangi pada 2019.

Kondisi tersebut dapat terjadi ketika jumlah hasil panen lebih banyak dibandingkan dengan permintaan sehingga harga jualnya anjlok drastis. Akibatnya, buah yang sebenarnya masih layak dimanfaatkan tidak memiliki tujuan penjualan dan akhirnya terbuang.

Baca juga: Mengenal Lalat BSF yang Dikenal Sebagai Pengurai Alami Sampah Organik

Apa Itu Food Waste?

Ibu rumah tangga itu sedang membuang sisa makanan ke tempat sampah

Food waste adalah makanan yang sebenarnya masih layak dikonsumsi, tetapi tidak dimanfaatkan dan akhirnya dibuang. Kondisi ini dapat terjadi setelah makanan sampai ke konsumen, baik di rumah, restoran, tempat makan, maupun di berbagai tempat lainnya.

Misalnya, kamu memasak terlalu banyak makanan lalu tidak menghabiskannya. Makanan yang tersisa dan akhirnya dibuang termasuk dalam kategori food waste (limbah makanan).

Food waste juga dapat terjadi karena kebiasaan mengambil makanan melebihi kebutuhan atau membeli makanan yang tidak sesuai dengan selera. Jika dibiarkan, makanan yang terbuang akan kehilangan manfaatnya dan dapat menambah beban pengelolaan sampah.

Ketika makanan terbuang dan menumpuk di tempat pembuangan akhir (TPA), proses penguraiannya dapat menghasilkan gas metana. Gas tersebut merupakan salah satu gas rumah kaca yang berkontribusi terhadap pemanasan global.

Dari penjelasan di atas, food waste dan food loss dapat disimpulkan sebagai dua kondisi yang berbeda. Perbedaan food loss dan food waste terlihat pada tahapannya. Food loss umumnya terjadi sebelum pangan sampai ke konsumen, sedangkan food waste lebih berkaitan dengan pangan yang terbuang pada tahap konsumsi.

Cara Mengurangi Food Loss dan Food Waste

Kulit sayuran untuk kompos

Food loss dan food waste adalah masalah limbah yang harus ditangani agar tidak menyebabkan pencemaran lingkungan. Berikut beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk membantu mengurangi pangan yang terbuang:

1. Buat Perencanaan sebelum Membeli Bahan Pangan

Sebelum membeli bahan makanan, kamu bisa membuat daftar kebutuhan berdasarkan menu dan jumlah orang yang akan makan. Sesuaikan jumlahnya dengan kebutuhan agar tidak ada bahan makanan yang terlalu lama tersimpan dan akhirnya tidak terpakai.

2. Simpan Bahan Pangan dengan Tepat

Cara menyimpan pangan juga berpengaruh terhadap kualitas dan masa simpannya. Pisahkan bahan sesuai jenisnya dan simpan dalam kondisi yang tepat agar kualitasnya tetap terjaga.

Kamu juga bisa menerapkan prinsip first in, first out (FIFO) dengan menggunakan bahan yang lebih dahulu dibeli sebelum bahan yang baru dibeli. Cara ini membantu mencegah bahan pangan tersimpan terlalu lama hingga kualitasnya menurun.

Baca juga: Sampah Sisa Makanan Sangat Berbahaya! Begini Cara Menguranginya

3. Masak Sesuai Porsi

Memasak dalam jumlah yang sesuai dengan kebutuhan dapat membantu mengurangi sisa makanan. Coba perkirakan porsi berdasarkan jumlah orang yang akan makan agar tidak ada sisa makanan yang berlebihan.

Jika masih ada makanan yang tersisa, kamu dapat menyimpannya dengan baik agar dapat dikonsumsi kembali. Dengan begitu, makanan tetap bisa dimanfaatkan dan tidak langsung terbuang.

4. Manfaatkan Pangan yang Masih Layak

Jangan buru-buru membuang bahan pangan hanya karena bentuk atau ukurannya kurang sempurna, ya. Selama masih dalam kondisi baik dan aman untuk dikonsumsi, kamu tetap bisa mengolahnya menjadi berbagai menu lezat.

Misalnya, buah yang terlalu matang mungkin kurang nikmat disantap langsung, tetapi kamu masih bisa mengolahnya menjadi jus, smoothie, atau hidangan lainnya. Dengan begitu, buah tersebut tetap dapat dimanfaatkan dan tidak terbuang begitu saja.

5. Pilah dan Olah Sisa Makanan 

Kamu juga bisa mengurangi food loss dan food waste dengan memilah dan mengolah sisa makanan berdasarkan kondisi dan jenisnya. Sisa pangan organik yang sudah tidak layak dikonsumsi dapat diolah menjadi kompos agar tetap bermanfaat. Dengan cara ini, sisa makanan tidak langsung berakhir di tempat pembuangan akhir.

Yuk, Jadi Warga Asri dan Mulai Hidup Lebih Berkelanjutan!

Memahami bahwa food loss merupakan bagian dari tantangan dalam pengelolaan pangan dapat membuat kamu lebih bijak dalam memanfaatkan makanan. Kebiasaan sederhana ini juga bisa kamu lanjutkan dengan memilih gaya hidup yang lebih berkelanjutan, termasuk menggunakan kendaraan berbahan bakar yang lebih ramah lingkungan. 

Nah, kamu juga bisa memperluas aksi tersebut dengan mengikuti berbagai kampanye dan program dari Indonesia Asri. Di Indonesia Asri, terdapat berbagai program yang bisa menjadi wadah untuk kamu berkontribusi dalam menjaga lingkungan.

Dengan menjadi Warga Asri, kamu bisa mendapatkan akses yang lebih luas untuk mengikuti program-program tersebut serta berpartisipasi dalam berbagai aksi lingkungan.

Jangan lewatkan kesempatan untuk menjadi bagian dari gerakan ini. Daftarkan dirimu sekarang dan mulai langkahmu sebagai Warga Asri!

Baca juga: Apa Itu Mindful Eating? Ini Manfaatnya Bagi Lingkungan dan Tubuh

Artikel Indonesia Asri Lainnya
Edukasi
Sustainable Waste Management
Tim Indonesia Asri
Agustus 23, 2026

Cara Membuat Kompos Sampah Organik dengan Mudah, Cobain Yuk!

Sampah organik dari sisa makanan dan dedaunan ternyata bisa diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat, lho. Salah […]

Edukasi
Sustainable Waste Management
Tim Indonesia Asri
Agustus 18, 2026

Incinerator: Kenali Cara Kerja, Jenis, hingga Aplikasinya

Setiap hari, berbagai aktivitas menghasilkan limbah. Limbah-limbah itu pun perlu dikelola dengan cara yang tepat agar […]

Edukasi
Sustainable Waste Management
Tim Indonesia Asri
Agustus 14, 2026

Apa Itu Upcycle? Pahami Manfaat dan Contoh Penerapannya

Punya barang lama yang masih bagus, tapi sudah jarang digunakan? Jangan langsung membuangnya, ya! Dengan sedikit […]

Oleh Tim Indonesia Asri
Indonesia Asri adalah kampanye yang digagas oleh Chandra Asri untuk bersama mewujudkan Indonesia yang lebih asri; Indonesia yang berwawasan lingkungan berkelanjutan untuk kelak dapat menjadi warisan bagi generasi mendatang.
Indonesia Asri
© 2026 - Indonesia Asri
Kampanye oleh