Mobil Hidrogen: Pengertian, Cara Kerja, dan Kelebihannya

Oleh Tim Indonesia Asri

Mobilitas yang lebih ramah lingkungan kini semakin banyak dibahas di berbagai negara. Salah satu inovasi yang kini mulai banyak menarik perhatian adalah mobil hidrogen. Mobil ini menawarkan cara baru untuk berkendara dengan memanfaatkan energi yang lebih bersih.

Nah, setiap inovasi transportasi memiliki karakteristik yang berbeda, termasuk mobil berbahan bakar hidrogen. Yuk, pelajari cara kerja, kelebihan, dan potensinya melalui penjelasan berikut!

Apa Itu Mobil Hidrogen?

Mobil hidrogen sedang mengisi bahan bakar dengan gas hidrogen di stasiun pengisian

Mobil hidrogen adalah kendaraan yang menggunakan gas hidrogen sebagai sumber energi utama untuk menghasilkan listrik melalui teknologi sel bahan bakar (fuel cell).

Berbeda dengan mobil listrik berbasis baterai yang harus diisi daya melalui sambungan listrik, mobil hidrogen menghasilkan listrik secara langsung melalui reaksi antara gas hidrogen dan oksigen di dalam fuel cell. Energi listrik dari proses tersebut kemudian disalurkan ke motor listrik sebagai penggerak utama kendaraan.

Hal yang membuat teknologi bahan bakar hidrogen ini menarik adalah hasil samping dari proses tersebut umumnya hanya berupa uap air. Tidak menghasilkan emisi karbon dioksida (CO₂) saat digunakan, mobil hidrogen dinilai sebagai salah satu alternatif transportasi yang lebih ramah lingkungan dan berpotensi mendukung upaya pengurangan emisi di sektor transportasi.

Seiring berkembangnya inovasi energi bersih, mobil hidrogen juga semakin banyak dikembangkan di berbagai negara sebagai pelengkap kendaraan listrik berbasis baterai.

Di Indonesia sendiri, pengembangan teknologi hidrogen mulai mendapat perhatian sebagai bagian dari transisi energi nasional. Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah meluncurkan Roadmap Hidrogen dan Amonia Nasional (RHAN) yang menjadi acuan pengembangan hidrogen, termasuk pemanfaatannya di sektor transportasi untuk mendukung target net zero emission (NZE) 2060.

Baca juga: Inilah 6 Jenis Bahan Bakar Ramah Lingkungan, Kamu Sudah Tahu?

Cara Kerja Mobil Hidrogen

Pengisian gas hidrogen di stasiun pengisian untuk bahan bakar mobil hidrogen

Meskipun sama-sama menggunakan motor listrik sebagai penggerak, cara kerja mobil hidrogen berbeda dari mobil listrik berbasis baterai. Pada mobil berbahan bakar hidrogen, listrik dihasilkan secara langsung di dalam kendaraan melalui teknologi fuel cell, bukan berasal dari baterai yang diisi menggunakan listrik dari luar.

Berikut tahapan cara kerja mobil hidrogen yang dapat membantumu memahaminya lebih mudah:

1. Hidrogen Disimpan di Dalam Tangki Bertekanan Tinggi

Proses dimulai dari penyimpanan gas hidrogen di dalam tangki khusus bertekanan tinggi yang dirancang agar aman selama kendaraan beroperasi. Saat mobil dinyalakan, hidrogen akan dialirkan dari tangki ke sistem fuel cell sesuai dengan kebutuhan energi kendaraan.

2. Fuel Cell Menghasilkan Listrik

Dalam fuel cell, hidrogen bereaksi dengan oksigen yang diambil dari udara. Reaksi elektrokimia ini menghasilkan energi listrik untuk menggerakkan motor listrik. Selain menghasilkan listrik, reaksi tersebut juga menghasilkan panas dan uap air sebagai produk samping.

3. Motor Listrik Menggerakkan Kendaraan

Listrik yang dihasilkan kemudian disalurkan ke motor listrik sebagai sumber tenaga utama. Motor inilah yang memutar roda sehingga mobil dapat melaju dengan akselerasi yang halus dan suara mesin yang lebih senyap dibandingkan dengan kendaraan bermesin pembakaran.

4. Energi Tambahan Disimpan di Baterai

Selain menggunakan fuel cell, sebagian besar mobil hidrogen juga dilengkapi baterai berkapasitas kecil. Baterai ini berfungsi untuk menyimpan energi yang diperoleh dari sistem pengereman regeneratif (regenerative braking) maupun kelebihan listrik dari fuel cell, sehingga dapat digunakan kembali saat kendaraan membutuhkan tenaga tambahan.

