Inti Pembahasan
- Banjir terjadi ketika volume air melebihi kemampuan tanah, sungai, dan sistem drainase untuk menampung atau mengalirkan air.
- Penyebab banjir dapat berkaitan dengan curah hujan, topografi wilayah, alih fungsi lahan, kondisi sungai, hingga sistem drainase yang kurang optimal.
- Perubahan iklim dapat meningkatkan risiko banjir, sementara dampaknya dapat mengganggu lingkungan dan aktivitas masyarakat serta menyebabkan kerugian ekonomi.
Hujan deras turun cukup lama, lalu genangan mulai terbentuk di beberapa titik. Ternyata, kondisi ini tidak hanya dipengaruhi oleh banyaknya air hujan yang turun. Ada berbagai faktor yang saling berkaitan dan menjadi penyebab banjir di suatu wilayah.
Mulai dari kondisi lingkungan hingga aktivitas manusia, semuanya dapat memengaruhi bagaimana air mengalir dan tertampung. Nah, untuk memahami apa penyebab banjir dengan lebih baik, simak penjelasan selengkapnya berikut ini!
Penyebab Banjir

Banjir dapat terjadi ketika volume air yang masuk melebihi kemampuan tanah, sungai, atau sistem drainase untuk menampungnya. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari curah hujan hingga perubahan kondisi lingkungan.
Setiap wilayah dapat memiliki pemicu banjir yang berbeda. Ada yang dipengaruhi oleh kondisi alam, ada juga yang dipengaruhi oleh aktivitas manusia di sekitarnya. Adapun beberapa penyebab terjadinya banjir yang perlu kamu ketahui, di antaranya:
Curah Hujan Tinggi
Curah hujan tinggi menjadi salah satu penyebab banjir bandang karena volume air yang masuk ke suatu wilayah meningkat dalam waktu singkat. Ketika jumlah air melebihi kemampuan tanah, sungai, dan saluran untuk menampungnya, genangan dapat terbentuk.
Kondisi ini semakin mudah terjadi ketika hujan berlangsung terus-menerus selama beberapa jam atau bahkan berhari-hari. Tanah yang sudah jenuh air tidak mampu menyerap air tambahan secara optimal, sehingga lebih banyak air mengalir di permukaan.
Penebangan Hutan
Penebangan hutan dapat menjadi salah satu penyebab banjir ketika tutupan vegetasi berkurang secara signifikan. Pohon dan tumbuhan membantu memperlambat aliran air hujan serta mendukung penyerapan air ke dalam tanah.
Akar tanaman juga membantu menjaga struktur tanah agar tetap mampu menyerap dan menyimpan air. Ketika vegetasi berkurang, air hujan dapat mengalir lebih cepat di permukaan dan membawa partikel tanah ke area yang lebih rendah.
Kondisi tersebut dapat meningkatkan aliran permukaan menuju sungai dan saluran air. Dalam jangka panjang, material tanah yang terbawa aliran dapat mengendap di sungai dan mengurangi ruang bagi air untuk mengalir.
Baca juga: 7 Contoh Pencemaran Air dan Dampaknya bagi Lingkungan yang Perlu Kamu Tahu
Topografi Wilayah yang Lebih Rendah
Wilayah yang berada lebih rendah daripada area di sekitarnya cenderung menjadi tempat berkumpulnya aliran air. Saat hujan deras, air dari wilayah yang lebih tinggi dapat mengalir ke area tersebut dan menyebabkan genangan terbentuk dengan lebih mudah. Kondisi topografi memang menjadi salah satu faktor utama yang membuat suatu daerah berisiko mengalami banjir.
Alih Fungsi Lahan
Alih fungsi lahan dapat mengurangi area yang sebelumnya berfungsi sebagai tempat resapan air. Ketika lahan terbuka atau kawasan hijau berubah menjadi permukiman dan area terbangun, air hujan lebih banyak mengalir di permukaan sehingga meningkatkan potensi genangan dan banjir.
Permukiman di Bantaran Sungai
Permukiman yang berada terlalu dekat dengan sungai memiliki risiko lebih tinggi saat debit air meningkat. Ruang aliran sungai juga dapat menjadi lebih terbatas sehingga air lebih mudah meluap ke area sekitarnya.
Pendangkalan dan Penyempitan Sungai
Sedimentasi yang menumpuk di dasar sungai dapat mengurangi kapasitas sungai untuk menampung dan mengalirkan air. Sungai yang menyempit juga membuat aliran semakin terbatas sehingga risiko luapan meningkat saat debit air bertambah.
Sistem Drainase yang Kurang Memadai
Drainase berfungsi mengalirkan air dari permukaan ke saluran atau badan air. Jika kapasitasnya terbatas atau salurannya tidak berfungsi optimal, air hujan dapat tertahan dan berubah menjadi genangan di jalan maupun permukiman.
Hubungan Banjir dengan Perubahan Iklim

