Table of Contents
Air bersih menjadi kebutuhan penting dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari memasak, mandi, hingga mencuci. Namun, kualitas air di beberapa tempat tidak selalu dalam kondisi yang baik sehingga perlu diolah terlebih dahulu agar aman digunakan.
Maka dari itu, diperlukan proses penjernihan air untuk mengurangi kotoran dan zat pencemar guna meningkatkan kualitasnya. Untuk memahami lebih lanjut manfaat, metode, dan tahapan penjernihan air, simak pembahasan lengkapnya dalam artikel ini.
Apa Itu Proses Penjernihan Air?

Proses penjernihan air adalah serangkaian metode yang dilakukan untuk mengurangi atau menghilangkan berbagai zat yang dapat menurunkan kualitas air, seperti kotoran, partikel tersuspensi, mikroorganisme, serta zat pencemar lainnya.
Melalui proses ini, air yang semula keruh atau kualitasnya kurang baik bisa menjadi bersih sehingga dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan.
Perlu diketahui juga bahwa penjernihan air tidak hanya bertujuan untuk membuat air terlihat jernih. Proses ini juga membantu meningkatkan kualitas air dengan mengurangi kontaminan yang berpotensi memengaruhi kesehatan maupun kenyamanan saat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Mengapa Penjernihan Air Penting?
Air merupakan salah satu kebutuhan utama yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan kita. Mulai dari minum, memasak, mandi, hingga mencuci, hampir semua aktivitas memerlukan air dengan kualitas yang baik.
Namun, tidak semua sumber air yang tersedia secara alami bisa langsung digunakan. Meski terlihat jernih, air bisa saja mengandung lumpur halus, bakteri, virus, logam berat, atau zat pencemar lain yang tidak terlihat oleh mata.
Kondisi ini dapat menjadi semakin buruk akibat berbagai aktivitas manusia yang memicu pencemaran air, seperti pembuangan limbah rumah tangga, limbah industri, maupun sampah yang tidak dikelola dengan baik.
Inilah alasan pentingnya proses penjernihan air. Melalui proses ini, kualitas air dapat terjaga karena berbagai kontaminan yang dapat menurunkan kualitas air dapat dikurangi atau dihilangkan. Dengan begitu, air menjadi lebih bersih dan aman digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Baca juga: 7 Cara Menghemat Air di Rumah dengan Tips Efektif, Cobain Yuk!
Tahapan Proses Penjernihan Air

Air umumnya harus melalui beberapa tahapan penjernihan sebelum aman digunakan dalam aktivitas sehari-hari. Meskipun metode yang digunakan dapat berbeda-beda, proses penjernihan air pada umumnya terdiri dari beberapa tahapan utama berikut:
1. Koagulasi
Tahap pertama dalam penjernihan air adalah koagulasi, yaitu proses penambahan bahan kimia tertentu, baik senyawa berbasis aluminium maupun besi, ke dalam air untuk mengikat partikel-partikel kecil yang sulit mengendap secara alami.
Melalui teknik penjernihan air ini, seluruh kotoran yang semula tersebar di dalam air tersebut akan mulai berkumpul membentuk partikel yang lebih besar sehingga lebih mudah dipisahkan pada tahap berikutnya.
2. Flokulasi
Setelah proses koagulasi selesai, air akan memasuki tahap flokulasi. Pada tahap ini, air diaduk secara perlahan agar partikel-partikel yang telah terikat dapat bergabung dan membentuk gumpalan yang lebih besar, yang disebut flok. Semakin besar ukuran flok yang terbentuk, semakin mudah pula partikel tersebut dipisahkan dari air.
3. Sedimentasi
Selanjutnya, air memasuki tahap sedimentasi atau pengendapan. Pada tahap ini, flok yang telah terbentuk akan perlahan mengendap ke dasar karena memiliki massa yang lebih berat daripada air.
Seiring berjalannya waktu, gumpalan-gumpalan tersebut akan terkumpul di bagian bawah, sementara air yang lebih jernih berada di bagian atas.
Melalui proses ini, sebagian besar kotoran dan partikel tersuspensi dapat dipisahkan dari air sehingga kualitas air menjadi lebih baik sebelum memasuki tahap penjernihan berikutnya.
4. Filtrasi
Setelah kotoran mengendap, air kemudian dialirkan ke berbagai media penyaring pada tahap filtrasi. Penyaring ini dapat berupa pasir, kerikil, karbon aktif, atau material lain yang dirancang untuk menangkap partikel yang masih tersisa.
Proses ini tidak hanya membantu menghilangkan kotoran berukuran kecil, tetapi juga dapat mengurangi mikroorganisme, bau tidak sedap, serta beberapa zat pencemar lain yang masih terdapat dalam air.
5. Disinfeksi
Pada beberapa sistem pengolahan air, proses penjernihan dilanjutkan dengan tahap disinfeksi. Disinfeksi adalah proses untuk membunuh atau menonaktifkan mikroorganisme berbahaya yang mungkin masih terdapat dalam air setelah disaring. Proses ini umumnya dilakukan menggunakan klorin, ozon, atau sinar ultraviolet (UV).
Baca juga: Mengenal Rainwater Harvesting Sebagai Solusi Air Bersih, Pahami Yuk!
Manfaat Penjernihan Air
Tidak hanya membuat air terlihat lebih jernih, penjernihan air juga bermanfaat dalam banyak aspek kehidupan sehari-hari. Berikut beberapa di antaranya:
- Membantu meningkatkan kualitas air dengan mengurangi kotoran, partikel tersuspensi, dan berbagai zat pencemar yang terkandung di dalamnya.
- Mengurangi risiko gangguan kesehatan karena proses penjernihan dapat membantu menurunkan jumlah mikroorganisme dan kontaminan yang berpotensi membahayakan tubuh.
- Menghilangkan bau dan warna yang tidak diinginkan sehingga air menjadi lebih aman digunakan untuk berbagai kebutuhan sehari-hari.
- Mendukung ketersediaan air bersih bagi masyarakat, terutama di wilayah dengan kualitas sumber air yang kurang memadai.
Itulah hal-hal yang perlu kamu ketahui tentang penjernihan air, mengapa proses ini penting, hingga berbagai manfaat yang bisa diperoleh dari air yang lebih bersih dan berkualitas. Ingat, kualitas air yang terjaga berasal dari lingkungan yang bersih.
Menjaga kelestarian lingkungan ini menjadi tanggung jawab kita bersama. Caranya adalah dengan bergabung dengan Indonesia Asri dan berpartisipasi dalam berbagai program #AksiAsri yang seru serta berdampak positif.
Yuk, jadi bagian dari perubahan menuju lingkungan yang lebih baik bersama Indonesia Asri. Ikuti berbagai program #AksiAsri dan daftarkan dirimu sekarang untuk turut menciptakan Indonesia yang lebih bersih, hijau, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang!
Baca juga: Inilah 7 Alasan Mengapa Kita Harus Menghemat Air, Sudah Tahu?