Table of Contents
Degradasi lingkungan mungkin istilah yang kurang familier dalam konteks kehidupan sehari-hari. Padahal, dampaknya bisa ditemukan di sekitar kita, mulai dari kondisi lingkungan itu sendiri hingga kualitas hidup organisme di dalamnya.
Degradasi lingkungan juga bukan sekadar satu bentuk kerusakan, melainkan kondisi yang dapat melibatkan berbagai jenis kerusakan yang saling berkaitan. Untuk memahaminya secara mendalam, simak penjelasan berikut sampai selesai!
Apa Itu Degradasi Lingkungan?
Degradasi lingkungan adalah kondisi menurunnya kualitas lingkungan akibat aktivitas manusia maupun faktor alam.
Faktanya, degradasi lingkungan merupakan istilah yang sangat luas. Di dalamnya terdapat banyak bentuk kerusakan, mulai dari polusi, kepunahan spesies, pemanasan global, hingga hilangnya keanekaragaman hayati.
Penyebab Degradasi Lingkungan

Degradasi lingkungan memiliki penyebab yang multidimensional. Artinya, ada banyak dimensi atau faktor yang dapat memicu atau memperparah kondisinya. Berikut penjelasannya:
Faktor Sosial
Degradasi lingkungan bisa terjadi karena beberapa faktor sosial yang umumnya terbagi sebagai berikut:
- Peningkatan jumlah penduduk: Peningkatan jumlah penduduk turut meningkatkan penggunaan sumber daya, produksi sampah, serta tekanan terhadap lingkungan. Dampak lingkungan semakin besar jika konsumsi dan pengelolaannya tidak berkelanjutan.
- Kemiskinan: Studi dalam Asia-Pacific Journal of Regional Science (2025) menunjukkan bahwa kemiskinan di pedesaan dan degradasi kualitas lingkungan di Indonesia saling terkait serta dipengaruhi oleh berbagai faktor sosial ekonomi.
- Urbanisasi: Urbanisasi dapat memberikan tekanan pada lingkungan kota, misalnya melalui peningkatan kebutuhan transportasi dan tempat tinggal.
Faktor Ekonomi
Di sisi lain, faktor ekonomi yang menjadi penyebab degradasi lingkungan dapat dikategorikan sebagai berikut:
- Pembangunan ekonomi yang mengabaikan kelestarian lingkungan: Pembangunan ekonomi, terutama yang berbasis industrialisasi tanpa pengelolaan lingkungan yang baik, dapat menjadi penyebab degradasi lingkungan.
- Praktik pertanian yang tidak menerapkan prinsip berkelanjutan: Beberapa contohnya adalah penggunaan pestisida secara berlebihan, pertanian intensif, dan irigasi yang tidak dikelola dengan baik.
- Aktivitas transportasi tanpa teknologi dan pengelolaan berkelanjutan: Tanpa kedua hal tersebut, aktivitas transportasi dapat memicu degradasi lingkungan berupa polusi udara, risiko tumpahan minyak di laut, dan emisi gas rumah kaca.
Faktor Politik dan Administratif
Salah satu faktor politik atau tata kelola pemerintahan yang turut memengaruhi tingkat degradasi lingkungan adalah kebijakan yang lebih berorientasi pada kepentingan politik atau ekonomi jangka pendek, alih-alih pada keberlanjutan lingkungan.
Selain itu, peraturan lingkungan yang pelaksanaannya tidak efektif juga dapat berkontribusi, misalnya, sudah ada aturan tentang batas emisi industri, tetapi para pelanggar tidak ditindak tegas.
Faktor Lingkungan
Beberapa proses yang secara langsung menyebabkan atau memperburuk degradasi lingkungan adalah:
- Fragmentasi habitat: Kondisi ketika habitat yang sebelumnya luas dan menyatu menjadi terpecah-pecah akibat pembangunan, misalnya pembangunan jalan yang melewati kawasan hutan.
- Pencemaran udara dan air: Tak bisa dimungkiri, polutan seperti limbah industri dan asap kendaraan dapat mengganggu atau bahkan membunuh organisme tertentu.
- Kerusakan lapisan ozon: Lapisan ozon berperan dalam menyerap radiasi UV dari matahari. Jika menipis, radiasi yang mencapai permukaan Bumi menjadi semakin besar sehingga risikonya terhadap manusia dan ekosistem otomatis meningkat.
Baca juga: Kenali Dampak Hujan Asam bagi Lingkungan dan Kesehatan
Jenis Degradasi Lingkungan