Perubahan iklim dapat meningkatkan risiko banjir melalui perubahan pola dan intensitas curah hujan. Suhu yang semakin hangat membuat atmosfer mampu menyimpan lebih banyak uap air, sehingga hujan ekstrem dapat menjadi lebih deras dan meningkatkan potensi banjir.
Namun, perubahan iklim bukan satu-satunya penyebab banjir. Kondisi lahan, sistem drainase, karakteristik sungai, serta tata ruang wilayah juga menentukan seberapa besar dampak hujan terhadap risiko banjir.
Baca juga: 10 Masalah Lingkungan Hidup di Indonesia dan Ragam Solusinya
Dampak Banjir Bagi Kehidupan Masyarakat

Banjir tidak hanya menimbulkan genangan, tetapi juga dapat mengganggu berbagai aspek kehidupan masyarakat. Beberapa dampaknya meliputi:
- Kerusakan rumah dan fasilitas umum, seperti hunian, jalan, jembatan, serta fasilitas pendidikan dan kesehatan.
- Terganggunya aktivitas masyarakat, termasuk mobilitas, kegiatan belajar, pekerjaan, dan aktivitas ekonomi, dapat menyebabkan kerugian material.
- Gangguan kesehatan, seperti meningkatnya risiko penyakit tertentu.
- Kerusakan lingkungan, seperti pencemaran air, erosi tanah, dan kerusakan ekosistem yang berdampak juga terhadap estetika lingkungan.
Mulai Langkahmu dalam Menjaga Lingkungan melalui #AksiAsri!
Banjir tidak hanya dipengaruhi oleh hujan, tetapi juga oleh kondisi lingkungan dan cara kita menjaga ruang hidup bersama. Praktik membuang sampah sembarangan juga dapat menyebabkan banjir karena menyumbat jalannya air. Itulah mengapa penting untuk memilah sampah sesuai fungsinya dan membuangnya ke tempat yang sesuai atau memanfaatkannya agar tidak menjadi timbunan sampah.
Sudah siap ikut berkontribusi? Jangan ragu untuk bergabung menjadi bagian dari Indonesia Asri dan berkontribusi dalam program-program #AksiAsri.
Kamu bisa berpartisipasi dalam kegiatan Operasi Semut atau program menarik lainnya yang tersedia di #AksiAsri. Setiap langkah kecil yang kamu lakukan bersama Warga Asri lainnya dapat menjadi bagian dari gerakan untuk menjaga bumi. Yuk, segera daftarkan dirimu dan mulai aksi baikmu bersama Indonesia Asri!
Baca juga: Rehabilitasi Sungai: Langkah Nyata Menjaga Ekosistem Air
Frequently Asked Questions (FAQ)
Supaya makin memahami penyebab dan penanganan banjir, simak beberapa pertanyaan yang sering ditanyakan berikut ini:
1. Apa Penyebab Banjir karena Ulah Manusia?
Penebangan hutan secara berlebihan, pembangunan yang mengurangi area resapan air, pengelolaan saluran air yang kurang optimal, dan penumpukan sampah di saluran air.
2. Apa Solusi Banjir?
Kita dapat menjaga area resapan air, melakukan penghijauan, merawat saluran air secara berkala, serta membiasakan diri memilah dan mengolah sampah dengan benar untuk mencegah banjir.
3. Apa Saja Banjir Terparah di Indonesia?
Banjir Jakarta 2007 menjadi salah satu banjir besar yang pernah terjadi di Indonesia. Kondisi ini disebabkan oleh curah hujan yang mencapai sekitar 340 mm per hari, ditambah limpasan dari wilayah hulu dan keterbatasan sistem drainase.
