Table of Contents
Saat ini, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan terus meningkat. Banyak orang mulai menyadari bahwa pilihan dan kebiasaan sehari-hari memiliki dampak besar terhadap kelestarian Bumi.
Sebagai upaya untuk mengurangi dampak tersebut, kini semakin banyak orang menerapkan telah sustainable living dalam kehidupan sehari-hari.
Sustainable living adalah konsep gaya hidup yang mengedepankan keberlanjutan lingkungan dan penataan pola konsumsi agar lebih bijak. Penasaran tentang konsep gaya hidup ramah lingkungan ini? Simak informasi selengkapnya berikut ini.
Apa Itu Sustainable Living?

Sustainable living adalah konsep gaya hidup untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan. Gaya hidup ini berkaitan dengan kiat-kiat melestarikan lingkungan agar generasi di masa depan bisa menikmatinya.
Orang-orang yang menerapkan sustainable living sadar bahwa sumber daya alam dan lingkungan kini terus menipis sehingga perlu dimanfaatkan dan dilestarikan dengan bijak.
Alhasil, mereka dapat membuat keputusan krusial, seperti mengurangi emisi karbon, berbelanja secara bertanggung jawab, menjaga sumber daya alam, mengurangi polusi, dan hidup berdasarkan konsep efisiensi energi. Bahkan, gaya hidup ini juga bisa mencetuskan produk atau inovasi yang lebih berkelanjutan.
Nah, sustainable living dapat dicapai dengan dukungan banyak pihak. Masyarakat perlu mendapatkan edukasi dan pelatihan tentang sustainable living agar semakin banyak orang yang memahami konsepnya dan menerapkannya.
Tentunya, keterlibatan masyarakat dan pemerintah dalam menyukseskan penerapan sustainable living dapat berkontribusi pada percepatan transisi energi yang lebih ramah lingkungan, masyarakat yang inklusif, serta kesejahteraan jangka panjang.
Baca juga: 8 Contoh Ragam Aksi Peduli Lingkungan di Sekolah!
Tujuan Utama Sustainable Living

Sustainable living bertujuan untuk mencapai keseimbangan lingkungan. Artinya, penggunaan sumber daya selaras dengan keterbaruannya.
Konsep keberlanjutan umumnya berpaku pada tiga pilar utama, yaitu lingkungan, ekonomi, dan sosial, atau biasa disebut sebagai planet, profit, dan people. Mencapai sustainable living artinya menyeimbangkan ketiga pilar utama ini.
Lebih lanjut, sustainable living juga berkaitan dengan akses yang adil dalam pemanfaatan sumber daya. Beberapa caranya adalah dengan memastikan keberlanjutan sosial, memperhatikan hak pekerja, dan memprioritaskan produk ramah lingkungan.
Sustainable living juga berkaitan erat dengan aktivitas-aktivitas yang berpotensi mengurangi perburukan kondisi iklim.
Our World in Data menjelaskan bahwa perubahan iklim saat ini utamanya disebabkan oleh emisi gas rumah kaca yang dihasilkan manusia.
Suhu Bumi yang terus meningkat dapat membuat es di dataran kutub mencair lebih cepat sehingga meningkatkan muka air laut. Tidak hanya itu, pemanasan global juga mengubah pola hujan dan suhu secara ekstrem.
Jika tidak diimbangi dengan perubahan gaya hidup yang lebih ramah lingkungan, perubahan iklim dapat menimbulkan berbagai dampak negatif bagi makhluk hidup dan ekosistem di Bumi. Oleh karena itu, penerapan sustainable living menjadi salah satu upaya penting untuk mengurangi dampak tersebut.
Baca juga: 10 Upaya-Upaya untuk Mengatasi Pencemaran Lingkungan
Contoh Sustainable Living

