Table of Contents
Di tengah meningkatnya kerusakan lingkungan, menanam pohon sering dianggap sebagai solusi utama. Namun, beberapa orang belum paham bahwa setiap pohon memiliki peran yang berbeda dalam mendukung konservasi alam.
Di antara banyaknya macam-macam pohon, ada beberapa pohon yang mempunyai peran jauh lebih vital dalam menjaga kelestarian alam. Yuk, simak penjelasan lengkapnya di bawah ini!
Macam-Macam Pohon

Sebenarnya, ada banyak pohon yang tumbuh di dunia. Namun, ada macam-macam jenis pohon yang memiliki peran vital dalam mendukung konservasi alam sehingga harus terus dilestarikan. Berikut beberapa di antaranya:
Pohon Trembesi (Samanea saman)
Pohon trembesi banyak tumbuh di Indonesia. Bentuknya besar, tudungnya berbentuk payung lebar, dan akarnya menghujam kuat ke dalam tanah. Pohon ini merupakan salah satu pohon dengan kemampuan menyerap karbon dioksida yang terbaik.
Dalam artikel berjudul “Estimation of Above Ground Carbon Sequestration in Trembesi (Albizia saman) and Johar (Senna siamea) at PT Multi Harapan Utama, East Kalimantan” yang diterbitkan di jurnal Journal of Tropical Biodiversity and Biotechnology (2020), disebutkan bahwa satu pohon trembesi diketahui mampu menyerap sekitar 28 ribuan kg karbon dioksida tiap tahunnya.
Terlebih, pohon ini memiliki umur yang sangat panjang dan bisa mencapai ratusan tahun. Artinya, dalam satu kali masa hidupnya, trembesi diestimasi mampu menyerap karbon dioksida hampir 3 juta ton.
Pohon Beringin (Ficus benjamina)
Pohon beringin dikenal sebagai pohon konservasi. Pasalnya, pohon ini memiliki morfologi yang mendukung semua fungsi konservasi, mulai dari menghasilkan oksigen, mencegah erosi dan longsor, hingga menyimpan dan menjaga cadangan air tanah.
Beringin juga menjadi sumber makanan utama banyak satwa liar, seperti burung, serangga, dan mamalia. Selain mendatangkan manfaat bagi organisme di sekitarnya, pohon yang terkenal rindang ini juga sering kali menjadi daya tarik utama di alun-alun atau taman kota. Banyak orang yang menjadikan beringin sebagai tempat berteduh dan mencari udara segar.
Pohon Jambu Air (Syzygium aqueum)
Pohon yang buahnya berwarna merah, hijau, atau putih ini sering ditemukan di pekarangan warga. Mayoritas pohon jambu air tumbuh di dekat sumber air sehingga membantu memelihara ketersediaan air dan menjaga kualitasnya.
Akarnya yang kuat membantu menjaga kestabilan tanah, khususnya di wilayah yang rentan terhadap erosi. Temuan ini didukung oleh penelitian yang dipublikasikan dalam EKSAKTA: Jurnal Penelitian dan Pembelajaran MIPA.
Dari penelitian tersebut, diketahui bahwa keberadaan pohon jambu air di wilayah Kecamatan Namorambe, Deli Serdang mampu menahan erosi tanah di sekitar perbukitan yang rawan longsor.
Baca juga: Carbon Capture and Storage (CCS): Pengertian dan Manfaatnya
Pohon Kepuh (Sterculia foetida)
Pohon kepuh atau kelumpang umumnya menjulang tinggi, memiliki lingkar batang besar, serta akar kokoh yang menghujam ke dalam tanah. Di Jawa dan Bali, pohon ini sering ditemukan di area pemakaman.
Pohon kepuh diketahui mempunyai sejumlah manfaat ekologis, ekonomis, bahkan medis. Manfaat ekologis diperoleh dari akar kokoh dan tudung lebar yang bisa memberikan perlindungan terhadap air dan tanah di sekitarnya.
Adapun manfaat ekonomis diperoleh dari banyak bagian. Contohnya, bagian daun yang bisa dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan biji yang bisa menghasilkan minyak, kemudian digunakan di industri sabun serta minyak goreng. Bagian-bagian tertentu dari pohon ini juga bisa dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional.
Pohon Gayam (Inocarpus fagifer)
Pohon gayam kini sudah mulai langka sehingga mungkin banyak orang belum familier dengan pohon ini. Pohon gayam memiliki batang berkayu keras, daun tebal, dan akar yang rapat sekaligus padat.
Akar gayam berfungsi sebagai biopori tanah yang mempermudah resapan air hujan dan menahan erosi tanah. Maka, tak heran jika pohon ini sering dipilih sebagai penahan erosi di DAS (Daerah Aliran Sungai) dan membantu rehabilitasi lahan terdegradasi.
