Table of Contents
Energi untuk menunjang kehidupan ternyata dapat berasal dari potensi alam di sekitar kita. Matahari yang bersinar, angin yang bergerak, hingga air yang mengalir di sungai menyimpan energi yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan.
Berbagai potensi alam tersebut dapat dimanfaatkan melalui energi hijau sebagai salah satu sumber energi yang berkelanjutan.
Nah, penasaran apa itu energi hijau? Untuk memahami energi hijau lebih jauh, mari simak pembahasan selengkapnya di sini!
Apa Itu Energi Hijau?

Bayangkan jika kebutuhan listrik sehari-hari dapat dipenuhi dengan memanfaatkan sumber energi dari alam. Inilah salah satu konsep yang berkaitan dengan energi hijau.
Sederhananya, energi hijau adalah energi yang berasal dari sumber daya alam yang dapat diperbarui secara alami dan memiliki dampak lingkungan yang relatif lebih rendah selama proses pemanfaatannya.
Berbeda dengan sumber energi yang jumlahnya terbatas, energi hijau memanfaatkan sumber daya yang terus tersedia melalui siklus alam. Namun, perlu diingat, bukan berarti semua energi terbarukan atau renewable energy otomatis termasuk energi hijau.
Energi terbarukan mengacu pada sumber energi yang dapat diperbarui secara alami, sedangkan energi hijau mempertimbangkan dampak lingkungan dari proses pemanfaatannya. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa energi hijau merupakan bagian dari energi terbarukan yang memiliki manfaat lingkungan yang lebih besar.
Sebagai contoh, Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) merupakan sumber energi terbarukan, namun pembangkit berskala besar dapat berdampak pada ekosistem, perikanan, hingga penggunaan lahan. Dalam hal ini, PLTA dengan dampak rendah masih dapat dikategorikan sebagai sumber energi hijau.
Mengapa Transisi Energi Hijau Penting?

Seiring bertambahnya jumlah penduduk, berkembangnya industri, dan meningkatnya aktivitas masyarakat, kebutuhan energi di Indonesia terus meningkat. Kondisi tersebut membuat kebutuhan akan sistem energi yang lebih berkelanjutan semakin meningkat.
Menurut International Energy Agency (IEA), emisi sektor energi Indonesia telah meningkat lebih dari dua kali lipat dalam dua dekade terakhir dan mencapai sekitar 600 juta ton CO₂ pada 2021. Angka tersebut menunjukkan bahwa sektor energi memiliki peran penting dalam upaya menekan emisi dan mencapai target net zero emissions di Indonesia.
Oleh karena itu, transisi energi hijau menjadi salah satu langkah penting untuk mendorong sistem energi yang lebih berkelanjutan. Peralihan dari sumber energi berbasis fosil menuju energi terbarukan dapat membantu mengurangi emisi karbon sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan.
Selain memberikan manfaat bagi lingkungan, transisi energi hijau juga dapat memperkuat ketahanan energi dan kemandirian ekonomi nasional.
Dengan mengembangkan sumber energi terbarukan seperti matahari, air, angin, dan panas bumi, potensi alam di dalam negeri dapat dimanfaatkan secara optimal untuk memenuhi kebutuhan energi.
Langkah pengembangan sumber energi terbarukan tersebut juga dapat mengurangi ketergantungan kita pada sumber energi dari luar negeri sekaligus membuka peluang bagi pertumbuhan investasi dan industri energi di Indonesia.
Baca juga: Pembangkit Listrik Tenaga Sampah: Cara Kerja dan Ragam Tantangannya
Contoh Energi Hijau

