Table of Contents
Sebelum membuang produk berbahan plastik, coba pikirkan lagi. Material tersebut mungkin masih dapat dimanfaatkan jika diolah dengan proses yang tepat.
Proses pengolahan sampah plastik yang dilakukan dengan tepat dapat menghasilkan produk bernilai guna, baik untuk skala rumah tangga maupun industri, lho. Banyak produk bermanfaat dihasilkan dari proses pengolahan tersebut.
Ingin mengetahui tahap pengolahan, manfaat, dan contoh produknya? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini!
Tahapan Pengolahan Sampah Plastik
Secara garis besar, cara pengolahan sampah plastik melalui sejumlah tahapan berikut:
- Kumpulkan sampah plastik yang akan diolah, baik dari sisa konsumsi rumah tangga maupun dari industri.
- Sortir sampah plastik yang sudah terkumpul bisa berdasarkan bahan pembuatan, warna, kandungan resin, atau cara pembuatan.
- Cuci sampah hingga bersih dari label, perekat, dan sisa makanan.
- Potong sampah yang sudah bersih menjadi serpihan kecil agar proses pembentukannya lebih mudah.
- Uji kepadatan serpihan dengan cara memasukkan serpihan ke dalam wadah besar yang berisi air. Partikel padat akan tenggelam, sedangkan partikel yang kurang padat akan mengapung.
- Uji air classification (pemisahan menggunakan aliran udara) dilakukan dengan memasukkan serpihan ke dalam ruang berisi udara untuk memisahkan material berdasarkan karakteristik fisik dan aerodinamisnya. Serpihan besar akan terbang rendah, sementara serpihan kecil akan terbang lebih tinggi.
- Hancurkan dan lebur serpihan plastik menjadi pelet plastik, kemudian angkut ke perusahaan manufaktur plastik agar dapat digunakan kembali untuk membuat produk lain.
Baca juga: Cara Memilah Sampah yang Benar: Panduan Pilah Sampah di Rumah
Manfaat Pengolahan Sampah Plastik

Berikut beberapa manfaat yang bisa didapatkan dari pengolahan sampah plastik:
- Mengurangi pencemaran lingkungan: Pengolahan yang tepat mencegah sampah plastik berakhir di TPA secara berlebihan. Hasilnya, risiko pencemaran tanah, air, dan lingkungan dapat ditekan.
- Menghemat sumber daya alam dan energi: Pengolahan sampah plastik memungkinkan material yang masih dapat dimanfaatkan untuk digunakan kembali. Jadi, kebutuhan untuk mengambil bahan baku baru dan menggunakan energi dalam proses produksi dapat dikurangi.
- Menciptakan lapangan kerja baru: Proses pengolahan sampah plastik membutuhkan keterlibatan beberapa tenaga kerja, misalnya untuk menangani bagian pengumpulan, pengolahan, hingga produksi.
- Mendukung pembangunan berkelanjutan: Pengolahan sampah plastik membantu mempertahankan material agar tetap berada dalam siklus penggunaan sehingga tidak langsung menjadi limbah.
Contoh Hasil dari Pengolahan Sampah Plastik

Ada banyak contoh produk atau kerajinan yang dapat dibuat dari sampah plastik. Berikut beberapa di antaranya:
Minyak Pirolisis dari Sampah Plastik

Sampah plastik ternyata dapat diolah menjadi bahan bakar alternatif, salah satunya menjadi minyak pirolisis. Pirolisis sendiri merupakan proses memanaskan bahan dengan suhu tinggi, biasanya berkisar antara 300–900 ℃, tanpa menggunakan oksigen. Proses ini menghasilkan gas, arang, dan minyak hasil pirolisis.
Praktik pembuatan minyak pirolisis telah dijalankan oleh Chandra Asri Group dan menjadi bagian dari inovasi produk PLUSRI. Selain membantu mengurangi timbulan sampah, PLUSRI juga menunjang kebutuhan UMKM di sekitar area operasional, khususnya sebagai pengganti solar dan minyak tanah.
Sejak 2023, PLUSRI telah menjadi bahan bakar campuran untuk armada PT. SCG Barito Logistics (SBL) yang merupakan anak usaha Chandra Asri Group.
Hingga kini, puluhan ribu kilogram sampah plastik berhasil diolah menjadi puluhan ribu liter minyak PLUSRI yang menjadi salah satu wujud pengolahan sampah berbasis ekonomi sirkular.
Ecobrick
Jika kamu pernah melihat kerajinan dari botol plastik yang diisi sampah plastik, lalu dijadikan meja, partisi, atau instalasi dekoratif, itulah contoh pengolahan sampah plastik yang disebut ecobrick.
Ecobrick dapat berfungsi sebagai material untuk produksi barang, baik untuk dijual maupun sebagai media edukasi bagi masyarakat.
Untuk membuat ecobrick, terlebih dahulu pilah sampah yang masih layak digunakan, cuci hingga bersih, lalu keringkan. Kemudian, potong sampah plastik hingga berukuran kecil, masukkan ke dalam botol, lalu padatkan.
Timbang ecobrick dan pastikan beratnya memenuhi standar, yaitu 200 g per botol berukuran 600 ml. Terakhir, gunakan lem untuk merekatkan setiap botol.
Baca juga: Ini Ragam Contoh Aksi Peduli Lingkungan di Sekolah!
Campuran Aspal Plastik

