Table of Contents
Banyak tempat pembuangan akhir (TPA) hanya digunakan sebagai lokasi pembuangan sampah semata, sehingga menimbulkan bau tidak sedap dan berbagai risiko kesehatan serta lingkungan. Namun, TPA Benowo Surabaya mengolah sampah menjadi energi listrik yang bermanfaat bagi masyarakat.
Dengan luas 37,5 hektare, TPA (Tempat Pemrosesan Akhir) ini mampu mengubah tumpukan sampah menjadi sumber listrik untuk membantu memenuhi kebutuhan warga Surabaya.
Simak artikel ini sampai selesai untuk mengetahui lebih lanjut tentang TPA Benowo dan inovasinya yang bermanfaat.
Mengenal TPA Benowo

TPA Benowo berada di Kelurahan Sumberrejo, Kecamatan Pakal, Kota Surabaya, dan lokasinya dekat dengan wilayah Gresik.
Tempat ini memiliki area dengan luas sekitar 37,5 hektare dan sudah digunakan sejak tahun 2001 untuk menangani sampah dari Surabaya dan daerah sekitarnya.
Di TPA Benowo, sampah tidak hanya dibuang, tetapi juga dibiarkan menumpuk. Sampah yang masuk akan dipisahkan terlebih dahulu, kemudian dipadatkan dan diolah kembali.
Sebagian sampah organik juga diproses menjadi kompos. Selain itu, gas yang muncul dari tumpukan sampah ikut dimanfaatkan agar tidak terbuang percuma.
Sekitar tahun 2013, Pemerintah Kota Surabaya bekerja sama dengan Kota Kitakyushu, Jepang, melalui program Green Sister City. Dalam kerja sama tersebut, Kota Kitakyushu membantu pengembangan sistem pengolahan sampah modern di Surabaya.
Kota Kitakyushu dikenal berhasil mengubah sampah menjadi sesuatu yang lebih berguna sehingga dijadikan contoh dalam pengembangan proyek ini.
Setelah adanya kerja sama tersebut, TPA Benowo mulai memakai teknologi yang lebih modern untuk mengolah limbah cair dan gas dari sampah. Gas hasil pengolahan kemudian digunakan untuk menghasilkan energi listrik.
Itulah mengapa TPA Benowo sekarang tidak hanya menjadi tempat pembuangan sampah, tetapi juga tempat penghasil listrik dari sampah.
Baca juga: Perbedaan Sampah dan Limbah, Jangan Sampai Tertukar!
Terobosan TPA Benowo: Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik
TPA Benowo tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembuangan sampah, tetapi juga memiliki sistem pengolahan modern yang mampu mengubah sampah menjadi energi listrik.
Berikut penjelasan mengenai jumlah sampah yang dihasilkan dan proses pengolahannya hingga dapat menghasilkan listrik:
1. Sampah yang Dihasilkan
Dulu, TPA Benowo dikenal sebagai tempat pembuangan sampah yang menimbulkan bau tidak sedap. Namun sekarang, tempat ini berubah menjadi lokasi pengolahan sampah yang dapat menghasilkan energi listrik.
Kapasitas TPA Benowo tergolong besar karena mampu menerima dan mengolah sekitar 1.500 ton sampah setiap hari. Jumlah tersebut bahkan dapat meningkat pada waktu tertentu, misalnya saat bulan Ramadan ketika volume sampah masyarakat biasanya lebih banyak.
Sampah yang diolah di TPA Benowo sebagian besar berasal dari rumah tangga atau sampah domestik. Namun, tidak semua jenis sampah diproses di TPA ini.
Sampah seperti limbah mebel atau barang berukuran besar biasanya dikembalikan kepada pihak terkait dan tidak ikut diolah menjadi energi listrik.
Melalui teknologi pengolahan modern di TPA Benowo, tumpukan sampah tersebut kemudian diproses hingga menghasilkan energi listrik yang bermanfaat bagi masyarakat.
2. Dikembangkan Sejak tahun 2012
Pengolahan sampah menjadi listrik di TPA Benowo sudah dimulai sejak tahun 2012 menggunakan metode Landfill Gas Power Plant.
Metode ini memanfaatkan gas dari tumpukan sampah untuk menghasilkan listrik. Saat itu, sekitar 600 ton sampah per hari dapat menghasilkan listrik sebesar 1,65 megawatt.