5. Menghasilkan Uap Air sebagai Emisi

Setelah energi listrik dihasilkan, reaksi di dalam fuel cell akan menghasilkan produk samping berupa air dan panas. Air tersebut kemudian dilepaskan melalui sistem pembuangan dalam bentuk uap air atau tetesan air.

Baca juga: Sustainable Transport: Solusi Masa Depan yang Ramah Lingkungan

Kelebihan dan Kekurangan Mobil Hidrogen

Mobil hidrogen di stasiun pengisian bahan bakar

Seperti kendaraan ramah lingkungan lainnya, mobil hidrogen memiliki sejumlah kelebihan sekaligus kekurangan yang perlu dipertimbangkan. Dengan mengenal kedua sisi ini, kamu bisa memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai potensi mobil hidrogen sebagai salah satu solusi transportasi rendah emisi di masa depan.

Kelebihan Mobil Hidrogen Kekurangan Mobil Hidrogen
Menghasilkan emisi yang lebih rendah saat digunakan karena hasil sampingnya umumnya berupa uap air. Infrastruktur stasiun pengisian hidrogen masih terbatas.
Waktu pengisian bahan bakar relatif singkat, hanya sekitar 3–5 menit. Harga kendaraan dan teknologi fuel cell masih relatif tinggi.
Memiliki jarak tempuh yang cukup jauh dalam sekali pengisian hidrogen. Produksi, penyimpanan, dan distribusi hidrogen memerlukan teknologi khusus agar dapat dilakukan secara aman dan efisien.
Menggunakan motor listrik sehingga menghasilkan suara yang lebih senyap saat berkendara. Pilihan model mobil hidrogen di pasar masih terbatas sehingga belum sebanyak kendaraan berbahan bakar konvensional maupun mobil listrik berbasis baterai.

Bagikan Cerita Inspiratifmu dalam Menjaga Lingkungan bersama Jejak Asri!

Memilih kendaraan dengan sumber energi yang lebih ramah lingkungan merupakan salah satu cara untuk mendukung gaya hidup berkelanjutan di tengah perkembangan teknologi transportasi. 

Dimulai dari langkah kecil, kebiasaan menggunakan teknologi berkelanjutan dapat memberikan dampak positif sekaligus mengajak lebih banyak orang untuk peduli terhadap lingkungan.

Jika kamu juga memiliki pengalaman inspiratif dalam menerapkan gaya hidup berkelanjutan, jangan ragu untuk membagikannya kepada Indonesia Asri melalui program Jejak Asri. Ceritamu bisa menjadi inspirasi bagi lebih banyak orang untuk bersama-sama mewujudkan Indonesia yang lebih asri.

Selain bisa menginspirasi lebih banyak orang, kamu juga berkesempatan mendapatkan hadiah jutaan rupiah (syarat dan ketentuan berlaku) dengan berpartisipasi dalam Jejak Asri. Ceritamu dapat dikirimkan hingga 16 Oktober 2026. Yuk, segera submit ceritamu dan jangan sampai ketinggalan kesempatan untuk menjadi bagian dari gerakan mewujudkan Indonesia yang lebih asri!

Baca juga: Cek 8 Manfaat Mobil Listrik Sebagai Solusi Kendaraan Ramah Lingkungan dan Hemat Biaya

Artikel Indonesia Asri Lainnya
Edukasi
Carbon Management
Tim Indonesia Asri
Agustus 13, 2026

Hutan Kota: Kenali Manfaat dan Rekomendasi Destinasinya

Pernah merasa udara kota terasa lebih sejuk saat melewati kawasan yang dipenuhi pepohonan? Nah, itulah salah […]

Edukasi
Carbon Management
Tim Indonesia Asri
Agustus 13, 2026

Konservasi Energi: Pengertian dan Contoh Penerapannya

Pernahkah kamu memperhatikan seberapa sering energi digunakan dalam satu hari? Mulai dari menyalakan lampu, mengisi daya […]

Edukasi
Carbon Management
Tim Indonesia Asri
Juli 21, 2026

6 Jenis Bahan Bakar Ramah Lingkungan yang Perlu Kamu Ketahui

Seiring meningkatnya kebutuhan energi, berbagai inovasi terus dikembangkan untuk menghadirkan sumber energi yang lebih efisien sekaligus […]

Oleh Tim Indonesia Asri
Indonesia Asri adalah kampanye yang digagas oleh Chandra Asri untuk bersama mewujudkan Indonesia yang lebih asri; Indonesia yang berwawasan lingkungan berkelanjutan untuk kelak dapat menjadi warisan bagi generasi mendatang.
Indonesia Asri
© 2026 - Indonesia Asri
Kampanye oleh