Jika dibudidayakan, pohon gayam bisa mendatangkan berbagai manfaat ekonomi, salah satunya melalui pemanfaatan ekstrak buahnya sebagai sumber energi dan bahan pangan. Sementara ekstrak daun dan akarnya bisa membantu mengatasi masalah radang dan pencernaan.
Pohon Aren (Arenga pinnata)
Pohon aren berasal dari wilayah Asia tropis. Tingginya bisa mencapai 25 meter, sedangkan diameter batangnya bisa mencapai 0,5 meter. Pohon ini menjalankan peran penting dalam upaya konservasi lingkungan. Daunnya panjang dan melengkung elegan sehingga ekosistem mikro tanah di bawahnya bisa berkembang dengan baik, sedangkan tanahnya tumbuh subur.
Konservasi pohon aren turut memberikan manfaat bagi beragam fauna. Bunga aren, misalnya, bisa dimanfaatkan oleh burung serta menjadi tempat berkembang biak serangga penyerbuk.
Baca juga: Inilah 5 Contoh Aksi Penghijauan Lingkungan dan Manfaatnya
Manfaat Pohon Bagi Kehidupan

Pohon bukan sekadar objek alam, melainkan elemen fundamental bagi keberlangsungan lingkungan dan kehidupan organisme lain. Jika ditelaah lebih lanjut, berikut ini manfaat pohon bagi kehidupan:
Mempertahankan Kualitas Tanah
Pohon mampu mempertahankan kualitas tanah melalui peran daun, ranting, dan akar. Kehadiran elemen-elemen ini membuat air hujan tidak langsung menghantam permukaan tanah.
Daun dan ranting berfungsi menahan sekaligus memecah jatuhnya air sehingga tetesannya lebih kecil dan lambat. Hal ini efektif untuk mengurangi risiko erosi tanah.
Di sisi lain, akar berperan mengikat partikel tanah, membentuk pori-pori, dan mengurangi aliran air di permukaan. Dampaknya, air lebih banyak meresap ke dalam tanah daripada mengalir di permukaan. Dengan dukungan ketiga bagian ini, tanah menjadi lebih stabil, sementara nutrisi dan kesuburannya tetap terjaga.
Meredam Gas Rumah Kaca
Gas rumah kaca merupakan gas di atmosfer Bumi yang memiliki kemampuan menyerap dan memancarkan radiasi inframerah. Salah satu gas rumah kaca utama adalah karbon dioksida (CO2). Jika konsentrasinya meningkat secara berlebihan, akan terjadi pemanasan global dan perubahan iklim.
Di sinilah pohon menjadi sangat penting karena bisa menyerap dan menyimpan karbon dioksida yang menjadi salah satu penyebab utama pemanasan global. Karbon dioksida yang disimpan tadi dibutuhkan untuk menjalankan fotosintesis, yang kemudian menghasilkan oksigen.
Menjaga Kualitas Udara
Sudah menjadi rahasia umum bahwa aktivitas pabrik bisa meningkatkan polusi udara dengan berbagai polutan yang dihasilkannya, seperti karbon dioksida dan sulfur dioksida. Jika zat-zat tersebut bercampur dengan air hujan, akan timbul hujan asam yang membahayakan kulit manusia dan memicu korosi.
Dengan adanya pohon, risiko hujan asam bisa dikurangi karena pohon mampu menyerap sebagian polutan udara melalui daun, menyaring partikel berbahaya, dan mengurangi konsentrasi gas pencemar di atmosfer.
Setelah memahami macam-macam pohon dan manfaatnya, komitmen untuk merawatnya semakin perlu ditingkatkan. Pohon bukan hanya untuk ditanam, tetapi juga dijaga keberlanjutannya.
Hindari pembabatan hutan karena bisa menyebabkan banjir saat hujan dan kekeringan saat kemarau. Sebaliknya, galakkan reboisasi untuk memperbaiki kerusakan yang sudah terjadi. Menjaga pohon adalah langkah sederhana yang menunjukkan kepedulianmu pada kelestarian Bumi tercinta.
Jika kamu ingin berkontribusi dalam program pelestarian lingkungan lainnya, bergabunglah dengan Indonesia Asri. Saat ini, Indonesia Asri sedang menjalankan kampanye Jejak Asri yang bisa diikuti dengan cara membagikan cerita dan aksi nyata yang sudah kamu lakukan untuk lingkungan. Kampanye ini berlangsung hingga 16 Oktober 2026.
Cerita yang terpilih bukan hanya akan menginspirasi orang lain, tetapi juga berkesempatan memperoleh hadiah hingga jutaan rupiah. Daftarkan diri sekarang dan jadilah agen perubahan untuk kelestarian Bumi!
Baca juga: Bikin Udara Segar! Ini 8 Tanaman Hias Media Air yang Kaya Manfaat