Pada tahun 2015, TPA Benowo mulai mengembangkan teknologi Gasification Power Plant yang lebih modern. Teknologi ini mengubah sampah menjadi gas melalui proses pemanasan, lalu digunakan untuk menghasilkan listrik yang lebih besar.
Pengembangannya sempat terhambat akibat pandemi COVID-19, tetapi kembali dilanjutkan pada Maret 2021.
Kini, sekitar 1.000 ton sampah per hari dapat diolah menjadi 12 megawatt listrik. Sebagian listrik disalurkan ke PLN untuk kebutuhan masyarakat Surabaya dan sekitarnya, sedangkan sisanya digunakan untuk operasional dan cadangan listrik di TPA Benowo.
Baca juga: Sampah Residu: Jenis, Contoh, dan Cara Pengelolaannya yang Tepat!
3. Proses Pengolahan Sampah TPA Benowo
Proses pengolahan sampah menjadi listrik di TPA Benowo dimulai dari tahap penimbangan sampah. Setelah itu, sampah dibawa ke tempat pemilahan atau waste pit untuk dipisahkan sebelum diproses lebih lanjut.
Pada tahap berikutnya, sampah dipindahkan menggunakan alat seperti capit besar lalu dimasukkan ke dalam gasifier (reaktor gasifikasi).
Di dalam gasifier, sampah dipanaskan pada suhu tinggi dengan udara terbatas sehingga tidak terjadi pembakaran penuh. Pembakaran ini dilakukan untuk menguraikan sampah dan membuatnya menjadi gas sintetis (syngas). Syngas yang dihasilkan kemudian dibakar untuk menggerakkan turbin dan menghasilkan energi listrik.
Teknologi gasifikasi dapat menghasilkan lebih banyak listrik dibandingkan dengan metode sebelumnya, tetapi efektivitasnya tetap bergantung pada desain fasilitas dan kualitas sampah.
Selain menghasilkan listrik, TPA Benowo juga memanfaatkan cairan dari sampah yang disebut air lindi. Cairan ini diolah kembali agar bisa menjadi air yang lebih bersih.
Sementara sisa pembakaran seperti bottom ash dan fly ash tidak langsung dibuang, tetapi ditampung terlebih dahulu untuk diteliti agar nantinya bisa dimanfaatkan kembali.
Bottom ash adalah sisa pembakaran berbentuk abu kasar yang berada di bagian bawah tungku, sedangkan fly ash merupakan abu halus yang terbawa bersama asap saat proses pembakaran berlangsung.
Dengan cara ini, hampir seluruh hasil pengolahan sampah dapat dimanfaatkan sehingga lebih ramah lingkungan.
Itulah penjelasan mengenai TPA Benowo dan terobosannya dalam mengolah sampah. Melalui teknologi modern, sampah yang sebelumnya menjadi limbah kini dapat diubah menjadi energi listrik yang bermanfaat.
TPA Benowo juga menjadi contoh pengelolaan sampah yang membantu menjaga lingkungan sekaligus menghasilkan energi. Hal ini menunjukkan bahwa sampah dapat dimanfaatkan kembali jika diolah dengan cara yang tepat.
Selain melalui pengolahan sampah modern, menjaga lingkungan juga bisa dilakukan lewat kebiasaan sehari-hari dan partisipasi dalam gerakan peduli lingkungan.
Salah satunya adalah melalui Indonesia Asri, sebuah gerakan yang mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap lingkungan melalui berbagai aksi sederhana yang berdampak positif.
Saat ini, kamu bisa berpartisipasi dalam Jejak Asri, yaitu kampanye yang mengajak masyarakat membagikan pengalaman dalam menerapkan gaya hidup ramah lingkungan.
Melalui program ini, kamu bisa menunjukkan kontribusi kecil yang telah dilakukan untuk menjaga lingkungan sekaligus menginspirasi orang lain.
Cerita yang dikirim nantinya berkesempatan mendapatkan hadiah hingga jutaan rupiah. Yuk, daftarkan dirimu sekarang dan segera bagikan cerita inspiratifmu sebelum 16 Oktober 2026.
Baca juga: Cara Pengolahan Sampah Anorganik, Ini Jenis-Jenisnya!