Berbicara tentang sustainable living, kamu bisa memulainya dari cara-cara sederhana, lho! Semua orang bisa ikut mengambil peran untuk mewujudkan lingkungan yang lebih asri. Yuk, simak beberapa caranya di bawah ini!
1. Menghemat Energi
Salah satu aktivitas yang sangat berdampak pada lingkungan adalah menghemat energi. Kamu bisa mematikan alat elektronik yang tidak terpakai serta memastikan bahwa rumahmu memiliki ventilasi yang baik sehingga tidak sering menggunakan lampu, pendingin/pemanas ruangan, dan kipas angin berkat sirkulasi udara dan cahaya yang lancar.
Selain menggunakan alat elektronik dengan bijak, kamu juga bisa memilih perangkat yang lebih efisien energi dan menggunakan lampu hemat energi. Lampu ini, seperti lampu LED, biasanya mengonsumsi lebih sedikit energi, memiliki masa pakai yang lebih lama dari lampu pijar, dan tidak menghasilkan panas berlebih.
Lalu, kamu juga bisa memilih moda transportasi yang menghasilkan sedikit emisi dan membutuhkan sedikit energi, seperti berjalan kaki atau bersepeda.
2. Mengurangi Penggunaan Air
Tidak hanya energi, kamu juga perlu mengurangi penggunaan air. Environmental Protection Agency (EPA) Amerika Serikat menjelaskan bahwa penggunaan air yang efisien dapat menjaga pasokan air untuk saat ini dan masa depan.
Tidak hanya itu, mengalirkan air juga membutuhkan energi. Misalnya, air yang mengalir dari keran selama 5 menit membutuhkan energi yang setara dengan lampu pijar 60 watt yang menyala selama 14 jam.
Belum lagi jika kamu menggunakan air tersebut untuk memasak, mandi, dan membersihkan rumah. Tentunya, kegiatan tersebut juga menggunakan energi yang tidak sedikit.
Penggunaan air biasanya juga berkaitan dengan pemanfaatan water heater. EPA menjelaskan bahwa water heater biasanya menghabiskan seperempat dari tagihan listrik. Padahal, fungsinya hanya untuk memanaskan air. Itulah mengapa kamu perlu menghemat penggunaan air untuk menjaga pasokannya serta mengurangi konsumsi energi.
3. Menanam Sayur dan Buah
Ternyata, sustainable living tidak hanya tentang menghemat energi. Kamu juga bisa berkontribusi pada lingkungan dengan menanam sayuran dan buah-buahan sendiri di rumah.
Dengan menghasilkan makanan sendiri, kamu bisa mengurangi emisi transportasi dari proses distribusi bahan makanan ke konsumen.
4. Membuat Kompos Komunal
Membuat kompos sendiri di rumah mungkin sudah terdengar lumrah. Namun, kamu bisa mengajak lebih banyak orang untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan mulai menerapkan sustainable living dengan membangun kompos komunal.
Kamu bisa berkoordinasi dengan pihak RT/RW untuk mengadakan program kompos komunal di beberapa sudut kompleks hunian sehingga masyarakat bisa mengumpulkan sampah organik ke dalam bak kompos tersebut dengan mudah.
5. Menjadi Relawan Ramah Bumi
Ingin memberikan manfaat bagi lingkungan dan sosial? Kamu bisa mengikuti kegiatan sukarela yang ramah lingkungan, seperti aktivitas menanam pohon, pengolahan limbah, atau bersih desa.
Lalu, kamu juga bisa bergabung dengan komunitas atau mengikuti kampanye peduli lingkungan sehingga bisa berkontribusi pada program-program keberlanjutan.
Salah satu kampanye yang bisa kamu ikuti adalah Indonesia Asri. Di sini, kamu bisa berpartisipasi berbagai program yang bermanfaat bagi Bumi melalui #AksiAsri, seperti aksi pilah sampah pada Operasi Semut.
Lalu, kamu bisa membagikan ceritamu dalam menerapkan sustainable living dan menginspirasi satu sama lain untuk mewujudkan Indonesia yang lebih asri melalui Jejak Asri.
Menariknya, kamu tidak hanya bisa mengundang orang lain untuk bersama-sama menerapkan sustainable living, tetapi juga berkesempatan untuk memenangkan hadiah jutaan rupiah apabila terpilih menjadi pemenang!
Yuk, bagikan cerita tentang sustainable living sebelum 16 Oktober 2026. Untuk informasi lebih lanjut soal kegiatan di Indonesia Asri, kunjungi website kami sekarang!
Baca juga: 13 Produk Ramah Lingkungan yang Berguna dan Mudah Ditemukan