Selain PLUSRI, Chandra Asri Group juga berkolaborasi dengan Kabupaten Garut dan Yayasan Bakti Barito untuk mengolah sampah plastik menjadi bahan baku aspal. Aspal plastik dari kolaborasi ini telah digunakan di ratusan km jalan di seluruh Indonesia.
Produk yang tak kalah menarik adalah CIRCLO, campuran aspal plastik dari cacahan kresek yang telah memenuhi spesifikasi PUPR sehingga dapat memenuhi persyaratan teknis yang berlaku.
Agar penggunaan di lapangan lebih optimal, Chandra Asri juga melatih para kontraktor agar dapat mencampur CIRCLO dengan aspal yang akan digunakan.
Wadah Hidroponik
Jika kamu suka bercocok tanam, coba manfaatkan sampah plastik sebagai wadah hidroponik. Caranya, belah botol bekas menjadi dua bagian. Lalu, balik bagian atas botol dan masukkan ke bagian bawah botol. Terakhir, tempatkan tanaman dengan posisi akar masuk ke dalam lubang pada tutup botol.
Cara pengolahan sampah plastik ini dapat mendukung sistem hidroponik sederhana. Desain botol yang terbalik memungkinkan bagian atas menjadi tempat tanaman, bagian bawah menampung larutan nutrisi, dan lubang pada tutup botol membantu akar menjangkau larutan tersebut.
Pemberdayaan sampah plastik melalui upaya ini didukung oleh artikel pada Jurnal Pelayanan dan Pengabdian Masyarakat (2020) yang menemukan bahwa pelatihan bercocok tanam sistem hidroponik menggunakan sampah botol plastik dapat mendorong kemandirian ekonomi mitra dengan mengurangi biaya belanja rumah tangga harian, terutama untuk sayuran.
Gantungan Kunci
Pengolahan sampah plastik juga bisa menghasilkan produk bernilai estetika tinggi, salah satunya adalah gantungan kunci dari tutup botol plastik.
Caranya mudah sekali. Pertama, siapkan contoh gambar, pewarna, dan tutup botol. Kemudian, bersihkan tutup botolnya. Lalu, hias permukaannya dengan spidol permanen, cat akrilik, atau glitter. Kamu bisa mencontoh gambar atau dekorasi yang sudah disiapkan, atau menumpahkan seluruh kreativitasmu. Terakhir, lubangi bagian tepi untuk memasang ring gantungan. Gantungan kunci yang sudah jadi bisa dijual, digunakan sendiri, atau dijadikan sebagai suvenir.
Pada akhirnya, pengolahan sampah plastik dapat berdampak positif yang signifikan bagi berbagai bidang, mulai dari lingkungan, ekonomi, hingga pertanian. Upaya ini juga menjadi salah satu wujud penerapan sustainable living, yaitu gaya hidup yang berfokus pada upaya mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.
Ceritakan Aksimu Melestarikan Lingkungan & Raih Hadiah Jutaan Rupiah!
Mengolah sampah plastik bisa menjadi awal dari upaya menjaga kelestarian lingkungan. Lebih lanjut, kamu juga bisa menerapkan sustainable living dengan memilih kendaraan berbahan bakar ramah lingkungan. Langkah sederhana ini bisa membantu mengurangi emisi karbon yang berkontribusi pada berbagai masalah lingkungan, lho.
Nah, kalau kamu punya cerita menarik tentang aksi sederhana lainnya untuk menjaga lingkungan, jangan ragu untuk membagikannya kepada Indonesia Asri melalui program Jejak Asri. Lewat ceritamu, orang lain mungkin terinspirasi untuk melakukan aksi positif demi mewujudkan Indonesia yang lebih asri.
Bagikan cerita panjang minimal 700 kata tentang pengalaman atau upaya pelestarian lingkungan yang telah kamu lakukan. Jika perlu, kamu bisa menambahkan foto dan video untuk melengkapi cerita kamu. Cerita yang terkumpul akan dinilai oleh juri berdasarkan vote pengunjung situs web Indonesia Asri.
Tak hanya menginspirasi, cerita menarik yang terpilih juga berkesempatan meraih hadiah jutaan rupiah dan dipublikasikan di situs Indonesia Asri (syarat dan ketentuan berlaku). Jadi, segera daftarkan diri dan kirimkan ceritamu tentang pelestarian lingkungan sebelum 16 Oktober 2026, ya!
Baca juga: Sistem Pengelolaan Sampah: Pengertian, Jenis, Tahapan, dan Metodenya