Lantas, apa saja yang termasuk energi hijau? Ada beragam potensi alam yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi terbarukan. Berikut beberapa di antaranya:
Energi Surya
Energi surya memanfaatkan sinar matahari sebagai sumber energi untuk menghasilkan listrik maupun panas. Salah satu penerapannya dapat ditemukan pada Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) yang menggunakan panel surya untuk mengubah energi cahaya matahari menjadi energi listrik.
Dalam kehidupan sehari-hari, energi surya melalui panel surya yang dipasang di atap rumah dapat membantu memenuhi kebutuhan listrik rumah tangga, seperti menyalakan lampu dan mengoperasikan peralatan listrik. Sistem PLTS Atap ini telah diterapkan pada skala rumah tangga dengan pemasangan pada atap bangunan.
Energi Air
Energi air memanfaatkan aliran atau pergerakan air untuk menghasilkan energi listrik. Pada Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA), misalnya, aliran air digunakan untuk menggerakkan turbin yang kemudian memutar generator sehingga menghasilkan listrik.
Lewat pembangkit listrik tenaga mikrohidro atau pikohidro, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengupayakan pemanfaatan aliran sungai, saluran irigasi, atau air terjun untuk membantu masyarakat di sekitar sumber air, khususnya di wilayah pedesaan, memenuhi kebutuhan listrik, termasuk untuk penerangan rumah dan fasilitas umum.
Energi Panas Bumi
Energi panas bumi adalah energi yang berasal dari panas alami yang tersimpan di bawah permukaan bumi. Panas tersebut dimanfaatkan untuk menghasilkan uap yang kemudian menggerakkan turbin dan generator sehingga dapat menghasilkan listrik.
Menurut data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral tahun 2025, Indonesia memiliki potensi panas bumi yang sangat besar, yaitu sekitar 23.742 megawatt (MW). Indonesia juga menempati peringkat kedua sebagai produsen listrik panas bumi di dunia. Besarnya potensi tersebut didukung oleh letak geografis Indonesia yang berada di jalur Cincin Api Pasifik (Ring of Fire).
Bagi masyarakat yang tinggal di wilayah dengan sumber air panas, panas bumi dapat dimanfaatkan untuk menyediakan fasilitas pemandian, kolam air panas, dan spa. Selain itu, panas bumi juga dapat digunakan untuk mendukung proses pengeringan hasil pertanian.
Bioenergi
Bioenergi merupakan energi yang berasal dari material organik atau biomassa. Di Indonesia, bioenergi memiliki potensi besar karena didukung oleh sumber daya hayati yang melimpah dari sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, hingga peternakan.
Berbagai jenis biomassa tersebut dapat diolah menjadi sumber energi yang memberikan nilai tambah sekaligus mendukung diversifikasi energi nasional.
Salah satu contoh pemanfaatan bioenergi pada skala rumah tangga adalah penggunaan biogas untuk kegiatan memasak. Biogas merupakan hasil pengolahan limbah organik yang kemudian digunakan sebagai bahan bakar pada kompor biogas.
Baca juga: Cara Menghemat Energi Agar Bumi Lebih Lestari, Cobain Yuk!
Perbedaan Energi Hijau, Energi Bersih, dan Energi Terbarukan

Warga Asri pasti pernah mendengar istilah energi hijau, energi bersih, dan energi terbarukan, kan? Sekilas, ketiganya memang terdengar mirip dan sering digunakan secara bergantian. Padahal, masing-masing memiliki pengertian dan fokus yang berbeda. Supaya tidak salah memahami ketiganya, cek perbedaannya pada tabel berikut:
| Aspek | Energi Hijau | Energi Bersih | Energi Terbarukan |
| Pengertian | Energi yang berasal dari sumber yang dapat diperbarui dengan dampak lingkungan yang relatif rendah. | Energi yang menghasilkan emisi atau polutan dalam jumlah rendah selama proses pemanfaatannya. | Energi yang berasal dari sumber daya alam yang dapat pulih atau tersedia kembali secara alami. |
| Fokus utama | Keberlanjutan lingkungan dan pemanfaatan sumber energi yang lebih ramah lingkungan. | Menekan emisi dan polusi dari proses produksi atau penggunaan energi. | Ketersediaan sumber energi dalam jangka panjang. |
| Sumber energi | Matahari, angin, air, panas bumi, dan biomassa tertentu. | Dapat mencakup energi terbarukan serta sumber energi lain dengan emisi rendah. | Matahari, angin, air, panas bumi, biomassa, dan sumber terbarukan lainnya. |
| Hal yang ditekankan | Dampak terhadap lingkungan secara keseluruhan. | Tingkat emisi dan polusi yang dihasilkan. | Kemampuan sumber energi untuk tersedia kembali secara alami. |
Singkatnya, energi terbarukan menekankan pada asal dan kemampuan sumber energi untuk diperbarui, sedangkan energi bersih menekankan pada rendahnya emisi atau polusi.
Sementara itu, energi hijau memiliki cakupan yang mempertimbangkan keberlanjutan serta dampak lingkungan dari pemanfaatan energi.
Yuk, Ikut Bergerak Bersama dalam #AksiAsri!
Demikian pembahasan mengenai energi hijau, mulai dari pengertian, manfaat, perbedaannya dengan energi bersih dan energi terbarukan, hingga berbagai contoh pemanfaatannya. Dengan semakin mengenal energi hijau, kamu dapat memahami pentingnya mendukung sistem energi yang lebih berkelanjutan demi masa depan.
Salah satu langkah sederhana yang bisa kamu lakukan adalah menerapkan gaya hidup berkelanjutan, termasuk memilih kendaraan berbahan bakar yang lebih ramah lingkungan. Langkah kecil ini dapat menjadi bagian dari upaya bersama untuk mendukung transisi energi sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih asri.
Jika ingin mengambil aksi nyata untuk peduli lingkungan sembari memperluas koneksi, kamu bisa bergabung dengan Indonesia Asri melalui berbagai program #AksiAsri.
Ada banyak kegiatan #AksiAsri yang menarik untuk kamu ikuti, lho, salah satunya Operasi Semut yang mengajakmu memilah sampah sebelum dibuang.
Ini saatnya kamu mengambil peran untuk menjaga lingkungan agar tetap asri. Daftarkan dirimu sekarang juga dan ikuti beragam aksi menarik lainnya di #AksiAsri.
Baca juga: Inilah 6 Contoh Energi Alternatif dan Proyek Nyatanya di Indonesia