Degradasi lingkungan yang terjadi secara nyata terbagi menjadi beberapa jenis di bawah ini:
Degradasi Tanah
Degradasi tanah terjadi ketika kualitas fisik, kimia, biologis, dan ekologis tanah menurun atau hilang akibat gangguan alami maupun aktivitas manusia. Tingkatannya tidak sama di setiap tempat, bergantung pada kondisi awal lahan serta jenis tekanan yang diberikan pada tanah.
Kondisi ini berdampak signifikan terhadap ketahanan pangan global karena tanah merupakan salah satu sumber daya utama untuk menghasilkan pangan. Jika kualitasnya terus menurun, produktivitas lahan ikut menurun, hasil pertanian berkurang, dan produksi pangan terancam.
Degradasi Air
Degradasi air adalah penurunan kualitas, kuantitas, dan fungsi ekologis sumber daya air. Kondisi ini ditandai oleh tiga karakteristik yang saling berkaitan, yakni degradasi kimia, degradasi fisik, dan degradasi biologis.
Salah satu contoh untuk memahami keterkaitannya adalah penggunaan pupuk pertanian yang berlebihan. Hal ini dapat membawa fosfor ke sungai dan memicu degradasi kimia di dalam air.
Alhasil, alga dapat tumbuh secara berlebihan dan mengganggu keseimbangan ekosistem. Jika terus berlanjut, degradasi biologis juga dapat terjadi melalui penurunan biodiversitas dan terganggunya fungsi ekosistem perairan.
Degradasi Atmosfer
Degradasi atmosfer mengacu pada penurunan kualitas dan kestabilan atmosfer akibat aktivitas manusia, seperti pembakaran bahan bakar fosil dan deforestasi, maupun proses alami, seperti letusan gunung berapi dan kebakaran hutan.
Kondisi ini dapat memengaruhi pola cuaca, paparan radiasi UV, dan kualitas udara. Dampaknya pun bisa dirasakan di wilayah perkotaan maupun pedesaan.
Dampak Degradasi Lingkungan
Degradasi lingkungan yang berlangsung lama dan tidak kunjung ditangani bisa berdampak negatif pada kehidupan di sekitarnya. Berikut ini sejumlah dampak degradasi lingkungan yang perlu diketahui:
- Mengurangi ketersediaan air bersih: Hilangnya hutan yang rimbun dan tanah yang bebas dari zat cemar dapat meningkatkan risiko berkurangnya sumber mata air dan cadangan air bersih.
- Memicu perubahan iklim: Perubahan iklim tak hanya menyebabkan kenaikan suhu, tetapi juga mengubah pola cuaca dan meningkatkan intensitas atau frekuensi kejadian cuaca ekstrem.
- Mengganggu pemenuhan kebutuhan manusia: Kehidupan manusia banyak bergantung pada sumber daya alam. Jadi, apabila lingkungan terus mengalami kerusakan, manusia berisiko mengalami gangguan dalam memenuhi kebutuhan dasar, seperti pangan, air bersih, kesehatan, dan mata pencaharian.
- Mengancam keanekaragaman hayati: Jika hutan, laut, udara, dan tanah tercemar, tentu tempat tinggal berbagai organisme dapat terganggu, bahkan rusak.
- Meningkatkan risiko bencana alam: Degradasi lingkungan dapat meningkatkan risiko bencana dengan mengurangi kemampuan ekosistem dalam menahan air, menjaga kestabilan tanah, dan meredam dampak fenomena alam.
Baca juga: 3 Hal Sederhana untuk Mengurangi Perubahan Iklim
Solusi Degradasi Lingkungan

Untuk mengatasi sekaligus mencegah degradasi lingkungan, berikut beberapa upaya yang bisa dilakukan:
- Pengelolaan limbah yang baik: Salah satunya dapat dilakukan dengan memilah sampah berdasarkan jenisnya. Misalnya, memisahkan sampah makanan dan dedaunan untuk diolah menjadi kompos.
- Reboisasi: Menanam kembali pohon di kawasan hutan yang gundul atau rusak.
- Penghijauan: Menanam pohon di berbagai lahan di luar kawasan hutan, seperti taman kota atau di pinggir jalan.
- Remediasi: Proses menghilangkan, mengurangi, atau menstabilkan kontaminan di lingkungan yang sudah tercemar.
- Penegakan hukum lingkungan: Mengawasi dan menegakkan hukum secara konsisten kepada pelaku perusakan lingkungan.
Bersama #AksiAsri, Cegah Degradasi Lingkungan Semakin Parah!
Itulah penjelasan mengenai degradasi lingkungan, sebuah kondisi yang tanda-tandanya sudah banyak terlihat di sekitar kita. Masih ada kesempatan untuk menjaga kelestarian lingkungan melalui berbagai upaya di atas, yang tentunya membutuhkan kerja sama dan komitmen antara masyarakat dan pemerintah.
Selain upaya di atas, kamu juga bisa menerapkan sustainable living dengan memilih kendaraan bermotor berbahan bakar yang lebih ramah lingkungan untuk mendukung mobilitas harian. Dari aksi sederhana ini, kamu bisa membantu mencegah degradasi lingkungan semakin parah, terutama akibat faktor ekonomi.
Jika kamu tertarik untuk berkontribusi lebih jauh dalam mengurangi risiko degradasi lingkungan, ikuti kampanye Indonesia Asri. Di Indonesia Asri, ada banyak program yang relevan yang dapat diikuti, salah satunya #AksiAsri.
#AksiAsri merupakan program aksi peduli lingkungan yang dikemas dengan beragam aktivitas seru dan inspiratif, termasuk Operasi Semut #pilahsampah.
Langkah kecilmu hari ini akan berdampak besar pada kelestarian Bumi di masa depan. Yuk, daftarkan dirimu sebagai Warga Asri dan berkontribusi aktif demi Indonesia yang lebih asri!
Baca juga: 6 Jenis Bahan Bakar Ramah Lingkungan yang Perlu Kamu Ketahui